NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
19# Tes DNA


__ADS_3

Setelah dinyatakan sembuh akhirnya Ana di bawa pulang oleh kedua mertuanya. Awalnya Rangga melarang Ana untuk pulang ke kediaman Andreas namun Ana tetap kekeh ingin mempertahankan rumah tangganya dengan Andreas.


Dengan berat hati Rangga membiarkan Ana kembali kedalam neraka dunia yang begitu menyakitkan. Rangga berharap Andreas bisa meneriman Ana dan mau memperlakukannya layaknya seorang istri yang semestinya.


Namun, harapan tinggallah harapan bukannya berubah Andreas malah semakin menjadi. Dia selalu membeda bedakan kedua putranya. Bahkan Andres tidak perna mau mengendong maupun menatap Rayza.


Seperti malam ini Rayza terus saja menangis karna dia mengalami demam. Andreas yang baru pulang nongkrong langsung saja kesal mendengar Rayza yang terus terusan menangis.


"Apa kau tidak bisa mendiamkan anakmu itu, ha?" teriak Andreas kesal.


"Maaf, Mas. Rayza demam, sepertinya dia ingin bersamamu" ucap Ana terus menenangkan Rayza.


"Tak sudi aku menyentuh anakmu itu" Andreas langsung saja membaringkan tubuhnya di atas ranjang mereka.


"Kamu kenpa bicara seperti itu, Mas? apa kau lupa jika Rayza juga putramu."


Mendengar ucapan Ana, Andres langsung saja bangun lalu mendekati Ana. "Aku tidak yakin jika dia putraku"


"Maksudmu apa bicara seperti itu, Mas?"


"Aku tidak ada maksud apapun. Aku hanya meragukannya karna masa lalumu"


Mendengar ucapan Andreas yang selalu mengungkit masa lalunya Ana langsung saja menatap Andreas dengan penuh amarah. "Apa kau lupa jika aku dulu sudah mengatakannya sejak awal kepadamu. Tapi, kau bilang apa? kau akan menerima kesalahanku dan berjanji tidak mengungkitnya lagi"


"Itu karna aku tidak tau jika milikmu sudah sangat lebar dan sudah berapa orang yang memasukinya. Dan lihat dadamu itu aku yakin sudah sangat banyak pria yang bergelantungan di situ" ucap Andreas menatap dada Ana.


"Kau hanya melihat kesalahanku tapi, tidak pernh melihat dirimu. Apa dirimu sudah sangat benar dan tidak pernah melakukan kesalahan. Cobalah kau bercermin terlebih dahulu sebelum kau mencermin kehidupan orang lain"


Plaakkk


Andreas yang tidak terima dengan perkataan Ana langsung saja menampar wajah Ana dengan keras sehingga wanita kurus itu jatuh tersungkur ke lantai bersama Rayza munggil yang ada di gendongannya.


Untung saja Ana melindungi tubuh Rayza sehingga bayi yang berumur satu bulan itu tidak jatuh kelantai. Dengan cepat Andreas menjambak rambut Ana hingga lehernya naik ke atas.

__ADS_1


"Kau dengarnya jangan sampai kau membanding bandingkan diriku denganmu lagi karna kita itu jauh berbeda" Andreas tak berhenti di situ saja dia kembali menepis kasar tubuh Ana hingga kembali jatuh ke lantai.


"Uoe..uoe..." suara tangisan bayi munggil itu terus saja menghiasi isi kamar mereka. Namun, tidak membuat kegilaan Andreas berhenti dia terus saja memukul Ana bahkan mencaci maki Ana di depan bayi mereka.


"Kau diamkan anak sialan itu atau aku lempar kalian berdua keluar" teriak Andreas menendang Ana lalu pergi meninggalkan Ana.


Ana hanya mampu menatap sinis kepergian Andreas. Sambil menenangkan putranya Rayza. Begitulah Andreas dia tidak pernah berubah dia selalu menyiksa Ana sehingga membuat Ana sangat menderita.


