NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
68# Perhatian Kecil


__ADS_3

Karna waktu cuti Rangga mau habis Rangga dan Ana memutuskan kembali ke kota mereka. Mendengar mereka akan kembali Alvian langsung saja merasa sedih dan mengurung diri di kamarnya. Melihat kesedihan Alvian, Rangga langsung saja mencoba untuk membujuknya.


"Sayang, apa bisa Papa masuk?" ucap Rangga membuka kecil pintu kamar Alvian.


"Ada apa, Pa?" ucap Alvian lirih tanpa bangung dari duduknya.


"Putra Papa kenapa? kenpa kamu bersedih dan mengurung diri di kamar, Sayang?" ucap Rangga langsung saja duduk di samping Alvian sambil membelai lembut wajah putranya.


"Apa kita akan kembali, Pa?"


"Ia, Sayang. Memangnya ada apa?"


"Jika kita kembali maka aku akan kembali ke rumah Kakek dan Nenek. Aku juga akan jauh dari kalian" ucap Alvian langsung saja meneteskan air matanya.


Jujur saja Alvian juga ingin merasakan hidup seperti anak anak seusianya. Yang mempunyai keluarga lengkap dan mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Walaupun bukan Papa kandungnya tapi Alvian merasakan kasih sayang yang berlimpah saat bersama Rangga.


Alvian merasakan kebahagiaan yang utuh ketika bersama Rangga dan Ana. Sehingga membuat Alvian langsung saja bersedih ketika mendengar jika mereka akan kembali.


Rangga langsung saja tersenyum lalu menghapus air mata Alvian. Dia langsung saja membawa Alvian ke pangkuannya sambil mencium lembut wajah Alvian.


"Apa kamu mau tinggal bersama Mama dan Papa?"


Mendengar ucapan Rangga, Alvian langsung saja mengangukkan kepalanya dengan cepat. Melihat itu Rangga langsung saja tersenyum.


"Baiklah, mulai sekarang kamu akan tinggal bersama Mama dan Papa"


"Serius, Pa?" ucap Alvian tersenyum gembira.


"Dua rius malah"


"Terima kasih, Pa. Aku sayang Papa" Alvian langsung saja memeluk Rangga dengan penuh kebahagiaan.


"Papa juga sangat menyayangimu, Sayang. Sudah sekarang kamu siap siap ya. Kita akan pulang kerumah kita"


"Siap, Pa" Alvian langsung saja turun dari pangkuan Rangga lalu membereskan barang barangnya dengan penuh semangat.


Ana yang tiba tiba masuk ke kamar Alvian langsung saja binggung menatap Alvian yang sudah ceria sambil membereskan baramg barangnya. Ana langsung saja menatap Rangga bingung. Namun, Rangga hanya tersenyum sambil menarik hidungnya pelan.


"Kamu janjikan apa kepada putra kita?" ucap Ana penasaran.

__ADS_1


"Ada lah. Nanti kamu juga tau. Aku mau lihat putra gembulku dulu" ucap Rangga langsung saja melangkahkan kakinya keluar.


Tidak lupa Rangga mencium wajah Ana terlebih dahulu lalu kembali melangkahkan kakinya. Ana langsung saja menepis pikiran pikirannya lalu membantu Alvian untuk membereskan pakaiannya.


******


Setelah mendapat kabar dari Rangga jika mereka kembali. Bu Wira langsung saja memasak untuk menyambut kedatangan mereka. Melihat istrinya yang sedang sibuk memasak Wira langsung saja membantu istri kesayangannya itu.


"Sayang, kamu mau masak apa?" ucap Wira menatap berbagai jenis sayuran dan daging mentah di atas meja.


"Aku mau masak sup ayam kesukaan Rayza, ikan pedas manis kesukaan Ana, Ayam goreng untuk Alvian dan semur ayam kesukaan putra kita" ucap Bu Wira dengan semangat sambil meracik semua bahan yang ada di hadapannya.


"Mama mau masak untuk cucu dan menatu kita atau untuk masak satu RT?" ucap Wira binggung.


"Papa jangan banyak tanya. Lebih baik papa bantu mama" ucap Bu Wira menyerahkan benerapa sayuran untuk di petik kepada Wira.


Wira hanya mampu membuang napasnya kasar lalu mulai memetik sayuran yang ada di depannya. Bu Wira memasak dengan begitu teliti. Dia tidak mau jika masakannya tidak memuaskan lidah menantu dan cucu kesayangannya.


Setelah beberapa jam berkutik di dapur akhirnya Bu Wira selesai memasak berbagai jenis masakannya. Dia langsung saja menata rapi masakannya di meja makan.


