NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
66# Kemungkinan Untuk Sembuh


__ADS_3

Sesuai rencana mereka, Ana dan Rangga membawa Rayza ke fisikolog. Sepanjang perjalanan Ana terlihat sangat cemas. Dia terus saja menatap putra kecilnya dengan penuh kecemasan.


Melihat itu Rangga langsung saja mengengam tangan istrinya untuk memberikan kekuatan. Ana langsung saja menatap Rangga yang fokus menyetir sambil melemparkan senyuman kepadanya.


Hingga akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Rangga langsung saja memarkirkan mobilnya dan langsung membukakan pintu untuk anak dan istrinya.


"Sayang, kita sudah sampai" ucap Rangga langsung saja membawa Rayza kedalam gendongannya.


"Ita dah ampai, Pa?" ucap Rayza menatap rumah sakit itu dengan bingung.


"Ia, Sayang. Kamu jangan takut ya. Papa yakin semua akan baik baik saja. Papa dan Mama beserta kak Alvian akan menemanimu" ucap Rangga tersenyum sambil mencium wajah chubby Rayza.


"Ia, Dik. Kakak akan menemanimu" ucap Alvian langsung saja memegang tangan Rayza.


"Ayo, Sayang" ucap Rangga tersenyum ketika melihat Ana hanya diam saja. Rangga langsung saja merangkul pingang Ana lalu berjalan memasuki rumah sakit itu.


Benar saja, Dokter An langsung saja menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah. Dokter An tersenyum lebar menatap keharmonisan keluarga Rangga yang selalu mesra dimana pun dan kapan pun.


"Selamat datang Dokter Rangga dan Nyonya Ana" ucap Dokter An ramah.


"Terima kasih, Dok" ucap Rangga tersenyum lalu menyalami Dokter An.


Dokter An adalah sahabat Rangga selama menitih ilmu kedokteran di luar negri. Ketika mendengar Rangga si playboy tobat dan menikah dengan janda beranak dua. Dokter An langsung saja merasa penasaran bagaimana wajah wanita yang berhasil menaklukkan hati Rangga yang gila wanita.


Benar saja, ketika melihat Ana, Dokter An langsung saja terpesona dengan kecantikan dan juga keramahannya. Melihat sahabatnya itu terus saja menatap istrinya Rangga langsung saja tidak terima.


"Jangan terlalu menatap milik orang seperti itu. Lebih baik kamu cari milikmu sendiri setelah itu tatap sepuas hatimu" ucap Rangga jengkel.


"Ha...ha... ternyata si playboy ini bukan hanya bucin tapi juga cemburuan" ucap Dokter Ana tertawa melihat wajah jengkel Rangga.


"Dasar kau!"

__ADS_1


"Sudahlah. Aku malas berdebat denganmu" ucap Dokter An santai lalu menatap Rayza yang ada di gendongan Rangga.


"Hai... Siapa namamu tampan?" ucap Dokter An langsung bisa menebak jika Rayzalah yang mengalami trauma.


"Ayza, Om" ucap Rayza.


"Namanya Ayza, kamu tampan sekali, Sayang" ucap Dokter An menatap gemas Rayza.


"Ukan Ayza Om api Ayza" ucap Rayza tidak terima karna Dokter An salah menyebut namanya.


"Ooo Rayza. Maaf Om salah" ucap Dokter An cengegesan sambik mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudahlah. Ayo kita masuk" ucap Rangga langsung saja membawa anak dan istrinya berjalan menuju ruangan Dokter An.


Melihat Rangga yang langsung nyelonong saja. Dokter An langsung saja membuang napasnya kasar lalu mengejar Rangga yang telah berjalan jauh.


Setelah sampai di ruangannya Dokter An langsung saja memeriksa keadaan Rayza. Setelah selesai Dokter An langsung saja mengelus puncak kepala Rayza sambil menatap bocah itu dengan penuh haru.


Dokter An tidak menyangka jika ada orang tua yang melakukan kekerasan di depan putranya sendiri. Dari sana Dokter An langsung sadar apa yang membuat Rangga bisa sangat menyayangi kedua anak sambungnya itu.


"Kamu yang tenang, Sayang. Putra kita pasti baik baik saja" ucap Rangga langsung saja menenangkan Ana lalu menatap Dokter An dan memberi kode kepadanya.


