NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
72# Keluarga Utuh


__ADS_3

Setelah melakukan perdebatan yang begitu senggit akhirnya Bu Andar mengalah. Keluarga Andreas akhirnya menyerahkan hak asuh Alvian kepada Ana. Meyakinkan mantan Mama mertua Ana tidaklah mudah. Rangga harus mengancamnya dulu untuk membawa masalah hak asuh Alvian ke pengadilan.


Karna takut jika Andreas akan di tahan karna pernah melakukan kekerasan dalam rumah tanggany, akhirnya Bu Andar memilih untuk mengalah. Hanya saja dengan syarat mereka bisa menemui Alvian dan Rayza kapan saja.


Ana langsung saja menyetujuinya. Bagaimanapun Alvian dan Rayza adalah cucu dari keluarga itu. Ana tidak mau menjauhkan Alvian dan Rayza dari keluarga papa kandungnya.


Karna lelah melakukan perdebatan hak asuh Alvian sesampainya di rumah Ana langsung saja merendam dirinya untuk merilekskan pikirannya dan juga tubuhnya. Ana mencoba memejamkan matanya sambil menghitum wangi lavender yang menenagkan pikirannya.


Tiba tiba Ana membuka matanya ketika merasakan air yang merendam tubuhnya bergoyang. Ana langsung saja tersenyum ketika melihat Rangga juga ikut bergabung di sampingnya.


Ana langsung saja menyandarkan kepalanga di bahu lalu mengengam erat tangan suaminya.


"Maafkan aku" ucap Rangga tiba tiba.


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja mengerutkan keningnya binggung.


"Untuk apa?"


"Aku tau jika percandaanku tadi menyakiti hatimu"


Rangga langsung saja menarik lembut dagu Ana sehingga kedua nutra mereka saling berpandangan.


"Aku tau kamu kecewa mendengar sebutan istri durhaka dariku. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga mulutku. Aku minta maaf, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Rangga penuh permohonan karna dia tau perkataannya tadi menyakiti hati sang istri.


"Sudah tidak apa apa. Aku juga minta maaf karna belum bisa jadi istri yang baik untukmu"


"Ssttt, jangan ucapkan itu lagi. Kamu adalah istri terbaikku. Aku bangga kepadamu. Kamu sudah melakukan tugasmu sebagai istri dengan sangat baik"


"Terima kasih" ucap Ana tersenyum lalu memeluk tubuh polos Rangga.


"Aku berjanji tidak akan bercanda seperti itu lagi. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga perkataanku" Rangga terus saja menyesali percandaannya yang telah menyakiti hati sang istri.


"Aku sudah memaafkanmu. Lebih baik kita lupakan saja dan kita memulai hari baru lagi" ucap Ana tersenyum.

__ADS_1


Rangga langsung saja tersenyum lalu menelus lembut rambut panjang Ana. Dia langsung saja mengecup lembut kening Ana. Rangga bersyukur karna memiliki istri seperti Ana. Istri yang tangguh dan juga begitu lembut.


*******


Mendengar berita jika Ana dan Rangga berhasil mengambil hak asuh Alvian, Bu Wira langsung saja merasa bahagian. Dia langsung saja masak makan malam yang banyak untuk merayakan kedatangan Alvian di keluarga mereka.


Bu Wira memang sangat menyayangi Ana sedari dulu. Bahkan dia juga pernah ingin menjodohkan Ana dan Rangga semasa Ana da Rangga masih sekolah dulu. Tapi, setelah mengetahui jika Ana menjalin hubungan dengan Brian keponakannya, Bu Wira langsung saja mengubur dalam dalam keinginannya untuk menjadikan Ana sebagai menantunya.


Terlebih lagi saat mendengar kabar kematian kedua orang tua Ana. Bu Wiralah yang selalu ada di samping Ana. Dia memberikan kasih sayang seorang ibu ke Ana sehingga Ana tidak merasa kehilangan kasih sayang seorang ibu.


Namun, saat Rangga pergi ke luar negri Wira dan Istrinya ikut pindah sehingga mereka putis kontak dengan Ana. Mendengar berita masalah rumah tangga Ana saat pertemuan Ana dan Rangga pertama kalinya hati Bu Wira langsung saja terasa sakit.


