
Setelah mendapatkan persetujuan dari Rangga, Ana langsung saja mengabari Brian kalau dia setuju menjadi model di perusahaan Brian.
"Rangga telah setuju jika aku menjadi model di perusahaan, Kakak" ucap Ana melalui sambungan telepon.
"Baiklah, siapkan dirimu mulai minggu depan kamu akan mulai pemotretan. Sebenarnya kamu bisa langsung melakukan pemotretan, aku lihat luka di wajahmu masih terlihat" ucap Brian sambil tersenyum karna akhirnya dia bisa sering sering bertemu dengan Ana.
"Tidak apa apa. Lagian aku harus menyiapkan diru terlebih dahulu. Kalau begitu minggu depan aku akan datang ke kantor kakak bersama Rangga"
"Baiklah, akan kutunggu" ucap Brian tersenyum. Setelah itu Ana langsung saja menutup sambungan telepon mereka. Ana langsung saja berbalik badan dan melihat Rangga sedari tadi memerhatikannya.
Walaupun di mulutnya dia menyetujui keinginan Ana untuk menjadi model di perusahaan Brian yang dimana adalah mantan Ana. Tapi, hati Rangga tetap saja tidak rela. Dia takut jika Ana kembali membuka hati untuk Brian lalu meninggalkannya.
"Ada apa, Nga?" ucap Ana melihat kahawatiran di wajah Rangga.
"Tidak apa apa. Aku hanya ingin memastikan jika kamu baik baik saja"
"Memangnya aku kenapa?" ucap Ana bingung dengan jawaban Rangga.
"Sudahlah, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." ucap Rangga mengalihkan pembicaraan.
Mendengar ucapan Rangga, Ana hanya menurun lalu mengikuti Rangga yang berjalan keluar rumah.
"Rayza mana?" ucap Rangga yang tidak melihat Rayza bersama Ana.
"Rayza sama bi Inah di taman belakang"
"Baiklah, aku akan memangilnya. Kamu tunggu saja di mobil" Rangga langsung saja pergi ke taman belakang untuk menjemput Rayza.
Melihat itu Ana langsung saja masuk ke dalam mobil. Tak menunggu lama akhirnya Rangga datang dan membawa Rayza di dalam gendongannya. Rangga langsung saja meletakkan Rayza dipangkuan Ana. Lalu duduk di kursi kemudi.
__ADS_1
Setelah melihat Ana dan Rayza duduk dengan nyaman di sampingnya Rangga langsung saja melajukan mobilnya ke suatu tempat. Hingga mata Ana membulat ketika mobil Rangga berhenti di sebuah salon ternama.
"Kamu mau nyalon, Nga?" ucap Ana binggung.
"Emangnya aku wanita pakai nyalon segala"
"Jadi ngapain kita kesini?"
"Untuk membuat suamimu menyesal"
"Maksudmu?" ucap Ana semakin bingung dengan ucapan Rangga.
"Sudah, jangan banyak tanya. Ayo masuk" ucap Rangga langsung saja mengandeng tangan Ana memasuki salon yang mewah itu.
"Selamat datang, Dokter Rangga. Ada yang bisa kami bantu?" ucap Pemilik salon langsung saja menyambut kedatangan Dokter ternama di kota mereka itu.
"Baik, Dok. Ayo nyonya." pemilik salon itu langsung saja memabawa Ana untuk melakukan perawatan seluruh tubuhnya.
"Pa, ama au i awa ke ana?" ucap Rayza melihat mamanya pergi bersama pemilik salon.
"Mamamu mau di ubah menjadi bidadari, sayang." mendengar ucapan Rangga, Rayza langsung saja menganguk mengerti. Cukup lama Ana melakukan perawatan. Tapi, Rangga terus saja bersabar menunggunya dan mencoba bermain dengan Rayza agar Rayza tidak bosan berada di salon itu.
Hingga akhirnya rasa bosan dan lelah Rangga dibayar dengan tuntas dengan pemandangan yang sangat mengoda matanya. Rangga terus saja terdiam terpaku menatap Ana yang berjalan mendekatinya sampai Rangga tidak sadar jika dirinya membuka mulutnya lebar lebar.
"Kamu kenapa, Nga? tutup mulutmu itu nanti masuk nyamuk" ucap Ana tersenyum melihat mulut Rangga yang terus terbuka lebar.
Sadar dengan ucapan Ana, Rangga langsung saja menutup mulutnya sambil salah tingkah melihat krcantikan Ana yang telah lama terkubur.
"Istri anda sangat cantik, Dok." ucap para pegawai menatap kagum kecantikan Ana.
__ADS_1
"Ya, istriku memang sangat cantik. Jika tidak tidak mungkin dia bersanding dengan Dokter hebat dan juga tampan sepertiku" ucap Rangga dengan pedenya.
"Pa, ama antik tali" ucap Rayza yang juga terpesona akan kecantikan Ana.
"Terima kasih karna memberikan pelayanan yang sangat baik untuk istri saya. Mulai sekarang salon ini akan menjadi langanan tetap istri saya."
"Ini sudah menjadi tugas kami untuk memuaskan langanan kami. Kami juga merasa sangat beruntung karna anda mempercayakan perawatan istri anda di salon kami"
"Baiklah, kalau begitu saya dan istri saya pamit dulu" ucap Rangga tersenyum manis lalu merangkul Ana dan berjalan menuju mobilnya.
Sedangkan Ana hanya bingung mendengar ucapan Rangga yang mengaku ngaku menjadi suaminya. Namun, karna tidak mau menyinguk perasaan Rangga dia memilih untuk diam saja.
Karna dari tadi siang belum makan Rangga langsung saja membawa Ana dan Rayza ke restorant terdekat. Rangga terus saja mengandeng Ana dan mengendong Rayza selama memasuki area restorant itu.
Keluarga yang bahagia, begitulah anggapan setiap orang yang melihat mereka. Sikap Rangga yang begitu lembut dan romantis membuat semua orang yang melihat mereka langsung saja meras iri. Tapi, sayangnya mereka hanyalah sahabat semata.
Walaupun Rangga diam diam menyimpan perasaan ke Ana tapi, dia takut untuk menyatakannya ke Ana. Rangga takut jika Ana tidak membalas cintanya dan membuat persahabatan mereka rusak.
Sebab itulah Rangga memilih untuk diam dan menyatakan cintanya melalui sikapnya ke Ana. Dengan harapan Ana mengerti dan kelak akan membalas cintanya.
Bersambung....
Hai semuanya.. Jangan lupa mampir juga di karya sahabat Author ya. Karyanya sangat menarik dan sayang untuk di lewatkan.
Jangan lupa mampir di karya kak Thatya 0316 yang berjudul Tawanan cinta Playboy.
Tinggalkan jejak kalian jika sudah mampir ya 😊
__ADS_1