NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
51# Pernikahan


__ADS_3

"Untuk masalah masa lalu saya dengan Kak Brian, Saya akui Saya salah. Saya terlalu larut dalam cinta hingga akhirnya melewati batasan pacaran yang semestinya. Saya salah Saya juga telah mendapatkan hukuman karna perbuatan saya. Saya juga sudah tidak punya hubungan apapun lagi dengan Kak Brian hanya sekedar hubungan bisnis saja. Apa kalian tau jika semua orang punya masa lalu, semua orang memiliki kesalahan dan aib masing masing. Tapi, semua orang bisa mengubah masa depannya, memperbaiki kesalahan dan aib yang pernah mereka lakukan. Sekarang terserah kalian mau mengangapku apa, Terserah kalian mau menghinaku seperti apa, itu semua terserah kalian. Tapi, saya ingin mengucapkan satu hal jika saya menyesali perbuatan saya. Saya..."


Ana tak sangup lagi mengungkapkan kata katanya. Dia langsung saja menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil menangis kesegukam mengingat kesalahan yang pernah dia buat di masa lalu.


Melihat itu Brian ingin memeluk Ana karna dia Ana menjadi seperti ini. Tapi, Rangga terlebih dulu memeluk Ana dan mencoba menenangkan Ana. Melihat itu Brian langsung saja menghentikan langkahnya. Dia hanya mampu menatap haru kemesraan Rangga dan Ana.


"Aku tidak peduli bagaimana masa lalumu, Na. Yang aku tau masa depanmu adalah bahagia bersamaku" ucap Rangga meletakkan kedua telapak tangannya di wajah Ana lalu menatap mata Ana yang basah karna air matanya.


Mendengar ucapan Rangga, air mata Ana kembali mengalir dengan derasnya. Ana langsung saja memeluk Rangga dengan erat sambil terus menangis kesegukan di dalam pelukan Rangga.


Dia tidak menyangka jika di balik penderitaannya selama ini ada seorang pria yang selalu setia menunggunya. Bahkan pria itu sangat mencintainya dan mau menerima segala masa lulunya.


Rangga langsung saja mencium kening Ana dengan lembut sambil terus mengusap pungung Ana. Melihat keromantisan meresa semua orang langsung saja menangis bahagia.


"Nyonya Ana pantas bahagia dengan Dokter Rangga"


"Lupakan masa lalumu kejar masa depanmu Nyonya"


"Kami selalu mendukungmu Nyonya Ana"


Semua orang di sana langsung saja bersorak mendukun Ana. Melihat itu Ana langsung saja tersenyum bahagia. Dia menatap satu persatu orang di sana dengan perasaan sangat bahagia. Rangga juga terus merangkul pingang Ana dengan mesra.


******


Tak terasa akhirnya hari yang di tunggu tunggu telah tiba. Baru semalam Ana mengadapi badai yang begitu besar dan kini dia telah mendapatkan hadiah akan kesabarannya selama ini.


Hari pernikahan Ana dan Rangga telah tiba. Acaranya dilakukan dengan begitu mewah bahkan banyak tamu undangan dari kalangan atas datang menghadiri pesta itu.


Rangga terus saja menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Senyuman bahagia terus saja menghiasi wajah tampannya yang kini telah mengunakan balutan baju pengantin.

__ADS_1


Hingga tiba tiba Brian masuk datang menghampiri Rangga yang sedang berada di ruang rias pengantin pria.


"Akhirnya kamu menemukan cinta sejatimu, Nga" ucap Brian tersenyum bahagia melihat kebahagiaan adik sepupunya itu.


"Terima kasih, Kak. Aku merasa sangat bersyukur karna akhirnya bisa menikah dengan Ana cinta sejatiku"


"Kakak titipkan Ana ya, Kau jaga dia bahagiakan dia. Sudah cukup penderitaannya selama ini, Nga"


"Pasti, Kak. Aku akan selalu membahagiakan Ana. Kakak juga jangan lama lama. Masak aku adikmu sudah menikah kamu belum juga,Kak"


"Kamu doakan saja semoga kakak cepat menyusul" ucap Brian tersenyum.


