
"Pagi, Sayang. Maaf ya papa terlambat" ucap Rangga langsung saja menyapa kedua putranya lalu mencium kening mereka dengan lembut.
"Papa upa a. Papa tan udah anji atan ain agi ini" ucap Rayxa memayunkan bibirnya karna terlalu lama menunggu Rangga.
"Maafkan papa ya, sayang. Papa kelelahan jadi tadi tidur lagi setelah melihta matahari terbit bersama kalian" ucap Rangga merasa bersalah karna kedua putranya sudah terlalu lama menunggunya.
"Sudah, tidak apa apa kok, Pa. Yang penting sekarang papa sudah datang. Sekarang papa sarapan setelah itu kita main pasir di pantai" ucap Alvian langsung saja memberikan sarapan untuk Rangga.
"Terima kasih, Sayang. Papa janji kita nanti kita akan melihat matahari terbenam bersama"
"Atahali enam. Holle Ayza uga au iat" ucap Rayza kembali tersenyum.
"Ia, Sayang. Papa sarapan dulu ya" ucap Rangga tersenyum lalu melahap makanan yang ada di depannya.
"Sayang, ini tehnya" ucap Ana memberikan teh hangat untuk Rangga.
"Terima kasih, Sayang" ucap Rangga langsung saja mencium wajah Ana.
Ana langsung saja duduk di samping Rangga sambil menunggu Rangga selesai sarapan. Rangga langsung saja menyelesaikan sarapannya dengan cepat.
"Pelan pelan sayang. Nanti kesedak lho" ucap Ana melihat Rangga yang makan dengan terburu buru.
"Tidak apa apa, Sayang" ucap Rangga dengan mulut penuhnya.
Ana langsung saja mengelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat perjuangan Rangga untuk membahagiakan kedua putranya. Rangga selalu saja berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka.
Setelah selesai sarapan Rangga langsung saja membawa anak dan istrinya ke pantai. Alvian dan Rayza langsung saja berlari bahagia di atas pasir pantai yang begitu indah.
Mereka langsung saja bermain pasir sedangkan Ana langsung saja menyiapkan tempat duduk untuk mereka beristirahat di bantu oleh Rangga.
"Papa iat Ayza terbenap" ucap Rayza menimbun dirinya dengan pasir.
"Al lihat adiknya ya. Jangan terlalu menimbun tubuhnya. Nanti adikmu susah bernapas" ucap Rangga
"Baik, Pa. Pa kita main bola saja" ucap Alvian mengambil bola yang dia bawa dari villa.
"Ok. Ayo kita bermain" ucap Rangga langsung saja menghampiri kedua putranya.
__ADS_1
"Mama ayo" Alvian langsung saja menarik tangan Ana membawanya ikut bergabung bersama mereka.
"Mama angkap" ucap Rayza menendang bola ke arah Ana dengan kaki mungilnya.
Ana langsung saja mengiring bola yang di berikan Rayza.
"Papa rebut bolanya" ucap Alvian karna dia tidak bisa merebut bola dari Ana.
"Siap" ucap Rangga langsung saja mencoba merebut bola dari Ana. Namun, Rangga gagal karna Ana lumayan pintar bermain bola kaki.
"Ingin merebut bola ini? tidak semudah itu" ucap Ana langsung saja mengiring bola itu ke arah gawang lalu menendangnya dengan keras.
"Yes! goll!" ucap Ana bersorak gembira sambil membawa Rayza kedalam gendongannya.
"Wah, sayang kita kalah sama wanita" ucap Rangga kepada Alvian sambil mengaruk kepalanya pelan.
"Papa sih. Tapi tidak apa apa, Pa. Bukankah kita kaum pria harus mengalah pada wanita" ucap Alvian dewasa.
"Ternyata putra papa sangat pintar ya. Kamu benar sayang kita sebagai kaum pria harus mengalah pada wanita. Sebab kita tugas kita yang sebenarnya adalah melindungi mereka" ucap Rangga tersenyum.
"Kalau itu mah gampang, Sayang" ucap Rangga langsung saja berjongkok di depan Ana.
Ana langsung saja naik keatas tubuh Rangga. Setelah melihat Ana telah berada di atas tubuhnya Rangga langsung saja berdiri sambil mengendong tubuh Ana yang ada di pungungnya.
