NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
31# Perhatian


__ADS_3

Karna hari ini jadwal Ana mulai melakukan pmemotretan Brian langsung saja memerintahkan berada di sana.


"Hari ini model yang akan menjadi model iklan perusahaan kita akan mulai melakukan pemotretan. Saya berharap kalian memperlakukannya dengan baik. Saya tidak mau jika dia merasa tidak nyaman selama melakukan pemotretan" ucap Brian tegas kepada semua karyawannya yang menangani pemotretan Ana.


Setelah selesai memberi peringatan kepada semua karyawannya Brian langsung saja kembali ke ruangannya. Dia menatap lekat pantulan dirinya di dalam cermin.


"Aku akan mengambil hatimu kembali, Na. Maafkan aku karna pernah menyianyiakan wanita secantik dan sebaik kamu" ucap Brian sambil mengingat semua kenangannya bersama Ana.


Setelah selesai merapikan jas dan juga mode rambutnya Brian langsung saja melirik jam tangan mewahnya. Waktu pemotretan Ana akan dilakukan setengah jam lagi. Brian yakin jika Ana sebentar lagi akan sampai di kantornya.


Brian langsung saja turun untuk menjambut kedatangan Ana dengan penuh semangat. Wajahnya yang terus saja melingkarkan senyuman membuat para karyawan merasa aneh dengan sikap bos mereka.


"Apa kau tau kenapa bos besar bisa bahagia seperti itu?" ucap salah satu karyawan kepada sekertaris Brian yang baru sampai.


"Aku tidak tau. Tapi hari ini akan ada pemotretan model yang sudah di kontrak perusaah kita" ucap sekertaris Brian.


"Apa jangan jangan kehadiran model itu yang membuat tuan muda sebahagia itu?"


"Mungkin. Karna yang saya tau jika model itu adalah wanita di masa lalu bos besar"


"Wah, ternyata kau tau semua tentang bos besar ya"


"Apa kau lupa aku adalah sekertaris, Bos. Jadi aku harus tau semua tentang dia" ucap Sekertaris Brian dengan sombongnya.


"Ia, sekertaris kesayangan, Bos"


"Ya sudah. Aku mau menyambut model itu dulu. Aku semakin penasaran seperti apa wanita yang pernah mengisi hati, Bos" ucap Sekertaris Brian mulai melangkahkan kakinya menelusuri koridor kantor menuju ke pintu utama.

__ADS_1


******


Ana dan Rangga berada di dalam mobil dalam keheningan. Ana merasa canggung karna Rangga terus saja mengodanya. Rangga yang sadar akan kecangungan Ana langsung saja menatap Rayza yang sedang tertidur di pangkuan Ana.


"Dia pasti sangat lelah" ucap Rangga tersenyum menatap Rayza yang tertidur dengan lelapnya.


"Ia, dia pasti sangat mengantuk. Karna sekarang tepat waktunya untuk tidur siang" ucap Ana sambil mengelus lembut puncak kepala Rayza.


"Kita sudah sampai" ucap Rangga langsung saja memarkirkan mobilnya.


Rangga langsung saja turun dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Ana. Karna tidak mau membangunkan Rayza, Rangga langsung saja mengendongnya lalu mencoba menepuk nepuk punggungnya lembut.


Setelah itu Ana langsung saja turun dari mobil. Dengan sigap Rangga langsung saja melindungi kepalan Ana dengan tanggannya agar tidak terbentur. Melihat perhatian Rangga yang begitu memperhatikannya Ana hanya mampu menatap kagum pria tampan yang berdiri di depannya.


"Ayo, nanyi kamu terlambat" ucap Rangga langsung saja merangkul pinggang Ana. Mereka langsung saja memasusi kantor Brian yang berdiri kokoh dan mewah.


"Apapun tujuan saya kemari bukan urusan anda" ucap Ana lantang.


"Maaf kami buru buru. Jadi kami tidak ada waktu untuk melayani anda" ucap Rangga sopan karna tidak mau membuat keributan pada hari pertama Ana bekerja.


Rangga langsung saja mengandeng tanggan Ana lalu pergi meninggalkan Julia. Namun, Julia tidak mau berhenti dia tetap saja bersekeras untuk menghentikan Ana. Karna jujur saja kejadian di rumah sakit tadi dia masih merasa kesal kepada Ana.


"Apa kau ingin melamar kerja di sini? tapi, maaf perusahaan kami tidak menerima seorang janda" ucap Julia lantang.


"Janda? saya tidak merasa diri saya janda karna saya masih menjadi istri sah mas Andreas baik itu di dalam hukum maupun agama" ucap Ana tak mau kalah.


"Justru saya heran kepada perusahaan ini kenapa mempunyai pegawai yang hamil tanpa suami" ucap Ana tersenyum sinis sambil menatap perut Julia yang masih datar.

__ADS_1


"Ana, sudah. Ayo kita pergi" ucap Rangga langsung saja menarik tanggan Ana.


Sedangkan Julia langsung saja mengepalkan tangannya geram mendengar ucapan Ana. Dia hendak menyerang Ana. Namun, Brian tiba tiba datang sehingga mau tidak mau dia harus menghentikan aksinya.


"Ana" ucap Brian tersenyum lalu menghampiri Ana.


"Kak" ucap Ana tersenyem menunduk.


Brian langsung saja menatap Rangga yang mengendong Rayza yang masih tertidur. "Rayza tidur ya. Ya, sudah ayo kita ke ruang rias. Di sana ada sofa bisa untuk Rayza tidur"


"Iya kak. Ayo Na" ucap Rangga langsung saja merangkul pinggang Ana.


Melihat Rangga yang menyentub Ana, Brian langsung saja menatapnya dengan penuh rasa cemburu. Tapi, dia hanya mampu memendam kecemburuannya dalam diam.


"Jadi model baru perusahaan ini adalah Ana. Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus melakukan sesuatu" batin Julia merasa iri melihat perubahan Ana.


"Julia, kenapa kau hanya diam saja. Antarkan mereka dan pastikan mereka merasa nyaman selama di sini" bentak Brian kepada Julia sebagai pelampiasan kekesalannya kepada Rangga.


"Baik, Bos" ucap Julia menunduk lalu mengantarkan Ana dan Rangha ke ruangan yang sudah di siapkan.


Bersambung.....


hai semuanya🥰🥰.


Jangan lupa mampir di karya bastie author ya🙏. Ceritanya sangat menarik dan sayang untuk di lewatkan.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian jika sudah mampir ya🥰😘😊

__ADS_1



__ADS_2