NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
32# Mas Ganteng


__ADS_3

Setelah melihat Ana datang semua kru langsung saja menyambutnya dengan sangat hangat. Di tambah lagi dengan Egi yang merias Ana yang selalu heboh dan gemulai membuat Ana selalu tersenyum lepas.


"Wah, ini tangan aike yang ajaib apa memang wajahmu yang sangat cantik sih, sayang?" ucap Egi si wanita berjenis kelamin pria menatap takjub kecantikan Ana.


"Ini mah wajah Nona Ana yang cantik alami" ucap karyawan lainnya yang juga menatap kagum kecantikan Ana.


"Kalian bisa saja. Jangan pangil aku dengan sebutan Nona ataupun Nyonya karna aku tidak nyaman dengan pangilan itu. Lebih baik panggil aku Ana saja" ucap Ana tersenyum.


"Sayang, kamu ternyata tidak hanya cantik. Tapi, kamu juga sangat baik dan ramah" puji Egi kembali.


Mendengar pujian dari semua rekan kerjanya Ana langsung saja tersenyum malu. Semenjak menikah dengan Andreas baru kali ini dia di puji dan di perlakukan dengan sangat baik.


Rangga hanya menatap tersenyum menatap Ana yang selalu melebarkan senyumannya. "Lihat nak. Mamamu sangat bahagia. Papa berharap senyuman itu tidak akan pernah hilang lagi dari wajah cantik mamamu" ucap Rangga sambil membelai lembut puncak kepala Rayza yang tidur dengan pulas di sampingnya.


Bukan hanya Rangga, Brian juga terus menatap Ana dengan penuh kekaguman. Seperti ada mahgnet dia antara mereka. Setiap Ana tersenyum maka Brian juga ikut tersenyum melihatnya.


Tapi, ada seseorang yang menatap Ana dengan penuh amarah. Siapa lagi jika bukan Julia, dia terus saja menatap Ana dengan geram. Julia tidak menyangka jika baru sebentar Ana berada di sana dia langsung saja mendapat pujian yang begitu banyak.


Hingga akhirnya Ana telah selesai melakukan pemotretan. Ana langsung saja menghampiri Rangga dan Rayza yang masih duduk di sofa.


"Hai, sayang. Kamu sudah bangun?" ucap Ana melihat Rayza sedang bermain dengan Rangga.


"Dah, ma. Ama udah iap otetan a?"


"Sudah, sayang. Kamu tidak nyaman ya tidurnya? maafin mama ya, sayang"


"Ndak tok ma. Ayza idul enak alna da apa Angga" ucap Rayza tersenyum senang sambil menatap Rangga.


"Haii.. putra siapa nih? aike jadi gemes gemes" ucap Egi menoel wajah gembul Rayza.

__ADS_1


"Uta ama" ucap Rayza tersenyum sambil menunjuk ke arah Ana.


"Wahh.. jadi dia putramu, sayang? dia tampan sekali. Tapi siapa pria cool ini? apa dia suamimu?" ucap Egi menatap genit ketampanan Rangga.


"Dia adik sepupuku. Kenalkan dia Rangga" ucap Brian memperkenalka Rangga.


"Jadi, dokter itu adik sepupu, Bos?" batin Julia yang berdiri di belakang Brian.


"Hello, pak Rangga yang ganteng. Kenalkan aku Egi penata rias disini yang paling aduha..haii" ucap Egi dengan genitnya sambil menoel dada bidang Rangga.


Melihat aksi agresif Egi, Rangga langsung saja mengidik ngeri. Melihat reaksi Rangga, Ana langsung saja tersenyum sambil menahan tawanya.


"Ayo kita pulang" ucap Rangga langsung saja mengendong Rayza.


"Kak, kami pulang dulu. Ayo, Na" ucap Rangga langsung saja meninggalkan Egi yang terus saja menatapnya begitu genitnya.


"Eh, Mas ganteng. Tunggu Egi" ucap Egi langsung saja mengejar Rangga dan Ana.


"Egi, selesaikan pekerjaanmu" ucap Brian dinggin.


"Pak, Bos gak tau saja Egi sedang mengejar Mas ganteng" ucap Egi cemberut tapi langsung saja mengerjakan tugasnya.


Brian langsung saja menatap kepergian Rangga dan Brian dengan tatapan kosong. Dia tidak tau harus bahagia atau bersedih melihat Ana yang kini telah kembali ceria seperti dulu lagi.


*****


Sepulang dari kantor Julia langsung saja kembali ke rumah kosannya. Dia dengan kesalnya masuk kedalam kosannya yang sangat luas itu.


"Kamu kenapa?" ucap Andreaa santai sambil memaikan game.

__ADS_1


Setelah Ana pergi dari rumah orang tuanya Andreas memilih untuk tinggal dan menumpang hidup di rumah Julia. Karna Andar yang murka atas perbuatan Andreas dan menyita semua pasilitas yang di berikannya kepada Andreas. Walaupun bu Andar sering sembunyi sembunyi memberikan uang kepada Andreas tanpa sepengetahuan Andar suaminya.


"Kamu kenapa tadi tinggalin aku di rumah sakit?" bentak Julia kesal mengingat kejadian di rumah sakit tadi


"Kamu juga bisa priksa sendirikan. Ada tidak ada aku di sana sama saja" ucao Andreas santai tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Kapan sih kamu bisa perhatian sama anak kita?" ucap Julia manja sambil memayunkan bibirnya.


Melihat Julia yang cemberut Andreas langsung saja membuang napasnya kasar. "Bagaimana tadi hasil kontrolnya?"


"Dokter bilang kandunganku lemah. Dokter juga bilang jika aku tidak boleh terlalu lelah dan stres" ucap Julia langsung saja bersandar manja di bahu Andreas.


"Kamu sih. Apa apa di pikirin. Jadinya beginikan"


"Sayang, kamu jadinya kapan nikahin aku? perut alu semakin hari semakin membesar lho"


"Kamu tenang saja. Kita akan segera menikah"


"Jadi, kamu mau pisah dengan istrimu itu?"


Mendengar ucapan Julia, Andreas langsung saja terdiam. Jujur saja hatinya tidak rela jika berpisah dengan Ana. Apalagi melihat Ana yang sekarang jauh semakin cantik bahkan jauh lebih cantik dari pada saat mereka pertama kali bertemu.


Bersambung....


Haii semuanya...


Author promosi lagi ya😁. Janngan lupa mampir di karya bestie authur ya. Karyanya sangat menarik dan sayang untuk di lewatkan.


Jangan lupa tinggalka jejak kalian jika sudah mampir 🥰😘

__ADS_1



__ADS_2