NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
37# Meminta kesempatan


__ADS_3

Setelah selesai melakukan pemotretan Ana langsung saja menghampiri Rayza yang sedang bermain dengan Brian.


"Sayang, kamu senang bermain dengan paman Brian?" ucap Ana tersenyum.


"Ia, Ma. Aman ian aik, ama elti papa Angga" ucap Rayza tersenyum bahagia.


Degh... hati Brian langsung saja bergetar mendengar pangilan papa dari Rayza kepada Rangga. Brian langsung saja berpikir jika Ana dan Rangga ada hubungan spesial.


"Na, bisa kita bicara sebentar?" ucap Brian tidak sangup lagi menahan perasaannya. Dia takut jika Rangga mendahuluinya untuk mengisi hati Ana kembali.


"Miss aku titip Rayza ya" ucap Ana kepada Egi.


"Ok, sayang. Kamu tenang saja putramu yang tampan ini akan aman bersamaku" ucap Egi sambil langsung saja bermain dengan Rayza.


Brian langsung saja melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Melihat itu Ana langsung saja mengikutinya dari belakan. Sesampainya di ruangannya Brian langsung saja mempersilahkan Ana untuk duduk di sofa.


Ana langsung saja duduk di samping Brian. Namun, Ana tetap menjaga jaraknya. Brian terus saja menatap Ana dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


"Kenapa kakak menatapku seperti itu?" ucap Ana merasakan ada aura yang berbeda. Karna bagaimanapun Ana dan Brian pernah menjalin cinta bersama.


"A..aku ingin meminta maaf kepadamu. Aku minta maaf karna pernah menyiayiakanmu dan menodai cinta suci kita. Aku menyesal, Na. Maukah kau mengulangi masa masa indah kita seperti dulu? Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Na" ucap Brian mengengam erat tanggan Ana sambil menatap Ana dengan penuh permohonan.


Mendengar ucapan Brian berlahan air mata Ana kembali menetes. Semua kenangannya bersama Brian langsung saja terlintas di pikirannya. Namun kata kata Brian yang terakhir kalinya terdengar jelas di telinga Ana kembali.


"Aku mau kita putus. Aku tidak bisa meneruskan hubungan ini" kata kata Brian yang memutuskannya begitu saja langsung saja tergiang kembali di telingan Ana.


Dengan cepat Ana melepaskan gengaman tangan Brian dengan kasar lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Brian. Namun, Berlian yang sigap langsung saja menangkap tangan Ana.


"Ana maafkan aku. Aku menyesal" ucap Brian lirih sambil menatap mata Ana yang berlinag air mata. Tanpa Brian sadari air matanya juga keluar dari sudut matanya. Hati Brian begitu teriris melihat wanita yang dulu selalu dia jaga menangis karna dirinya.

__ADS_1


"Lepaskan aku, Kak!" bentak Ana sambil menatap tajam Brian.


"Kamu boleh membentakku, kamu juga boleh memakiku sesuka hatimu, Na. Jika kamu perlu kamu boleh memukulku. Karna aku pantas untuk mendapatkan itu semua" ucap Brian lirih sambil terus menatap Ana dengan penuh penyesalan.


"Sekarang! kenapa kakak datang sekarang? dimana kakak dulu! di saat aku mendapat siksaan karna perbuatan kita berdua. Kakak mengambil kesucianku lalu meninggalkanku begitu saja. Hingga akhirnya aku terjatuh kedalam neraka pernikahan yang begitu menyakitkan. Kenapa kak? kenapa? kenapa kita berdua yang berbuat dosa! tapi aku sendiri yang mendapat balasanya!"


"Maafkan aku, Na. Aku menyesal. Aku mohon maafkan aku" hanya kata kata itu yang mampu Brian ucapkan. Jujur saja dia tidak menyangka jika akibat perbuatan mereka dulu Ana akan mendapatkan siksaan yang begitu menyakitkan.


"Maaf! maaf hanya itu yang bisa kakak ucapakan"


"Maafkan aku, Na. Aku akan menebus semua kesalahanku dulu. Tapi, aku mohon beri aku kesembatan untuk menebusnya"


"Tidak! aku tidak bisa. Maaf aku tidak bisa menerima kembali orang yang telah mencampakkanku seperti sampah" tegas Ana lalu menepis kasar tangan Brian.


