
Ana hanya mampu menelan ludahnya melihat buah mangga yang ada di depannya. Dia langsung saja duduk di warung buk Rt mencoba bergabung dengan ibu ibu yang lainnya.
"Eh nak Ana. Tumben keluar" ucap buk Jefri tetangga Ana.
"Ia buk. Ana suntuk di rumah"
"Itu makanya jangan merem terus di rumah. Ikut gabung dong dengan kita ibu ibu kompleks sini" ucap Ibu ibu yang lainnya.
Mendengar ucapan para ibu ibu Ana hanya tersenyum sambil mengambil cemilan hang ada di rak jualan buk Rt.
"Denger denger suamimu sudah bekerja ya, Na?" ucap buk Rt menemani Ana yang sedari tadi hanya diam.
"Alhamdullilah, Buk. Mulai tadi pagi Mas Andreas sudah mulai kerja"
"Allhamdullillah lah nak. Semoga suamimu yang malas itu bisa memberikan nafkah untukmu. Ibu merasa kasihan kepadamu nak. Lihat sekarang badanmu sangat kurus tidak terurus, padahal pertama kali kamu datang kemari kamu itu sangatlah cantik" buk Rt menatap iba ke Ana yang sekarang berubah drastis.
Mendengar ucapan buk Rt, Ana hanya menunduk sambil menahan air matanya agar tidak tumpah. Setelah menikah dengan Andreas hanya buk Rtlah yang paling mengerti dirinya.
"Na, ini mangga untukmu" ucap pak Rt memberikan beberapa buah mangga kepada Ana.
"Tapi pak?" Ana merasa tidak enak.
"Ambillah, ini buat bayi yang ada di kandunganmu" ucap pak Rt memasukkan mangga yang ada di tangannya kedalam kantongan plastik lalu memberikannya ke Ana.
"Ambillah nak, jika kamj menunggu pria manja itu untuk mengambilnya maka kamu tidak akan pernah mendapatkannya" ucap buk Rt memberi pengertian ke Ana.
"Terimakasi pak" Ana langsung saja menerima kantongan yang berisi buah mangga.
Setelah melihat hari mulai sore Ana langsung saja kembali ke rumah untuk membereskan rumah dan memasak untuk makan malam. Mama mertua Ana setiap hari ikut suaminya untuk memantau keadaan perkebunan mereka. Sedangkan Putri adik ipar Ana setiap hari pergi ke sekolah dan pulang sore bahkan malam.
Setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah Ana mendengar suara seoeda motor Andreas berhenti di teras depan rumah. Mendengar itu Ana langsung saja keluar untuk menyambut suaminya.
Namun Andreas langsung saja melewatinya tanpa menatap ke arah Ana. "Siapkan air hangat untukku"
__ADS_1
Mendengar ucapan suaminya Ana langsung saja menganguk lalu pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Andreas. Ana juga langsung menyiapkan handuk dan juga pakaian ganti untuk Andreas.
"Sudah siap, Mas" ucap Ana melihat Andreas yang sedang sibuk menghitung uang gajinya satu hari ini.
Mendengar ucapan Ana langsung saja menyimpan seluruh uangnya di dompetnya lalu membawanya ke kamar tanpa memperdulikan Ana yang berdiri di sampingnya.
Ana yang sudah terbiasa dengan sikap Andreas langsung saja duduk di sofa lalu menyalahkan tv untuk menghilangkan kejenuhannya.
Namun baru lima belas menit dia meletakkan bokongnya di sofa tiba tiba Andreas memangilnya.
"Siapkan makanan untukku" Andreas langsung saj duduk di samping Ana.
"Mas, mau makan di sini?"
"Ia" ucap Andreas singkat. Tak mau banyak tanya Ana langsung saja pergi ke dapur untuk mengambilkan makan malam suaminya.
Tak menunggu lama Ana langsung saja membawa sepiring nasi beserta lauk pauknya lengkap dengan air minum lalu meletakkannya di meja depan Andreas.
