NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
26# Maafkan Aku


__ADS_3

"Kak Brian" ucap Ana terkejut ketika melihat Brian berdiri di depannya.


"Bisa kita bicara sebentar?" ucap Brian mencoba mendekati Ana.


"Tidak ada lagi yang hal yang harus kita bicarakan" ucap Ana menatap tajam Brian.


"Aku mohon. Aku ingin bicara denganmu sebentar saja" Brian tetap saja kekeh ingin bicara dengan Ana. Brian menatap luka memar di wajah Aan yang mulai menghilang.


"Maaf, kak. Aku sedang sibuk" Ana langsung saja melangkahkan kakinya mencoba meninggalkan Brian. Tapi, Brian langsung saja menarik tangan Ana.


" Lepaskan, Kak" Ana mencoba melepaskan tanggan Brian yang mengengam tangannya.


"Aku akan melepaskannya jika kamu mau bicara denganku. Aku hanya ingin memberi bantuan kepadamu untuk membalaskan semua perbuatan suamimu. Aku tidak terima jika kamu di perlakukan seperti ini, Na" ucap Brian to the point karna dia melihat Ana tidak suka berbasa basi dengannya.


Mendengar ucapan Brian, Ana langsung saja mengerutkan keningnya lalu mencoba berpikir sejenak. "Baiklah. Tapi, lepaskan tanganku"


Mendengar persetujuan dari Ana, Brian langsung saja melepaskan gengaman tangannya lalu duduk di kursi. Tak banyak pikir Ana langsung saja duduk di samping Brian dengan jarak ujung ke ujung kursi.


"Aku tidak suka basa basi. Lebih baik Kakak langsung saja bicara ke intinya saja" ucap Ana dingin.


Melihat sikap Ana yang begitu dingin Brian hanya mampu menelan ludahnya kasar. Jujur sebelum bertemu dengan Ana, Brian berharap jika Ana akan mengadu manja kepadanya penderitaan yang Ana alami selama ini.


"Baiklah, intinya aku hanya ingin meminta maaf kepadamu. Aku terlalu egois! sehingga aku tidak memikirkan keadaanmu. Jadi aku mohon maafkan aku" ucap Brian lirih sambil menatap Ana dengan penuh penyesalan.


"Aku sudah memaafkanmu! aku juga sudah melupakan semua tentangmu!"


Mendengar ucapan Ana, Brian langsung saja menatapnya tidak percaya. Brian tidak menyangka jika Ana benar benar telah melupakannya. Semua yang mereka lalui bersama ternyata tidak ada lagi di pikiran Ana.


"Apa sudah selesai?" Ana menatap Brian dengan tatapan biasa saja tidak ada lagi cinta yang terpancar dari mata Ana kepada Brian.


"Tidak! aku ingin menawarkanmu pekerjaan. Karna aku lihat putramu sudah mulai besar. Pasti dia akan membutuhkan banya biaya. Kamu juga harus menunjukkan kepada suamimu jika kamu bisa hidup bahagia tanpanya" ucap Brian mencoba mengontrol perasaannya. Karna jujur saat melihat keadaan Ana pertama kalinya Brian sangatlah merasa kasihan. Oleh karna itu dia menawarkab Ana pekerjaan, agar tidak selalu bergantungan kepada Rangga.


"Pekerjaan apa?"


"Model"

__ADS_1


"Model?"


"Ia model! Perusahaanku yang baru kubuka di kota ini sedang membutuhkan model untuk menjadi model iklan tetap di perusahaanku. Aku lihat kamu sangat berbakat dalam dunia permodelan. Itu makanya aku memilihmu untuk menjadi model di perusahaanku"


"Aku akan mencoba membicarakannya kepada Rangga terlebih dahulu"


Deg...


Jantung Brian langsung saja berdetang mendengar ucapan Ana. Brian langsung saja mengira jika Rangga dan Ana mempunyai hubungan yang sepesial lebih dari sahabat.


