NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
20# Barang Bekas


__ADS_3

Ana mencoba menghampiri Andreas yang sedang memainkan ponselnya di kamar mereka. Dia menatap Andreas dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Mas, siapa wanita yang kau masukkan ke storymu?" ucap Ana menatap Andreas dengan tatapan penuh selidik.


"Dia julia calon istriku" ucap Andreas tersenyum.


"Jadi selama ini kau bermain di belakangku?"


"Ia, lagian apa masalahnya samamu. Aku selalu pulang kerumah dan aku juga belum menikah dengannya."


"Jadi kau menikah dengannya?"


"Jika kau merestuinya atau tidak aku aka menikahinya minggu depan"


"Kalau begitu ceraikan aku" ucap Ana menatap tajam Andreas.


"Kau beneran mau pisah dariku? kau mau tinggal dimana? dipeceran?" ucap Andreas tersenyum sinis.


"Aku masih punya rumah peninggalan orang tuaku"


"Itu dulu. Tapi sekarang tidak lagi karna setahun lalu aku telah mengadaikannya dan kurasa sekarang rumah tua itu telah di sita oleh pihah bank" ucap Andreas santai.


"Apa? beraninya kau mengadaikan rumah peninggalan orang tuaku, Mas" ucap Ana mengepalkan kedua tangannya.


"Itu semua salahmu. Karna kau menghabiskan banyak uang untuk melahirkan anak haram itu"

__ADS_1


"Kau kurang ajar, Mas" teriak Ana langsung mengangkat tangannya hendak menampar Andreas. Namun, Andreas langsung saja menangkap tanggan kecil Ana lalu mencengkramnya erat.


"Jangan kau coba mengangkat tangan kotormu ini kepadaku" Andreas langsung saja menepis kasar tangan Ana lalu pergi keluar meninggalkan Ana.


Setelah kepergian Andreas, Ana langsung saja terduduk lemas di atas lantai. Dia meraung sambil menatapi nasibnya yang begitu menderita.


Namun, Ana langsung saja menghapus air matanya lalu menatap ke arah langit langit kamarnya dengan penuh amarah.


"Kau lihat saja, Mas. Akan ku buktikan jika aku bisa hidup tanpamu" Ana langsung saja bangkit lalu melangkahkan kakinya keluar. Dia berusaha mencari tau tempat tinggal Julia selingkuhan Andreas.


Setelah mendapatkan alamat Julia, Ana langsung saja menemui bu Rt untuk menitipkan Rayza.


"Bu, Ana titip Rayza sebentar ya" Ana menyerahkan Rayza ke bu Rt.


"Ia, Na. Memang kau mau kemana?" ucap bu Rt menatapa lekat wajah Ana. Dia melihat mata Ana yang sembab karna habis menangis.


"Ya, sudah. Ayo ray main sama kakek di dalam" ucap bu Rt langsung saja membawa Rayza kedalam rumahnya.


Setelah memastika Rayza telah masuk Ana langsung saja melangkahkan kakinya menuju rumah Julia. Dia memanggi ojek lalu menyuruh tukang ojek itu menuju alamat Julia.


Sesampainya di rumah kosan yang dia tuju Ana langsung saja melangkahkan kakinya memasuki area kosan wanita itu.


"Maaf, Disini ada yang namanya Julia tidak?" ucap Ana mencoba menghampiri wanita yang bertubuh berisi dan juga memakai pakaian super ketat sedang duduk di teras seorang diri.


"Ya, saya Julia" ucap Julia menatap penampilan Ana dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Oh, kebetulan sekali ya. Apa boleh kita bicara sebentar" ucap Ana ramah.


"Boleh. Walupun Anda belum mengucapkannya. Tapi, saya sudah tau apa tujuan anda kesini" ucap Julia tersenyum sinis karna dia sudah tau jika wanita kurus dan kusam itu adalah istri dari Andres kekasihnya.


"Kalau begitu bagus sekali. Tapi, jika boleh saya tau memang anda pikir tujuan saya kemari itu apa?"


Melihat sikap Ana yang sok akrab Julia langsung saja tersenyum sinis. "Pasti anda datang kemari untuk menyuruh saya meninggalkan suami anda kan? tapi, sayang sudah berkali kali saya meninggalkan suami anda. Tapi, suami anda terus saja mengejar saja dan berlutut meminta agar saya tidak meninggalkannya"


"Oo begitu ya. Jika boleh saya tau apa saja yang telah suami saya katakan kepada anda" ucap Ana tersenyum ramah sambil mendengarkan ucapan Julia dengan baik.


"Suami anda mengatakan jika bulan depan dia akan menikahi saya karna dia tidak bahagia hidup dengan anda. Setelah melihat anda di sini saya langsung tau apa alasan suami anda mencari kebahagiaan bersama saya. Saya juga melihat penampilan anda seperti ini pantas saja mas Andreas tidak pernah mengajak anda jalan bersamanya."


Mendengar ucapan Julia, Ana langsung saja menarik napasnya pelan lalu tersenyum ke arah Julia. "Memang benar apa kata orang jika, wanita jatuh ketangan pria yang tepat maka dia akan diperlakukan seperti ratu. Dan begitu sebaliknya. Jika, seorang wanita jatuh ketangan pria yang tidak tepat maka dia akan di perlakukan seperti babu. Begitulah nasib saya sekarang. Karna saya salah memilih pasangan jadi tubuh saya sekarang seperti ini kurus dekil karna tidak terurus."


"Dan saya kira tebakan anda salah tentang tujuan saya kemari" ucap Ana tersenyum lebar tanpa ada kesedihan yang terlihat. Mendengar ucapan Ana, Julia langsung saja mengerutkan keningnya binggung.


"Tujuan saya kemari hanya ingin mengucapkan terimakasi kepada anda karna anda telah memberikan jalan kebebasan kepada saya. Saya sangat bersyukur atas kehadiran anda saya bisa melihat jika harapan saya selama ini hanya harapan yang tidak akan tergapai selamanya. Jadi, ambillah suami saya. Saya ikhlas memberinya kepada anda. Anggap saja saya menyumbangkan suami saya kepada anda yang tidak bisa memiliki pria sedndiri" ucap Ana santai sambil tersenyum ke arah Julia.


"Dan ingat bersiaplah untuk mengantikan posisi saya dan mendapatkan kesakitan yang jauh lebih kejam dari saya. Karna, iblis akan menunjukkan sifat aslinya suatu saat nanti. Tapi, jika saya lihat anda dan suami saya sangat cocok. Satunya penghianat dan satunya lagi maling yang suka merebut milik orang" ucap Ana tersenyum.


Mendengar ucapan Ana, Julia langsung saja diam tidak berkutik. Dia hanya mampu mengepalkan tangannya geram melihat Ana yang tersenyum manis di depannya.


"Saya kira tujuan saya kemari telah selesai. Jadi saya pamit dulu ya. Karna saya mau berpesta akan kebebasan saya sebentar lagi. Saya titip barang bekas saya ya. Semoga anda bisa bahagia dengan barang bekas saya dan semoga saja dia tidak mencari wanita lain lagi yang jauh lebih seksi dan mengoda dari kamu" ucap Ana tersenyum lalu pergi meninggalkan Julia.


Melihat kepergian Ana, Julia lngsung saja mengepalkan tangannya geram. Dia langsung saja menelpon Andreas lalu melaporkan perbuatan Ana kepadanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2