"Doaku akan selalu menyertai kakak"


"Sudah, Ayo kita keluar. Calon istrimu pasti sudah menunggumu" ucap Brian tersenyum lalu membawa Rangga turun ke aula pernikahan.


Ana yang terlihat sangat cantik dengan bulatan gaun pengantin yang begitu indah dan riasan make up pengantin yang membuat aura kecantikannya semakin terpancar.


Rangga tak ada hentinya menatap kecantikan Ana yang kini duduk di sampingnya. Karna kediua pengantin telah siap maka pak pehulu langsung saja memulai acara itu.


Rangga mengucapkan ijab kobul dengan begitu lantangnya. Rangga langsung saja menyelesaikan ijab kobul dengan sekali ucap.


Sah...


Sah...


Mendengar itu Ana langsung saja menitikkan air matanya sambil terus berdoa jika ini adalah pernikahan terakhirnya. Rangga langsung saja memakaikan cincin pernikahan mereka ke jari manis Ana, begitu juga dengan Ana.


Ana langsung saj mencium punggung tangan Rangga dengan lembut. Setelah itu Rangga mencium lembut kening Ana. Ana langsung memejamkan matanya ketika merasakan benda kenyal itu menempel di keningnya dan memberikan kehagatan untuknya.

__ADS_1


Setelah selesai ijab kobul Rangga langsung saja membawa Ana ke altar pernikahan. Mereka berdua langsung saja duduk altar pernikahan sambil menyalim setiap tamu undangan yang datang untuk memberi selamat untuk mereka.


Hingga akhirnya keluarga Andar datang bersama Alvian. Mereka langsung saja memberi selamat kepada Ana dan Rangga.


"Mama sama Papa Rangga sangat cocok. Satu cantik dan satunya lagi tampan" ucap Alvian menatap kagum kecantikan Ana dan juga ketampanan Rangga.


"Terima kasih, Sayang. Kamu kapam nginap di rumah Papa sama Mama?" ucap Rangga langsung saja berjongkok untuk menyatarakan tinggi badannya dengan Alvian.


"Nanti ya, Pa. Setelah Papa sembuh Alvian akan menginap di rumah Papa sama Mama"


Mendengar ucapan Alvian, Ana langsung saja menatap Andar dan Bu Andar bingung. "Mas, Andreas kenapa?"


"Andreas despresi, Na. Dia sering berteriak dan menangis sendiri. Bahkan dia selalu mengurung diri di dalam kamarnya" ucap Andar sedih mengingat keadaan Andreas sekarang yang begitu terpuruk setelah kehilangan Ana untuk selamanya.


"Ana turut prihatin ya, Pa. Semoga Mas Andreas bisa kembali seperti semula" ucap Ana bersedih. Jujur saja mendengar keadaan Andreas, Ana merasa bersedih karna bagaimanapun Andreas adalah papa dari kedua putranya.


"Na, kami harap kamu bisa sesekali membawa Rayza ke rumah kami. Papa harap dengan kalian yang datang menjenguknya Andreas bisa lebih tenang dan membaik" ucap Andar dengan penuh permohonan.


Mendengar ucapan Andar, Ana langsung saja menatap Rangga. Karna dia tidak mau membuat keputusan tanpa izin dari suaminya.


"Baiklah. Kami akan membawa Rayza untuk menjenguk Andreas. Bagaimanapun Rayza adalah putra Andreas mereka berhak untuk bertemu" ucap Rangga tersenyum.


"Tapi, Nga. Rayza kan" ucap Ana mengingat jika Rayza mengalami trauma akan kelakuan Andreas di masa lalu. Rayza akan ketakutan saat melihat Andreas.


"Kita akan mempertemukan mereka secara pelan pelan. Aku akan bicara dengan Rayza supaya dia bisa menghilangkan traumanya. Bagaimanapun Andreas adalah Papa Rayza, Na" ucap Rangga memberi pengertian.


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja menganguk patuh. Karna apa yang di katakan Rangga benar apa adanya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2