Melihat kode dari Rangga, Dokter An langsung saja menganguk mengerti. Dia langsung saja meletakkan Rayza bersama Alvian di sofa dan membiarkan mereka bermain di sana.


"Rayza tidak apa apa. Hanya saja dia masih merasa takut dengan hal yang berbau kekerasan dan juga dengan Papanya" ucap Dokter An menunjukkan gelombang otak milik Rayza.


"Apa dia bisa sembuh, Dok?" hanya itu kata kata yang mampu Ana ucapkan.


Ana terus saja menatap gelombang otak milik Rayza dengan penuh kecemasan. Walaupun tidak tau apa yang ada di dalam hasil lab itu tapi Ana merasakan kecemasan yang luar biasa. Dia takut jika Rayza akan mengalami trauma seumur hidupnya.


"Bisa, dia bisa sembuh. Itu semua ada di tangan kalian. Aku hanya bisa membantu dengan cara mrngobatinya" ucap Dokter An kembali duduk di bangku kuasanya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Dokter An, Ana langsung saja menataonya binggung. "Maksudnya, Dok?"


"Kalian harus memberikan dia kasih sayang yang berlimpah. Tunjukkan kepadanya keluarga yang harmonis sehingga dia bisa melupakan kekerasan yang pernah dilakukan Papanya. Jika dia terus merasa bahagia aku yakin gelombang otaknya akan kembali seperti semula"


"Apa dia akan selalu ketakutan melihat Papanya, Dok?" ucap Ana.


"Kalau itu" ucap Dokter An berusaha berpikir.


Melihat itu Ana langsung saja meremas kedua tangannya sambil menatap Rangga dengan penuh kecemasan. Rangga langsung saja merangkul istrinya dan mengatakan jika semua akan baik baik saja.


"Kalian coba menceritakan tentang kebaikan Papanya terlebih dahulu. Kalian harus memperkenalkan Papanya melalui cerita kalian. Kalian boleh memuji dan juga menceritakan tentang kebaikan Papanya terlebih dahulu" Jelas Dokter An.


"Jadi kami belum bisa mempertemukan mereka?" ucap Ana.


"Belum. Kalian tidak boleh mempertemukan mereka secara langsung. Bahkan kalian tidak boleh menujukkan fotonya. Kalian hanya boleh menceritakan tentang kebaikan Papanya saja. Boleh juga mendekatkannya dengan orang yang sangat mengenal Papanya seperti nenek atau kakeknya. Mereka akan menceritakan hal hal positif tentang papanya dengan penuh kelemutan dan kesabaran sehingga mudah di mengerti oleh Rayza. Tapi, kalian harus ingat kalian tidak boleh memperlihatkan hal yang berbau kekerasan kepadanya. Baik itu membentak dan memukul"


"Baik, Dok" ucap Ana dan Rangga serentak.


Mereka langsung saja menatap Rayza yang sedang bermain dengan bahagianya bersama Alvian. Melihat kebahagiaan Rayza, Ana langsung saja tersenyum sambil menitikkan air matanya.


"Kamu tidak perlu khawatir, Sayang. Aku berjanji akan melakukan apapun agar putra kita sembuh" ucap Rangga langsung saja menghapus air mata Ana dan memeluknya degan erat.


Melihat cinta Rangga yang begitu besar kepada Ana, Doktet An langsung saja tersenyum. Dia merasa bahagia karna sahabatnya itu akhirnya menemukan cinta sejatinya.


"Aku lihat kedua putra kalian sangat akur. Aku yakin jika mereka terus bersama kemungkinan Rayza sembuh sangat besar" ucap Dokter An.


Mendengar ucapan Dokter An. Ana dan Rangga langsung saja menatapnya binggung. Mereka langsung saja berpikir bagaimana caranya agar Rayza dan Alvian terus bersama.


"Baik, Dok. Kami akan selalu menyatukan mereka" ucap Rangga dengan penuh keyakinan.


"Tapi, Nga" ucap Ana tidak yakin. Ana takut jika mantan mertuanya tidak mengizinkan Alvian tinggal bersama mereka.

__ADS_1


"Kamu tenag saja, Sayang. Aku yang akan mengurus semuanya" ucap Rangga penuh keyakinan.


Bersambung.....


__ADS_2