
Setelah melihat Andreas lebih tenang Ana langsung saja menyuapinya dengan lembut. Andreas langsung saja menerima setiap suapan dari Ana sambil melirik Rangga yang duduk di samping Ana.
"Apa kamu tidak marah?" ucap Andreas melirik Rangga hanya diam saja melihat Ana menyuapinya.
"Tidak. Aku tidak marah. Karna aku percaya kepada istriku. Makanlah lihat tubuhmu sangat kurus. Apa kamu mau bertemu Rayza putramu seperti itu?" ucap Rangga tersenyum.
"Rayza? dimana dia?" ucap Andreas langsung saja semangat.
"Jika kamu mau bertemu dengan Rayza maka sekarang kamu habiskan makananmu dulu" ucap Ana langsung saja memberikan piring yang ada di tangannya kepada Andreas.
Walaupun Rangga tidak marah, tapi Ana tetap saja merasa tidak enak karna harus menyuapi Andreas mantan suaminya di depan Rangga. Andreas langsung saja menerima piring pemberian Ana lalu melahapnya sampai habis.
Bu Andar langsung saja membuang napas lega karna akhirnya Andreas mau makan. Kedatangan Ana dan Rangga membuat semangat Andreas yang telah lama hilang kini bangkit kembali.
"Sekarang kamu bersihkan dirimu. Rayza sedang menunggumu di luar" ucap Ana langsung saja berdiri dari duduknya.
Andreas langsung saja menganguk patuh. Melihat itu Rangga langsung saja membawa Ana keluar dari kamar Andreas. Andreas terus saja menatap pungung Ana dan Rangga. Dia menatap tangan Rangga yang terus saja melingkar indah di pingang Ana.
Dimana dia tidak pernah melakukan itu selama Ana masih menjadi istrinya. Andreas terus saja menyesali sikapnya selama menjadi suami Ana. Dimana dia tidak pernah memberikan kasih sayang dan perlakuan yang romantis kepada Ana.
Setelah melihat Ana dan Rangga telah keluar dari kamarnya Andreas langsung saja bangkit dari ranjangnya lalu berjalan ke kamar mandi. Dia langsung saja membersihkan dirinya lalu menganti pakaiannya. Andreas langsung saja menarik napasnya bersiap untuk bertemu dengan Rayza.
"Mama ita adi igi ama tak Alvian?" ucap Rayz dengan semangat karna Rangga telah berjanji akan pergi liburan bersama Alvian dan Rayza.
"Ia, Sayang. Ma, kami ingin membawa Alvian liburan. Bolehkan?" ucap Ana menatap Bu Andar dan Andar dengan penuh permohonan.
Mendengar ucapan Ana, Bu Andar dan Andar saling lempar tatapan. Bukannya mereka tidak memberi izin tapi mereka menghawatirkan keadaan Andreas. Mereka takut jika Andreas semakin terpuruk karna tidak ada satupun putranya yang bersamanya.
"Boleh, kalian boleh membawa Alvian" ucap Andreas tiba tiba datang.
"Beneran, Pa" ucap Alvian semangat.
__ADS_1
"Ia, sayang" Andreas langsung saja menganguk sambil tersenyum.
"Yeach... Terima kasih, Pa" ucap Alvian langsung saja memeluk Andreas bahagia.
Mendengar suara Andreas, Rayza langsung saja memeluk Rangga ketakutan. Rangga yang merasakan getaran ketakutan pada Rayza langsung saja memeluk tubuh munggil itu dengan erat.
"Papa ia ahat. Ia atan ukul Mama. Papa Ayza akut" isak Rayza menangis ketakutan.
"Tidak, Sayang. Tidak ada yang akan memukul Mama. Papa ada di sini melindungi kalian. Rayza jangan takut ya" ucap Rangga mencoba menenangkan Rayza.
Melihat Rayza yang begitu ketakutan Andreas langsung saja melangkah mundur. Dia hanya mampu menatap haru putranya yang menangis ketakutan di dalam pelukan Rangga.
Sedangkan Bu Andar dan Andar langsung saja menangis melihat keadaan Rayza. Mereka tidak menyangka jika trauma Rayza akan separang itu. Bahkan Rayza belum melihat Andreas karna posisinya membelakangi Andreas.