"Huff... akhirnya selesai juga, Pa" ucap Bu Wira langsung saja duduk lemas di kursi karna kelelahan.


"Lebih baik mama mandi dulu. Lihat penampilan mama sangat berantakan" ucap Wira menatap penampilan istrinya.


Wira langsung saja mengikuti langkah istrinya. Dia juga ingin membersihkan diri karna dia juga merasa gerah karna harus membantu sang istri memasak berjam jam di dapur.


Setelah selesai membersihkan dirinya Bu Wira langsung saja mendengar suara mobil yang berhenti di halaman rumahnya. Bu Wira langsung saja bersorak gembira sambil berlari keluar.


"Papa cucu kita sudah kembali" ucap Bu Wira berlari keluar.


Melihat sang mama menyambut kedatangannya Rangga langsung saja tersenyum bahagia. Rangga langsung saja meleparkan tangannya, bersiap siap untuk menyambut pelukan hangat sang mama.


"Cucu nenek. Nenek rindu, Sayang" ucap Bu Wira langsung saja memeluk Rayza dan Alvian sambil menciumi keduanya tanpa memperdulikan Rangga yang berdiri di depannya.


Melihat itu Rangga langsung saja menurunkan tangannya sambil bergumam kesal. "Mentang mentang sudah punya cucu dan menantu anak sendiri di lupakan"


"Kamu cemburu dengan anak istrimu, Nga?" ucap Wira terkekeh ketika mendengar gumaman Rangga.


"Papa!" ucap Rangga kesal.

__ADS_1


"Sudah, Sayang. Sini peluk" ucap Ana langsung saja mengerti perasaan suaminya.


"Aku punya istri yang bisa di peluk. Istri papa mana?" ucap Rangga langsung saja memeluk Ana sambil mengejek Papanya yang berdiri seorang diri.


"Mama, Papa juga mau di peluk" ucap Wira langsung saja berlari kecil mengejar istrinya yang telah berjalan memasuki rumah mereka bersama Alvian dan Rayza.


"Ha..ha.. Papa sama mama ada ada saja" ucap Ana terkekeh kecil melihat tingkah kedua mertuanya itu.


"Mereka memang sangat romantis sayang. Aku harap kita juga bisa seperti itu sampai tua nanti"


"Pasti, sayang" ucap Ana tersenyum.


"Den, bibik masuk dulu ya" ucap Bi Inah langsung saja meninggalkan sepasang pengantin baru itu.


"Paman Udin tidak menyambut kedatangan Bibi" goda Rangga.


"Istriku sudah pulang" ucap Pak Udin tiba tiba lalu memeluk Bi Inah dengan penuh kerinduan.


"Paman lebih baik bawa bibi ke kamar gih" ucap Rangga.


"Aden bener. Ma, ayo" ucap Pak Udim langsung saja menarik tangan istrinya.


"Bapak, lihat barang barang Aden sama Nyonya. Gih bawa ke dalam dulu" omel Bi Inah sambil membawa barang barang Rangga dan Ana.


"Ia, Ma. Tapi habis ini ya" ucap Pak udin tersenyum genit lalu mengangkat barang barang yang tersisa.


Melihat keharmonisan keluarga itu Ana langsung saja tersenyum sambil mengelengkan kepalanya. Rangga langsung saja merangkul mesra pinggang Ana lalu membawanya masuk kedalam rumah mereka.


Sesampainya di dalam rumah, Rangga langsung saja tersenyum ketika melihat kedua putranya sedang makan dengan lahapnya.


"Wah, mama masak banyak sekali" ucap Rangga menatap berbagai macam masakan yang tertata rapi di atas meja.


"Ia, dong. Mama kan mau menyambut kedatangan cucu dan menantu mama" ucap Bu Wira.


"Cucu dan mantu saja nih?" ucap Rangga memayunkan bibirnya.


"Tentunya putra kesayangan mama juga. Udah gih, sini makan" ucap Bu Wira terkekeh kecil melihat wajah cemberut Rangga.


Rangga dan Ana langsung saja duduk bergabung. Ana langsung saja mengisi piring Rangga dengan nasi dan juga lauknya. Tidak lupa Ana juga mengisi gelas Rangga dengan air mineral.

__ADS_1


Setelah memastikan kebutuhan Rangga telah terlengkapi semua baru Ana mengisi piringnya. Melihat sikap Ana yang selalu menyiapkan kebutuhannya dengan sempurna Rangga langsung saja tersenyum penub kebahagiaan. Dengan perhatian Ana yang sedikit membuat Rangga semakin jatuh cinta kepadanya.


Bersambung....


__ADS_2