NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
54# Kamu Adalah Canduku


__ADS_3

Ana merasakan ada sesuatu yang mengangu pada tubuhnya. Dia merasakan ada benda yang sedang bermain di puncak kembarnya.Karna merasa terusik Ana mencoba untuk membuka matanya. Ya, benar saja ketika membuka matanya Ana melihat Rangga sedang meminum nutrisi darinya.


"Kamu ngapain, Nga?" ucap Ana melihat Rangga sedang asik bermain di puncak kembarnya.


"Sedang minum susu" ucap Rangga cengegesan.


"Gadak, minum susu lagi" ucap Ana langsung saja menarik selimutnya lalu menutup seluruh tubuh polosnya.


"Sayang, aku masih haus" ucap Rangga merengek bagaikan anak kecil yang sedang meminta susu kepada ibunya.


"Kalau haus minum. Samaku gak ada susu"


"Ada?"


"Mana?"


"Itu" ucap Rangga menunjuk ke puncak kembar Ana.


"Susunya sudah kadaluarsa belum di ganti" ucap Ana tegas lalu menutup seluruh tubuh polosnya dengan selimut.


Bukannya diam Rangga malah ikutan masuk kedalam selimut lalu memeluk tubuh polos Ana dengan erat.


"Mau aku ganti susunya. Di jamin susunya akan kembali segar dan banyak" bisik Rangga sambil memainkan puncak kembar Ana mengunakan jarinya.


Ana langsung saja mengigit bibir bawahnya karna merasakan gejolak yang berbeda setiap kali Rangga menyentuh dirinya. Dia tidak menyangka jika mantan sahabatnya itu bisa semesum itu bahkan gairah lelakiannya sangatlah kuat.


"Nga pinganku sudah sakit" ucap Ana jujur karna jujur saja ntah beberapa kali semalam Rangga memuntahkan benihnya di dalam rahim Ana hingga membuat pingang Ana terasa remuk saat bangun.


"Pingangmu sakit ya, Sayang. Maaf ya semalam aku tidak bisa mengendalikan hasratku. Sini biar aku pijitin" ucap Rangga langsung saja merasa tidak enak kepada Ana.


Karna hasratnya yang begitu mengebu ngebu dia semalam terus saja bergerak liar di atas tubuh Ana sehingga membuat Ana kekelahan. Rangga langsung saja membuka selimut yang menutupi tubuh mereka lalu mencoba memijit pingang ramping Ana.


Rangga berusaha menelan ludahnya kasar karna hasratnya yang masih mengebu ngebu menarap tubuh polos Ana. Sedangkan Ana langsung saja tersenyum melihat perhatian Rangga kepadanya. Rangga memang pria yang bijaksana selalu mengalah bahkan tidak pernah meningikan suaranya di depan Ana.


"Nga"


"Hem"

__ADS_1


"Terima kasihnya"


"Untuk apa?" ucap Rangga mengerutkan keningnya bingung.


"Karna kamu sudah menerimaku apa adanya. Kamu juga membuat hidupku sangat bahagia"


"Itu sudah tugasku sebagai mantan sahabatmu. Tapi itu semua tidak gratis" ucap Rangga tersenyum nakal.


"Maksudmu?" ucap Ana langsung saja bangun dari tidurnya lalu menatap Rangga lekat.


"Kamu harus membayarnya dengan pangilan sayang dari bibir indahmu" ucap Rangga mencoba menyentuh bibir pink Ana mengunakan jari telunjuknya.


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja menunduk sambil tersenyum.


"Ayo pangil sayang" ucap Rangga terus saja tersenyum mengoda Ana.


"Terima kasih, Sayang" ucap Ana menunduk sambil mengigit kukunya karna malu.


"Apa? aku tidak dengar"


"Sama sama istriku yang paling aku cinta" ucap Rangga lansung saja membalas pelukan Ana sambil menciumi puncak kepala Ana.


"Sayang" ucap Rangga tiba tiba.


"Apa?" ucap Ana mendongakkan kepalanya ke atas mencoba menatap wajah tampan Rangga.


"Kamu membangunkan kembali milikku yang sedang tidur, sayang" ucap Rangga ketika merasakan miliknya sudah mulai mengegang.


Ana langsung saja menatap ke bawah dan benar saja milik Rangga sudah terbangun dengan segarnya bersiap untuk bertemu dengan pasangannya.


"Sayang, satu kali lagi ya. Setelah itu aku janji akan jadi tukang urut untumu" ucap Rangga memelas.


Tak punya pilihan lain Ana langsung saja mengangukkan kepalanya pelan menandakan dia setuju. Melihat itu Rangga langsung saja tersenyum lalu mulai melancarkan aksinya kembali.


