NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
53# Penyesalan


__ADS_3

Rangga terus saja bermamain di puncak kembar Ana. Rangga terus saja melukis indah kepemilikinnya di sana. Hingga membuat Ana terus saja terbuai dalam pemainan Rangga. Ana mencoba mempererat pelukannya sambil terus saja ******** penuh kenikmatan


Melihat itu Rangha langsung saja tersenyum lalu memulai kewajibannya sebagai suami. Rangga langsung saja bergerak liar di atas Ana hingga membuat wanita cantik itu merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Rangga mencoba berbagai gaya agar membuat Ana puas dalam permainannya. Rangga bukanlah pria polos seperti tampangnya. Bahkan dia jauh lebih nakal dari Brian. Hal itulah yang membuat Rangga dulu mengalah dan mendukung hubungan Ana dengan Brian. Karna, dia tau dia tidak akan bisa setia kepada Ana.


Namun, setelah melihat keadaan Ana saat pertama kali mereka bertemu Rangga langsung saja merasakan penderitaan Ana setelah kepergiaannya. Hingga akhirnya takdir teeus mempertemukan mereka seperti tau bagaimana ikatan cinta mereka yang selama ini mereka pendam masing masing.


Hingga akhirnya Rangga merakan puncak kenikmatannya. Dia langsung saja memuntahkan benih benihnya di dalam rahim Ana. Karna merasa lelah Rangga langsung saja melemaskan tubuhnya di atas tubuh Ana.


"Kamu sangat nikmat, Sayang. Kalau aku tau kamu senikmat ini aku tidak akan pernah membiarkan lelaki lain menjelajah tubuhmu selain aku. Aku juga tidak mungkin menjelajah tubuh wanita lain" bisik Rangga sambil menciumi wajah Ana.


Rangga merasakan kenikmatan yang luar bisa saat melakukannya bersama Ana. Tak seperti wanita wanita lain yang pernah dia tiduri. Rangga merasakan hal yang berbeda saat melakukannya dengan Ana.


Mungkin karna Rangga melakukannya dengan cinta hingga dia merasakan aura yang sangat berbeda saat bersama Ana. Beda dengan wanita mainannya sebelumnya yang dia lakuakan hanya karna nafsu semata tanpa ada cinta sedikitpun.


Rangga kembali mengerakkan pingangnya hingga akhirnya mereka melakukannya berulang ulang kali. Tanpa mengenal lelah Rangga terus saja bermain di atas Ana hingga akhirnya Ana yang kelelahan langsung saja tertidur pulas di bawah Rangga.


Melihat Ana yang sudah kelelahan dan tertidur pulas Rangga langsumg saja menghentikan aksinya lalu membaringkan tubuhnya di samping Ana. Rangga langsung saja memeluk erat tubuh polos Ana lalu menengelamkan wajahnya di leher jenjang Ana.


Rangga langsung saja menghirup aroma tubuh Ana lalu mencoba memejamkan matanya. Pasangan pengantin baru itu langsung saja terlelap dalam tidur mereka. Dalam tidurnya saja Rangga terus memeluk tubuh langsing Ana seakan dia tidak rela jika Ana kembali terlepas dari pelukannya.

__ADS_1


******


Beda dengan Ana dan Rangga yang kini sedang berbahagia dan menghabiskan malam istimewa mereka. Julia kini malah harus merasakan dinginnya jeruji besi akibat keserakahannya.


Ana yang mengetahui jika Julialah yang telah mencemarkan nama baiknya langsung saja melaporkan Julia ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Hingga akhirnya Julia harus menekam di dalam penjara.


"Arghh.... kenapa ini semua harus terjadi kepadaku? Ana aku benci kamu. Kamu telah menghancurkan hidupku" teriak Julia frustasi hingga membuat salah satu polisi menghampirinya.


"Nyonya Ana tidak pernah menghancurkan hidupmu. Tapi, kamulah yang menghancurkan hidupmu sendiri. Apa kau tidak tau apa yang di alami Nyonya Ana jauh lebih menyakitkan dari apa yang kau alami saat ini. Jadi wajar saja Nyonya Ana sekarang bahagia dengan pria yang tulus menyayanginya setelah apa yang dia lewati selama ini. Ingat apa yang kau tanam itu jugalah yang akan kau petik. Jadi nikmatilah hasil dari perbuatanmu" ucap salah satu polisi tersenyum sinis ke Julia.