*****


Satu tahun kemudian.


Ana sedang memandikan kedua buah hatinya. Mereka bercanda gurau bersama. Alvian yang kini telah berusia tiga tahun sangat menyayangi Adiknya Rayza yang kini berumur satu tahun. Walaupun Andreas hany membeli mainan untu Alvian tapi Alvian selalu mau berbagi kepada Adiknya.


"Sayang, Papa. Belum selesai mandinya?" ucap Andreas menghampiri Alvian.


"Belum, Pa. Alvian mau mandikan dek Rayza" ucap Alvian tersenyum mencoba menyabuni tubuh munggil Rayza.


"Papa, ada beli mainan untuk Alvian"


"Ia sayang. Itu makanya kamu cepat mandinya. Papa tunggu di luar ya" ucap Andreas lalu keluar tanpa menoleh ke Rayza.


Melihat sikap Andreas yang tidak pernah memperhatikan Rayza, Ana hanya bisa mengelengkan kepalanya kasar.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya Alvian dengan semangat berlari keluar melihat mainan yang di berikan Andreas.


"Papa. Ini mobil Alvian?" ucap Alvian semangat melihat mobil mini listrik yang diberikan Andreas.


"Ia sayang. Alvian mau mencobanya?" ucap Andreas langung saja menaikkan Alvian.


"Apa eyza au aik" ucap Rayza berlari ke arah Andreas ingin bermain bersam Alvian.


"Kau urus anakmu ini" ucap Andreas menepis kasar tubuh munggil Rayza.

__ADS_1


"Mas, kenapa kau kasar seperti itu. Bagaimana jika dia terluka? Rayza juga putramu, Mas" teriak Ana langsung saja mengendong Alvian.


"Putraku hanya Alvian. Jika terjadi apapun kepadanya aku tidak masalah yang kupikirkan hnya uangku yang habis untuk biaya kau dan dia dirumah sakit dulu" ucap Andreas menatap sinis ke Rayza yang diam meringkuk di gendongan Ana.


"Jika kau ragu dia putramu atau tidak mari kita lakukan tes DNA" ucap Ana menantang Andres.


"Baik. Jika dia bukan putraku maka kau harus melemparnya keluar dari rumahku"


"Baik, ayo kita lakukan" ucap Ana.


"Aku akan mencari rumah sakit terbaik dan terpecaya. Nanti kau buat hasil palsu untuk menutupi aibmu itu" ucap Andreas langsung saja pergi membawa Alvian.


*****


Sesuai yang dikatan Andreas, dia akan melakukan tes DNA. Dia mengambil stempel Rayza lalu membawanya ke rumah sakit. Karna hasilnya baru keluar seminggu lagi Andreas langsung saja kembali dan bersedia menunggu hasilnya keluar.


"Lihat saja. Akan kubuang kau dan anak harammu itu dari rumahku setelah aku mendapatkan hasilnya" batin Andreas tersenyum sinis.


****


Ana yang sedang membersihkan halaman rumah tiba tiba di kejutkan dengan kedatangan bu Rt yang berlari ke arahnya.


"Na.. Ana" ucap bu Rt menghampiri Ana.


"Ada apa, Buk?"


"Coba kau lihat ini" bu Rt lalu memberikan ponselnya ke Ana lalu menunjukkan gambar sepasang kekasih sedang bermesraan.


Ana langsung saja membulatkan matanya kaget ketika melihat gambar di ponsel bu Rt yang memperlihatkan Andreas sedang bermesraan dengan seorang wanita.


"Bu Rt dapat dari mana?" ucap Ana menatap lekat wajah bu Rt.


"Ibu dapat dari anak ibu. Dia bilang jika Andres membuat story di IGnya. Dia langsung saja mengambilnya dan memberinya ke ibuk" jelas bu Rt.

__ADS_1


"Makasi ya, Buk" ucap Ana tersenyum. Tidak terliht wajah kesedihan sedikitpun yang terpancar di wajahnya.


__ADS_2