Di pagi hari ini mereka memulai hari dengan pergelumulan panas yang membuat gairah mereka semakin memuncak. Rangga terus saja melakukan aksinya dengan begitu lembut hingga membuat Ana langsung saja terbuai dalam kenikmatan.


Setelah selesai memuntahkan benih benihnya kedalam rahim Ana, Rangga langsung saja mengelus perut datar Ana sambil tersenyum.

__ADS_1


"Berkembanglah benih benihku. Kalian jangan nakalnya di dalam perut Mama ya. Jadilah anak anak yang pintar dan juga baik budi" bisik Rangga mulai membayangkan jika anak anaknya tumbuh di rahim Ana.


"Aamiin" ucap Ana mengaminkan ucapan Rangga sambil mengelus lembut rambut tebal Rangga.


"Terima kasih ya sayang. Kamu adalah canduku" ucap Rangga tersenyum lalu membawa tubuh Ana kedalam dekapannya.


Ana langsung saja membalas pelukan Rangga lalu menyenderkan kepalanya di dalam dada bidang Rangga.


"Sayang" ucap Rangga sambil mengelus lembut rambut panjang Ana.


"Apa? jangan bilang milikmu bangun lagi" ucap Ana langsung saja menatap ke bawah untuk memastikan dugaannya tidak benar.


"He..he..tidak, Sayang. Dia sudah tidur kembali. Ayo kita mandi" ucap Rangga terkekeh kecil lalu membawa tubuh Ana kedalam gendongannya.


Rangga langsung saja mengendong Ana kedalam kamar mandi. Mereka melakukan ritual mandi bersama sambil bermain busa sabun. Tak lupa Rangga terus saja mencoba mengoda Ana sehingga suara tawa keduanya terus saja terdengar begitu indah memenuhi ruang mandi itu.


Indahnya cinta yang di ungkapkan setelah pernikahan membuat sepasang pasangan pengantin baru itu selalu larut dalam kebahagian. Perasaan cinta yang telah lama mereka pendam masing masing bahkan mereka sempat berpisah begitu lama. Bahkan mereka tidak pernah bisa membayangkan jika mereka akan bersatu seperti sekarang ini.


Di satukan oleh ikatan cinta dan juga ikatan suci pernikahan yang terus saja mempererat hubungan mereka. Walaupun begitu banyak jarak dan juga ujian yang terus saja memisahkan mereka. Tapi, tulang rusuk akan terap kembali kepada pemiliknya walaupun pernah singgah di tangan orang lain.


Ana selalu saja mengucap syukur di dalam hatinya karna dia akhirnya mendapatkan kebahagiaan berkali kali lipat setelah melewati duri duri yang begitu tajam yang terus saja menghampiri hidupnya.


Karna setiap ujian yang datang menghampiri kita maka akan ada hadiah yang sangat istimewa yang menunggu kita jika kita bisa menghadapi ujian ujian itu dengan penuh keikhlasan hati dan juga kesabaran


Setelah selesai melakukan ritual mandi bersama Rangga langsung saja mengeringkan tubuh Ana mengunakan handuk. Ana terus saja tersenyum menatap perlakuan Rangga yang selalu saja membantunya dalam segala hal.


"Sayang, aku bisa melakukannya sendiri" ucap Ana mengambil handuk yang ada di tangan Rangga.


"Walaupun kamu bisa melakukannya sendiri aku akan tetap membantumu, Sayang. Karna aku mau kamu menjadi istriku yang manja. Aku tidak mau kamu menjadi wanita tanguh yang bisa melakukan ini itu sendirian. Karna menurutku kamu adalah tulang rusukku yang begantung kepadaku. Bukan tulang punggung yang melakukan apapun seorang diri" ucap Rangga langsung saja mengambil handuk yang ada di tangan Ana.


Tak hanya itu bahkan Rangga membantu Ana memakai pakaiannya dan juga mengeringkan rambutnya. Rangga memperlakukan Ana sangat istimewa hingga Ana merasa jika dirinya itu adalah seorang ratu yang sangat istimewa karna mempunyai suami seperti Rangga.


Memang benar apa yang di katakan pepatah, jika kamu menikah dengan pria yang salah maka kamu akan di perlakukan seperti babu. Begitu juga sebaliknya jika kamu menikah dengan pria yang tepat maka kamu akan di perlakukan seperti ratu.


Ana telah mengalami itu semua di siksa dan di perlakuakn seperti babu oleh Andreas, hingga akhirnya dia dipertemukan kembali dengan sahabat sekaligus cinta pertamanya Rangga dan di perlakukan seperti ratu yang istimewa olehnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2