Mendengar ucapan Polisi itu Julia langsung saja termenung sambil mengigit ujung kukunya. Karna apa yang di katakan Polisi itu benar apa adanya. Dia pantas mendapatkan ini semua atas apa yang pernah dia lakukan kepada Ana.


Julia terus saja menangisi kehidupannya dengan penuh penyesalan. Namun, bagaimanapun dia menyesali perbuatannya tidak akan mengubah segalanya. Dia harus melewati hari harinya di balik jeruji besi yang begitu dingin


*******


Sama seperti Julia yamg kini menyesali perbuatannya setelah menekam di dalam jeruji besi. Hal serupa juga terjadi kepada Anadreas. Dia terus saja mengurung diri di dalam kamarnya.


Tak jarang dia menjerit ketakutan ketika nendengar suara tangisan Ana dan kedua putranya yang terus saja mengangu pikirannya.


"Nak, ayo makan. Kamu sudah beberapa hari tidak makan" ucap Bu Andar masuk kedalam kamar Andreas.

__ADS_1


Melihat keadaan Putranya yang begitu terpuruk, hati Bu Andar langsung saja begitu terluka. Dia tidak menyangka jika karna ulahnya yang selalu memanjakannya membuat keadaan Putrannya semakin hancur seperti ini.


"Ayo, Nak. Kamu makan dulu. Sikit saja ayo, Nak" ucap Bu Andar mencoba menyuapi Andreas.


"Mana Ana, Ma? Aku sangat merindukannya. Putraku Rayza juga mana, Ma?" ucap Andreas lirih sambil meneteskan air matanya.


"Ana sedang ada pekerjaan, Nak. Mungkin besok dia akan datang menjengukmu. Sekarang kamu makan dulu, Nak"


"Tidak, Ma. Aku tidak mau makan jika bukan Ana yang memberikannya" ucap Andreas langsung saja menyingkirkan piring yang ada di tangan Bu Andar.


"Kamu tidak bisa seperti ini terus, Nak. Ana sudah bahagia dengan kehidupan barunya" ucap Bu Andar lirih sambil meneteskan air matanya.


"Ana tidak mungkin meninggalkanku, Ana sangat mencintaiku. Mama lihat sendirikan bagaimanapun perlakuanku kepadanya dia selalu diam. Dia selalu mengalah Ma" ucap Andreas mengingat bagaimana Ana yang selalu diam menghadapi perlakuannya.


"Sudahlah, Nak. Ana yang sekarang tidak seperti dulu lagi. Ana sekarang sudah berubah, Nak. Dia kini telah menjadi wanita tanggung yang tidak mengenal rasa takut lagi. Ana yang siap melawan jika ada orang yang berani menindasnya. Bukan hanya Ana, tapi semua wanita akan bertindak sama jika batas kesabarannya telah habis, Nak. Sekarang terimalah kenyataan ini, Nak. Kamu harus bangkit sama seperti Ana yang telah bangkit dari keterpurukannya selama ini"


"Hentikan, Ma. Aku mau sendiri. Lebih baik Mama keluar" ucap Andreas langsung saja memalingkan wajahnya. Dia tidak mau melihat wajah Bu Andar lagi.


Karna sudah tidak bisa berkata kata lagi Bu Andar akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan Andreas seorang diri. Bu Andar terus menatap haru keadaan Putranya. Dia terus saja berharap Ana mau menemui Putranya dan memberikan pengertian kepadanya.


Sepeninggalan Bu Andar, Andreas kembali merenungi nasibnya. Dia terus saja memandangi langit langit kamarnya dengan tatapan kosongnya. Dia menyesal telah menyianyiakan Ana selama ini.

__ADS_1


Dia telah menyianyiakan berlian yang sangat berharga hanya demi batu kerikil di pinggir jalan. Andreas terus saja menyesali kesalahannya. Tapi, penyesalan tingallah penyesalan yang tidak bisa di ubah lagi.


Bersambung.....


__ADS_2