
Bu Wira menatap layar ponselnya dengan penuh amarah. Dia langsung saja mengepalkan tangannya dengan penuh emosi lalu berjalan keluar kamarnya.
"Rangga!" teriak Bu Wira menatap tajam Rangga yang sedang bermain dengan Rayza dan Ana di ruangan tamu.
"Ada apa, Ma?" ucap Rangga tekejut melihat reaksi sang Mama.
Bu Wira langsung saja menatap Ana dengan tatapan yang tidak bisa di artikan "Ikut Mama" ucap Bu Wira langsung saja berjalan ke arah kamarnya.
"Mama kenapa, Nga?" ucap Ana meresa takut dengan amarah yang di perlihatkan Bu Wira.
"Kamu, tunggu di sini saja ya" ucap Rangga mencoba menenangkan Ana lalu berjalan menghampiri Bu Wira yang kini ada di kamarnya.
Rangga melihat Mamanya sedang berdiri sambil mengengap ponselnya. Rangga langsung saja menutup pintu kamar sang Mama dengan rapat dengan harapan Ana tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
"Kamu lihat itu, Nga!" teriak Bu Wira melemparkan ponselnya di atas kasurnya.
Rangga langsung saja mengambil ponsel itu lalu membulatkan matanya terkejut melihat berita di sosial media yang kini sudah tersebar luas. Rangga melihat Vidio pembicaraan Brian dan Ana ketika Brian meminta kesempatan kedua kepada Ana.
"Kita sudah pernah menghabiskan malam bersama, Na" telinga Rangga langsung saja panas mendengar ucapan Brian yang ada di vidio itu.
Tak cuman itu di sana juga bayak tercantum foto Brian dan Ana yang sedang bersama dengan Rayza terlihat sangat bahagia. tak cuman itu Di sana juga terlihat foto pernikahan Ana dengan Andreas dan juga foto Alvian dan Rayza
__ADS_1
"Anatasya seorang model tekenal yang telihat polos ternyata memiliki sifat yang sangat buruk. Dia tega meningalkan suami dan anaknya hanya untuk menikah dengan Dokter Rangga. Tak cuman itu saja tapi Anatasya juga memiliki masa lalu yang buruk bersama Brian CEO ternama tak lain adalah kakak sepupu Dokter Rangga"
Begitulah isi besar tentang berita yang kini sudah tersebar luas bahkan sudah terlihat je seluruh penjuru dunia.
"Apa kamu mengetahui ini semua, Nga? Apa kamu tau jika Ana sudah pernah tidur dengan Brian kakak kamu?" ucap Bu Wira menatap tajam Rangga.
"Sudah, Ma" ucap Rangga menunduk.
"Apa! kamu tau masa lalu Ana. Tapi, kamu masih mau menikahinya. Bagaimana bisa, Nga? Brian itu kakak sepupu kamu. Mereka akan selalu bertemu di tambah lagi Ana adalah model di perusahaan Brian, Nga! Apa kamu yakin mereka tidak akan melakukan hubungan itu lagi di belakangmu?" ucap Bu Wira tidak mempercayai jika Ana dan Brian tidak ada hubungan lagi.
"Ma, aku tau bagaimana Ana. Aku juga sangat mencintainya, Ma. Aku yakin Ana tidak seperti yang Mama pikirkan"
"Apa kamu bilang! Cinta? Mama tidak setuju dengan hubungan kalian. Ana saja bisa meninggalkan Anak dan Suaminya agar bisa bersamamu. Apa kamu yakin dia tidak akan melakukan hal yang sama kepadamu nantinya"
"Mama tidak percaya lagi setelah mengetahui masa lalu Ana dengan Brian. Apa kamu lupa jika dulu Ana juga menikah dengan Brian. Tapi, apa di saat Brian pergi mengurus perusahaan pamanmu yang di luar kota dia malah menikah dengan pria lain"
"Ana menikah dengan pria lain karna Kak Brian yang mencampakkannya seperti sampah, Ma. Aku akan menunjukkan hasil visum Ana ke Mama" ucap Rangga langsung saja pergi ke kamarnya dengan perasaan sangat kacau.