Dia merasa bersalah karna telah pergi dan meninggalkan Ana seorang diri di kota yang begitu kejam ini. Bu Wira terus saja memberikan kasih sayang kepada Ana dan kedua putranya untuk menghilangkan rasa bersalahnya.


Jika mereka dulu tidak meninggalkan Ana pasti Ana tidak akan mengalami kejadian yang sangat menyakitkan saat menjadi istri Andreas.


"Nenek masak apa?" ucap Alvian duduk di kursi.


"Nenek lagi masak untuk makan malam, Sayang. Kamu sudah bangun? adikmu mana?" ucap Bu Wira tersenyum.


"Sudah, paling mereka masih mandi"


"Apa Papa dan Mama berhasil, Nek?"


"Berhasil apa, Sayang" ucap Bu Wira mengerutkan keningnya sambil menatap Alvian binggung.


"Apa Papa dan Mama berhasi meyakinkan Nenek dan mengijinkanku tinggal di sini?" ucap Alvian penuh kecemasan.


"Papa dan Mama berhasil, Sayang. Kamu boleh tinggal di sini"


"Bener, Nek?" ucap Alvian tersenyum bahagia.


Melihat kebahagiaan Alvian, Bu Wira langsung saja tersenyum mengangguk. Melihat itu Alvian langsung saja tertawa bahagia.

__ADS_1


"Alvian mau bertemu Papa dan Mama dulu ya, Nek" ucap Alvian langsung saja berlari ke kamar Ana dan Rangga.


"Ada apa, Sayang?" ucap Ana tiba tiba datang bersama Rangga.


"Jadi Alvian bisa tinggal di sini, Ma?" Ucap Alvian tersenyum bahagia.


"Ia, Sayang. Mulai sekarang kamu tinggal di sini bersama Papa dan Mama" Ana langsung saja tersenyun sambil membelai lembut wajah Alvian.


"Yaech... Jadi aku bisa terus menjaga Adik Rayza. Terima kasih, Pa" ucap Alvian bersorak gembira lalu memeluk Rangga.


"Sama sama, Sayang" Rangga langsung saja membalas pelukan Alvian lalu mencium lembut wajah Alvian.


"Adi Tak Ian atan inggal i ini?" ucap Rayza tiba tiba datang dengan penampilan ala bangun tidurnya.


"Eh, putra papa sudah bangun. Ia, sayang mulai sekarang Alvian tinggal di sini bersama kita" ucap Rangga tersenyum ramah lalu membawa tubuh gembul Rayza ke dalam gendongannya.


"Yaech... Ayza ica ain teus elsama Tak Ian" Rayza langsung saja bersorak gembira lalu menciumi wajah Rangga dengan penuh kasih, Sayang.


Semua orang yang ada di sana langsung saja tersenyum bahagia. Mereka semua langsung saja menjalani hari harinya sebagai mana keluarga utuh yang semestinya. Rayza dan Alvian terus saja di hujani kasih sayang yang di berikan oleh Rangga dan kedua orang tuanya.


Karna ada dukungan dari keluarga dan juga semangat dari Rayza akhirnya mental Rayza berangsur angsur pulih. Terlebih lagi Dokter An yang bersedia datang ke rumah mereka untuk mengontrol perkembangan Rayza.


Hingga akhirnya Rayza di nyatakan pulih walaupun belum bisa bertemu secara langsung dengan Andreas. Dokter An menyarankan agar Rayza bertemu dengan Andreas dengan cara bertahap.


Pertama di mulai dengan suara. Jika Rayza tidak lagi ketakutan mendengar suaran Andreas maka keesokan harinya boleh mempertemukan mereka secara langsung tapi dari kejauhan. Jika Rayza tidak takut lagi melihat Andreas dari kejauhan maka mereka boleh di pertemukan secara langsung.


Karna terlalu semangat untuk penyembuhan Rayza, Ana tak pernah kenal lelah. Dia terus saja melakukan pemotretan agar bisa membantu Rangga membuayai pengobatan Rayza.


Walaupun Rangga melarangnya karna takut kondisi Ana drop karna terus bekerja tapi, Ana tetap saja kekeh dengan pendiriannya. Dia tidak mau menjadikan kedua putranya menjadi beban untuk Rangga.


Brukkkk...


"Ana!"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2