
Di pagi hari Andar dan juga istrinya sedang bersiao siap untuk pergi ke kebun mereka. Tapi, seorang pengantar pos dantang mencari keberadaan Andreas.
"Maaf apa ini kediaman Tuan Andreas?" ucap tukang Pos.
"Ia, ada apa ya?" ucap Bu Andar binggung.
"Ini ada surat pangilan dari pengadilan agama" tukang Pos itu langsung saja menyerahkan amplop berisi surat pangilan dari pengadilan.
Dengan cepat Andar langsung saja merampas amplop itu lalu membaca isinya.
"Apa itu, Pa?" ucap Bu Andar penasaran.
"A.Ana mengungat cerai Andreas" ucap Andar tidak percaya. Sedangkan tukang pos itu langsung saja pergi setelah melihat wajah Andar yang penuh amarah.
"Apa Ana berani mengungat cerai putra kita? dasar wanita itu" ucap Bu Andar geram.
Namun, tiba tiba Andreas pulang ke rumahnya dengan membawa Julia bersamanya.
"Ada apa, Ma?" ucap Andreas melihat Papanya sedang emosi.
"Ini Ana berani mengungat cerai kamu" Bu Andar langsung saja memberikab surat pangilan dari pengadilan kepada Andreas.
"Apa?" Andreas langsung saja membulatkan matanya tidak percaya melihat surat panggilan itu.
"Sudah! biarkan saja. Mama yakin dia akan menyesal dengan keputusannya itu. Setelah kau resmi bercerai dengan Ana. Mama akan menikahkanmu dengan Julia. Mama akan mengadakan pesta yang sangat meriah" ucap Bu Andar bangga karna Andreas mendapatkan Julia yang pekerjaannya lumayan bagus.
"Kamu ini tidak punya pikiran sedikitpun" ucap Andar kesal mendengar ucapan istrinya. Andar langsung saja pergi meninggalkan anak dan istrinya yang tak punya hati nurani itu.
Sedangkan Bu Andar sama sekali tidak peduli. Dia langsung saja menatap Julia lalu mengelus perut Julia yang masih datar.
"Kamu mau berangkat kerja, Nak?"
__ADS_1
"Ia, Ma. Tapi mas Andreas bilang mampir dulu di sini. Karna tadi Julia gak sempat masak"
"Sudah, tidak apa apa. Ayo kita sarapan. Mama sudah masak lho"
Bu Andar langsung saja membawa Julia masuk kedalam rumahnya. Sedangkan Andreas hanya mengikut dari belakang dengan pikirannya yang sangat kacau. Sedangkan para tetangga yang melihat kedekatan Bu Andar dan Julia langsung saja menatap sinis ke arahnya.
Bu Andar dengan senang hati melayani Julia. Dia bahkan tidak membiarkan Julia untuk mencuci piring bekas makannya. Melihat kebaikan calon mertuanya Julia langsung saja merasa sangat senang.
"Ternyata Mama sangat baik. Tapi kenapa keadaan Ana selama di sini begitu buruk ya?" batin Julia mengingat keadaan Ana saat Ana melabraknya.
Setelah selesai sarapan Andreas langsung saja mengantar Julia ke kantor. Namun, Julia melihat setelah Andreas mendapatkan surat pangilan dari pengadilan sikap Andreas sangat aneh. Andreas sama sekali tidak mau bicara.
"Kamu, kenapa sayang?" ucap Julia manja.
"Tidak apa apa. Sudah kamu masuk sana aku mau pergi" ucap Andreas datar lalu melajukan sepeda motornya meninggalkan Julia.
Melihat sikap Andreas yang semakin hari semakin cuek kepadanya membuat Julia sangat kesal. Julia langsung saja mengira jika perubahan sikap Andreas karna Ana. Hingga membuat Julia semakin membenci Ana.
*****
Ana mengendarai mobil pemberian Rangga. Terlihat pesona ibu dua anak itu semakin hari semakin terpancar hingga membuat para kaum pria yang melihatnya langsung saja terpesona akan kecantikannya.
Namun, saat memasuku mini market Ana langsung saja mendengar suara yang tidak asing di telinganya memangil nama putranya.
"Rayza" ucap Putri mendekati Ana dan Rayza.
"Ibi" ucap Rayza senang lalu memeluk Putri.
Putri yang sigap langsung saja membawa Rayza kedalam gendongannya. Putri langsung saja menatap penampilan Ana dari ujung kepala sampai ke ujung kaki dengan penuj rasa tidak percaya.
"Kak Ana?" ucap Putri menatap kagum kecantikan Ana.
__ADS_1
"Kamu kenal dengan dia, Put?" ucap teman Putri menatap Ana dengan penuh rasa tidak percaya.
"Dia kakak iparku" ucap Ana memperkenalkan Ana.
"Apa?" ucap teman Ana tidak percaya.
"Kenapa kamu terkejut seperti itu?" ucap Putri.
"Kakak model perusahaan yang paling ternama itu kan. Kalau gak salah nama CEOnya yang sekarang Brian?" ucap teman Putri terus saja menatap Ana.
"Ia, saya model dari perusahaan kak Brian" ucap Ana tersenyum.
"Whats... mimpi apa gue semalam. Bisa bertemu kakak di sini. Kakak walaupun masih baru di dunia permodelan tapi foto kakak sudah terpang pang dimana mana lho. Tapi, aku tidak menyangka jika kakak jauh lebih cantik dari yang aku kira" ucap teman Putri bersorak gembira.
Mendengar ucapan temannya Putri hanya mampu membuka mulutnya lebar karna terkejut. Dia tidak menyangka jika Ana akan menjadi sukses setelah pergi dari rumah mereka.
"Kalian mau kemana? kita ke kafe yok. Lagian tidak enak ngobrol sambil berdiri seperti ini" tawar Anna.
"Ok kak. Ayo, Put. Jarang jarang lho kita bisa ngobrol seperti ini dengan model terkenal" ucap teman putri bangga. Karna memang benar walaupun baru di dunia permodelan tapi Ana langsung saja terkenal.
Selaian kecantikannya yang begitu alami. Ana juga sangat terkenal dengan keramahan dan juga kerendaham hatinya.
Ana langsung saja membawa Putri dan juga temannya kedalam mobilnya. Melihat mobil mewah Ana, Putri langsung saja tercengang. Dia tidak menyangka jika Ana mempunyai mobil sebagus itu.
Ana langsung saja membawa Putri dan juga temannya ke kafe pavorit di sana. Mereka bercerita bersama. Teman putri yang begitu menyukai Ana terus saja menghujani Ana dengan berbagai macam pertanyaan.
Mulai dari perjalanan Ana menjadi model bahkan perjalanan cinta Ana dia telusuri semuanya. Dengan senang hati Ana menceritakan semuanya kecuali kisahnya dengan Andreas kakak Putri. Karna Delissa tidak mau jika Putri akan di jauhi oleh teman temannya karna kelakuan kakaknya yang tidak mempunyai hati.
Bersambung....
Hai semuanya😊
__ADS_1
Jangan lupa mampir di karya sahabatku ya. Ceritanya sangat menarik di jamin kalian akan menyukainya🥰🥰😚