"Olang itu olang ahat, Pa. Ia teyus memukul Mama hiks...hiks. Papa Ayza ndak au ihat Mama i ukuli agi"
"Mama tidak apa apa, Sayang. Lihat Mama baik baik saja kan" ucap Ana langsung saja menitikkan air matanya melihat keadaan Rayza.
"Ia, Sayang. Kita akan pulang. Nga, bawa Rayza keluar"
Mendengar perintah Ana, Rangga langsung saja membawa Rayza keluar. Namun, saat ingin melewati pintu Rangga menghentikan langkahnya lalu menatap Andreas yang diam mematung menatap kepergiannya dari kejauhan. Rangga langsung saja memberikan kode jika Rayza akan baik baik saja.
Melihat itu Andreas langsung saja tersenyum sambil menitikkan air matanya. Andreas tidak menyangka jika trauma Rayza akan separah itu. Bahkan Rayza langsung saja ketakutan ketika mendengar suaranya.
"Ma, Pa kami pulang dulu ya" ucap Ana lirih mengingat keadaan putranya.
"Ia, Na. Maafkan Mama ya karna Mama yang selalu membela Andreas akhirnya kamu dan Rayza menjadi menderita" ucap Bu Andar mengingat kelakuannya yang selalu membela Andreas walaupun sudah jelas Andreas bersalah.
"Ia, Ma. Ana sudah melupakannya" ucap Ana tersenyum lalu memeluk mantan mama mertuanya.
"Semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu dengan Rangga ya, Na. Papa berharap ini adalah pernikahanmu yang terakhir kalinya" ucap Andar dengan tulus.
__ADS_1
"Aamiin. Makasi ya Pa. Kami akan melakukan trapis kepada Rayza di sana. Kebetulan ada teman Rangga seorang fisikolog yang juga sedang tugas di sana"
"Ia, Na. Semoga Rayza cepat sembuh ya. Maafkan kami yang tidak bisa mendidik putra kami dengan baik. Sehingga membuat Rayza menjadi seperti ini"
"Tidak apa apa, Pa. Allah pasti akan menguji hambanya semampu hambanya. Ana yakin di balik cobaan yang aku dan Rayza alami selama ini ada kebahagiaan yang akan mengantikannya. Semoga Mas Andreas juga lekas sembuh agar dia bisa kembali menjalani hari harinya seperti dulu lagi"
"Aamiin" Bu Andar dan Andar langsung saja mengaminkan ucapan Ana.
"Ayo, Nak. Salim Kakek sama Nenek dulu" ucap Ana melihat Alvian yang hanya diam.
Mendengar ucapan Ana, Alvian langsung saja menyalim Andar dan juga Bu Andar. Setelah itu Alvian langsung saja menghampiri Andreas.
"Pa, Alvian pergi sama Mama dulu ya. Papa jangan sedih lagi, Rayza pasti akan sembuh dan mau bersama Papa. Nanti jika Rayza sudah sembuh Papa jangan pernah lagi menyakiti hatinya ya, Pa" ucap Alvian mengingat perlakuan Andreas yang selalu membeda bedakannya dengan Rayza.
"Ia, Nak. Sampaikan permintaan maaf Papa pada Rayza ya" ucap Andreas langsung saja meneteskan air matanya.
"Ia, Pa. Sekarang Papa jangan bersedih lagi ya. Alvian mau ketika Alvian sudah pulang Papa sudah ceria lagi"
"Ia, Nak. Kamu jangan nakal di sana ya"
"Siap, Pa"
Setelah selesai berpamitan Alvian dan Ana langsung saja menemui Rangga dan Rayza yang sudah menunggu di dalam mobil.
Ana melihat Rayza sudah tenang tidak ada lagi wajah ketakutab saat berada di dalam tadi. Ana langsung saja memeluk Rayza lalu menciuminya dengan lembut.
"Sayang kamu duduk di belakang bersama Kak Alvian ya" ucap Rangga.
"Ia, Pa" ucap Rayza langsung saja tersenyum lalu duduk di kursi belakang bersama Alvian.
Setelah melihat Ana sudah duduk nyaman di sampingnya Rangga langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Rangga terus saja tersenyum bahagia melihat Ana yang sedang bercanda ria bersama Alvian dan Rayza.
__ADS_1
Bersambung.....