Sedangkan Alvian dengan bersusah payah mengendong Rayza. Karna tubuh Rayza yang gendut membuat Alvian menjadi kewalahan. Berapa kali Alvian jatuh ketika mengendong Razya, sehingga membuat bocah gembul itu merajuk dan memilih untuk berlari dan mengejar Rangga yang sedang mengendong Ana.
"Papa unggu Ayza" ucap Rayza langsung saja berlari meningalkan Alvian.
"Rayza tunggu kakak" ucap Alvian kesal lalu berlari mengejar Razya.
"Ayo sini airnya sangat sejuk" ucap Rangga menurunkan Ana di tepi pantai lalu menghampiri Rayza dan Alvian.
Rangga langsung saja membawa kedua putranya bersama Ana. Mereka langsung saja bermain air dengan sangat bahagianya. Rangga terus saja memeluk Ana dengan begitu mesranya sambil mengajak kedua putra mereka bermain air.
Bagaikan keluarga yang sangat bahagia. Tidak ada yang akan menyangka jika Rangga hanyalah ayah sambung mereka. Rangga memperlakuakan Alvian dan Rayza dengan sangat baik. Dia selalu saja menghujani kedua putra sambungnya itu dengan kasih sayang yang berlimpah.
Di tengah tengah kebahagiaan mereka tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap kebahagiaan mereka dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Setelah puas bermain air Rangga langsung saja membawa Ana dan istrinya ke tepian. Rangga berjalan dengan penuh kegembiraan menatap Alvian dan Rayza terus saja berlarian di tepi pantai.
"Papa iat itu. Atunya egelak" ucap Rayza tertawa melihat kura kura di tepi pantai.
"Itu kura kura, Sayang. Bukan batu" jelas Rangga.
"Ula ula ya pa. Api tok seperti atu"ucap Rayza bingung karna kura kura itu bersembunyi di tempurungnya.
"Sini kita menjauh ya. Rayza perhatikan sebentar lagi kura kura itu akan keluar" ucap Rangga langsung saja membawa Rayza menjauh.
Benar saja tak berselang lama kura kura itu langsung saja keluar dan kembali berjalan. Melihat itu Rayza langsung saja tertawa.
"Ha..ha.. Adi ula ulanya embunyi ya, Pa?"
"Ia, Sayang. Kura kura akan bersembunyi di tempurungnya jika dia merasa ada bahaya. Setelah dia merasa aman dia kemabali keluar dan melanjutkan perjalanannya" jelas Rangga.
Mendengar itu Rayza langsung saja menganguk mengerti. Dia kembali melihat binatang binatang yang ada di tepi pantai. Dengan sabar Rangga mengenalkan semua binatang binatang yang mereka temui kepada Rayza.
"Sayang, Kak Alvian sama Mama mana ya?" ucap Rangga menyadari jika Ana dan Alvian sedari tadi tidak ada bersama mereka.
"Ayza ndak au" ucap Rayza polos karna dia juga tidak menyadari jika Alvian dan Ana tidak ada lagi bersama mereka.
Rangga langsung saja menatap ke seluruh penjuru pantai. Dia langsung saja tersenyum ketika melihat Ana dan Alvian sedang asik menikmati kelapa muda di sebuah warung di tepi pantai itu.
"Dasar, kamu lihat aja ya, Na" guman Rangga tersenyum kecil melihat tingkah anak dan istrinya yang sedang menertawainya dari kejauhan.
"Papa udah emu Mama ama Tak Ian?" ucap Rayza terus saja menatap kesana kemari.
"Mama dan Kakakmu sedang bersantai di sana" ucap Rangga langsung saja mengendong Rayza lalu berlari ke arah Ana dan Alvian.
"Kamu ini ya. Pergi gak bilang bilang" ucap Rangga kesal lalu mengelitiki perut Ana sehingga membuat Ana langsung saja tertawa terbahak bahak.
"Ampun, Sayang" ucap Ana sambil berusaha mengentikan Rangga.
"Papa" ucap Rayza dan Alvian langsung saja membantu Ana dan menyerang Rangga.
Bersambung.....
__ADS_1