"Apa karna Rangga? apa karna Rangga kamu tidak mau menerimaku lagi, Na?" tegas Brian.


Mendengar itu Ana langsung saja menghentikan langkahnya lalu menatap Brian dengan tatapan yang tidak dapat di artikan. Jujur saja dia tidak tau apa karna Rangga dia bisa menolak Brian orang yang dulu sangat di cintai.


Degh.. rasanya jantung Ana ingin berhenti berdetak mendengar ucapan Brian. Bagaikan langit dan bumi itulah perbedaannya dengan Rangga. Rangga memang menyayanginya tapi, apa Rangga mencintainya? walaupun Rangga mencintainya apa keluarga Rangga akan menerimanya yang hanya seorang janda dua anak.


Apalagi jika keluarga Rangga tau jika Brian dengannya sudah pernah melakukan hubungan yang jauh dari kata pacaran. Pertanyaan pertanyaan itu mengelilingi pikiran Ana. Hingga akhirnya Ana memilih untuk pergi meningalkan Brian dengan perasaan yang sangat kacau.


Tanpa mereka sadari Julia sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Julia langsung saja tersenyum licik mendengar semua yang terjadi kepada Ana. Satu point telah dia dapatkan untuk menjatuhkan Ana.


Ana terus saja menangis sepanjang perjalanan tanpa memperdulikan semua orang yang dia lewati. Karna pikirannya yang sangat kacau tanpa Ana sadari jika Rangga melihatnya menangis setelah keluar dari ruangan Brian.


"Papa, apa mama angis?" ucap Rayza yang melihat Ana sedang menagis dan berlari keluar.


"Miss Egi tolong jaga Rayza sebentar ya" ucap Rangga langsung saja memberikan Rayza kepada Egi.

__ADS_1


Belum saja Egi berbicara Rangga langsung saja melangkahkan kakinya menuju ruangan Brian dengan penuh amarah. Rangga juga melihat Julia yang tersenyum sinis sambil memainkan ponselnya. Melihat itu Rangga tau jika Julia sedang merencanakan rencana licik untuk menjatuhkan Ana.


Namun, Rangga memilih untuk tidak mengubrisnya. Rangga langsung saja membuka pintu ruangan Brian dengan kasar lalu menatap Brian dengan tatapan yang penuh amarah.


"Apa yang kau lakukan kepada Ana? ha!" teriak Rangga sambil menckram kerah baju Brian.


"Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya memintanya memberiku kesempatan untuk menebus kesalahanku. Karna aku sangat mencintainya dan aku tidak ingin melihatnya terus menderita" ucap Brian lantang.


Bughh...


Rangga langsung saja melayangkan tinjunya. Hingga Brian langsung jatuh tersungkur dengan darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


"Kau kira Ana itu sampah yang bisa kau buang lalu kau pungut sesuka hatimu! Baru sekarang kau sadar jika kau telah menyakiti Ana. Ingat aku tidak akan membiarkan pria brengsek sepertimu mendekati Ana" ucap Rangga tegas sambil megeraskan rahangnya.


"Aku hanya ingin menebus kesalahanku. Aku menyesal! aku menyesal atas semua perbuatanku kepadanya"


Bughh....


Rangga yang geram dengan ucapan Brian langsung saja melayangkan tinjunya kemabali ke wajah Brian.


"Kenapa? kenapa kau tidak membiarkanku untuk mendapatkan Ana kembali?" ucap Brian tegas sambil menatap Rangga.


"Karna aku mencintainya! Maka aku tidak akan membiarkan pria brengsek sepertimu menyakiti hati wanitaku lagi"


Bersambung....


haiii semuanya🤗🤗


Author izin promo ya. Jangan lupa mampir di karya sahabatku ya🤭.

__ADS_1


Karyanya sangat menarik dan sayang untuk di lewatkan. Author yakin kalian tidak akan menyesal membacanya😘🥰🥰



__ADS_2