Tak menunggu lama akhirnya Rangga kembali dengan berkas yang ada di tangannya. "Mama lihat ini. Bagaimana kelakuan mantan suami Ana kepada Ana, Ma. Tidak hanya itu bahkan dia sering melakukan itu"
Bu Wira langsung saja menatap hasil Visum Ana dengan terkejut. Dia tidak menyangka jika suami Ana tega menyakiti Ana sebegitu parahnya.
__ADS_1
"Tak cuman itu, Ma. Ini berkas hasil pemeriksaan kandungan Julia selingkuhan Andreas. Mama lihat di sana jika usia kandungannya telah mencapai umur lima bulan. Sedangkan Ana baru pergi dari rumah Andreas tiga bulan yang lalu. Dari sini Mama bisa memastiakan siapa yang bersalah sebenarnya" ucap Rangga memberikan berkas tentang hasil pemeriksaan kandungan Julia.
Bu Wira langsung saja membaca semuanya. Dia langsung saja duduk tergulai lemas di atas ranjangnya. Melihat ini Rangga langsung saja duduk bersimpuh di kaki sang Mama sambil mengengam erat tangan Bu Wira Mamanya.
"Ma, tolong restui hubunganku dengan Ana, Ma. Aku sangat mencintainya, Aku tidak bisa hidup tanpanya, Ma. Jika Mama mempersalahkan masa lalu Ana dengan Kak Brian maka Mama juga harus melihat masa laluku, Ma. Aku juga sering bergonta ganti pasangan bahkan sering tidur dengan mereka semua. Aku dan Ana sama saja Ma. Kami sama sama memiliki masa lalu yang buruk. Aku bisa menerima masa lalu Ana, begitu juga dengan Ana yang bisa menerima masa laluku"
Mendengar ucapan Rangga, Bu Wira langsung saja mengingat bagaimana kelakuan putranya selama ini. Rangga memanglah pria brengsek yang suka bergonta ganti pasangan. Bahkan selama mereka sekolah dulu Ana juga sering terkena imbas kenakalannya yang suka mempermainkan wanita. Karna itulah Brian sering salah paham dengan hubungan Rangga dan Ana.
"Aku mohon, Ma. Jangan pisahkan aku dengan Ana. Aku tidak akab sangup, Ma" ucap Rangga menengelamkan wajahnya di paha Bu Wira sambil menangis kesegukan hingga air matanya membasahi gaun Bu Wira.
Melihat Putranya menagis bersimpuh kepadanya Bu Wiravlangsung saja meneteskan air matanya lalu mengelus lembut rambut tebal Rangga.
"Mama merestui hubungan kalian. Sekarang pergilah bersihkan nama, Ana. Buat dia kembali di puji oleh semua orang. Jangan biarkan dia di hina dan di benci akibat perbuatan yang dia tidak lakukan sama sekali" ucap Bu Wira tersenyum lalu mencium lembut puncak kepala Rangga.
"Terima kasih, Ma" ucap Rangga langsung saja menatap lekat wajah Bu Wira lalu menciumi tangannya dengan semangat.
Bu Wira langsung saja menghapus air mata Rangga lalu mencium lembut kening Putranya "Mama harap kamu bisa membahagiakan Ana, Sayang. Sudah cukup penderitaan yang dia alami selama ini"
"Ia, Ma. Rangga janji akan memperlakukan Ana sangat istimewa sihingga dia lupa jika dia pernah mengalami penderitaan yang begitu menyakitkan. Rangga pergi dulu ya, Ma. Rangga akan mengembalikan nama baik menantu, Mama" ucap Rangga menciun kening Bu Wira lalu pergi dengan tergesa gesa.
Karna terlalu buru buru Rangga sampai tidak sadar jika dia melewati Ana yang sedari tadi berdiri di depan pintu mendengarkan percakapan mereka. Ana terus saja menatap kepergian Rangga dengan perasaan tidak menentu.
__ADS_1
"Terima kasih karna telah mencintaiku dengan tulus, Nga. Aku juga sangat mencintaimu"
Bersambung....