"Baiklah, aku harap kamu bisa mengabariku secepatnya"


"Ok, nanti setelah Rangga pulang aku akan langsung membicarakannya dengannya" ucap Ana tersenyum ramah.


Melihat senyuman Ana yang telah lama tidak dilihatnya, Brian langsung saja tersenyum sambil menatap lekat wajah Ana.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Aku harap kau bisa bahagia sekarang. Karna wanita sepertimu tidak pantas untuk menderita" Brian tersenyum lalu repleks mengacak acak rambut Ana.


"Terima kasih. Aku sangat bahagia dengan kehidupanku sekarang" Ana langsung saja tersenyum.


*****


Sedangkan di rumah sakit, Rayza yang bosan menunggu akhirnya ketiduran di sofa dengan cemilan yang diberikan Rangga kepadanya. Rangga yang telah selesai memeriksa pasien langsung saja tersenyum melihat tingkah lucu Rayza yang tertidur dengan cemilan yang masih ada di tangannya.


Rangga langsung saja mendekati Rayza lalu mencoba membenarkan posisi tidur Rayza. "Kamu lucu sekali, Nak. Tapi, kenapa papa kandungmu sendiri bisa membencimu" gumam Rangga menatap lekat wajah Rayza.


Setelah itu Rangga mencoba membersihkan bekas cemilan Rayza yang berserakan di lantai. Rangga membersihkannya dengan sangat hati hati karna takut membangunkan Rayza yang sedang tertidur.


Setelah selesai Rangga langsung saja kembali ke bangku kuasanya lalu kembali membaca dokument yang ada di mejanya. Hingga akhirnya pikiran Rangga langsung saja tertuju kepada satu wanita. Ana, ya Ana. Rangga mulai merindukan suara indah Ana.


Tanpa banyak pikir Rangga langsung saja mencoba mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi telepon rumahnya. Tak menunggu lama akhirnya sambungan teleponya langsung saja tersambung.


"hello.. assalamwallaikum."


"wallaikum sallam. Ana mana bik?"

__ADS_1


"Non, Ana sedang masak di dapur, Den. Mau bibik panggilkan?"


"Boleh, Bik"


"Kalau begitu tunggu sebentar ya, Den"


Setelah bik inah pergi, Rangga terus saja meletakkan benda pipih itu di telinganya sambil tersenyum sendiri. Rangga sudah tidak sabar mendengarkan suara indah yang membuat semangat hidupnya semakin bermekaran begitu indahnya. Hingga akhirnya suara yang Rangga nanti nantikan tiba.


"hello... ada apa, Nga?"


"Kamu masak apa? bik Inah bilang kamj sedang masak tadi"


"Ia, Nga. Aku bosan gak ada kerjaan di rumah jadi aku masak untuk makan malam nanti. Aku masak yang banyak untuk kalian" ucap Ana dengan semangat.


Mendengar Ana yang begitu ceria, Rangga langsung saja terkekeh kecil.


"Ya, sudah. Kamu lanjutkan saja masaknya. Sebentar lagi aku dan Rayza akan pulang?"


"*Baiklah, kalian hati hati pulangnya ya. Aku mau lanjutin masak dulu da..dah.."


"Da..dah.. cewek jutek*" Rangga langsung saja mematikan sambungan teleponnya sambil tersenyum senyum sendiri.


Tak mau Ana lama menunggu Rangga langsung saja bersiap siap untuk pulang. Karna Rayza masih tidur Rangga memilih untuk mengendong Rayza karna tidak mau mengusik tidur nyenyak jagoannya.


Bersambung....


Hai...semuanya Author mau promosi lagi ya😅.


Jangan lupa mampir juga di karya Warnyi yang berjudul Penakluk Sang Kazanopa. Ceritanya sangat menarik dan sayang untuk di lewatkan.


Jangan lupa mampir ya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya😆😆.


Terima kasih🥰🥰😘😘


__ADS_1


__ADS_2