"Kamu sudah makan?" ucao Andreas yang melihat Ana hanya diam saja.
"Kamu makan itu saja. Sayang di buang karna mencari uang itu tidak mudah. Aku mau pergi dulu" ucap Andreas lalu pergi meninggalkan Ana.
Melihat sikap Andreas yang sesuka hatinya saja Ana langsung saja mengepalkan tanggannya geram. Baru tadi pagi Ana bersyukur karna Andreas mau bekerja dengan harapan Ana mendapat uang belanja dari Andreas.
Namun harapan tinggallah harapan jangankan di berikan uang belanja untuk kebutuhannya dan juga nutrisi bayi dalam kandungannya. Bahkan Andreas sama sekali tidak peduli dengan keadaannya dan juga bayi yang ada dalam kandungannya.
*****
Hari demi hari terus berlalu hingga kandungan ana semakin membesar. hari ini adalah jadwal Ana untuk periksa kandungannya. Namun karna tidak memiliki uang dia memilih untuk membangunkan Andreas yang masih tidur karna dia membutuhkan uang untuk memeriksakan kandungannya.
"Mas, bangun aku mau periksa kandunganku."
"Apa lagi sih. Apa kamu tidak tau jika aku lelah bekerja seharian semalam" bentak Andreas kesal.
__ADS_1
"Aku butuh uang untuk periksa kandunganku. Karna bidannya bilang bulan ini aku harus USG."
"Uang, uang, uang yang terus ada di pikiranmu"
"Ya jelas lah, Mas. Itu karna kamu yang tidak pernah memberikan uang untukku. Makanya aku terus terusan meminta kepadamu" ucap Ana lantang.
"Jika aku memberikan uang kepadamu pasti kamu akan menyembunyikannya dariku. Aku akan mengantarmu nanti kamu korupsi pula" ucap Andreas lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkam dirinya.
Setelah melihat Andreas keluar dari kamar mandi Ana langsung saja menghampirinya. "Mas, aku minta uang untuk beli sampo"
"ini" ucap Andreas memberikan uang seribu ke Ana.
"Apa ini, Mas" ucap Ana melihat uang seribu yang di berikan Andreas.
"Kamu bilang mau beli sampo" ucao Andreas tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Masak setiap aku mau beli sampo harus melopor dulu samamu, Mas" ucap Ana kesal.
"Nanti aku akan membelikan sampo satu bal utukmu. Mudahkan" Andreas langsung saja pergi meningalkan Ana.
Tidak mau terus terusan berdebat Ana langsung saja pergi ke warung untuk membeli sampo lalu bersiap siap untuk pergi ke puskesmas.
*****
Setelah namanya di panggil Ana langsung saja masuk ke ruangan di ikuti Andreas dari belakannya. Dokter langsung saja memeriksa keadaan kandungan Ana dan mulai menggerakkan alat USG di perut Ana yang sudah mulai membuncit.
"Maaf bu Ana coba anda lihat ukuran bayi anda sangatlah kecil di lihat dari usia kandungan anda saat ini. Di lihat dari sini sudah jelas jika bayi anda kurang gizi" jelas dokter itu menatap Ana penuh rasa kecewa.
"Kan saya terus terusan bilang jika anda harus memperhatikan nutrisi bayi anda. Jika tidak mau makan cobalah sedikit saja untuk bayi anda" Jelas dokter itu lagi lalu menyuruh Ana untuk duduk.
"Maaf dok." ucap Ana menunduk.
"Saya harap bulan depan berat bayimu semakin naik. Ini resep obat silahkan kalian tebus di apotik, saya juga sudah menambahkan vitamin di situ agar nutrisi bayimu terpenuhi"ucap Dokter itu menyerahkan resep obat untuk Ana.
__ADS_1
Ana langsung saja menerimanya lalu pergi ke apotik untuk menebus obatnya dengan penuh rasa bersalah karna tidak bisa memberikan nutrisi yang baik untuk kandungannya. Sedangkan Andreas tidak peduli sama sekali dia terus saja berjalan di depan Ana.
Bersambung....