
Karna terlalu asik bercerita dengan Putri dan juga temannya akhirnya Ana lupa jika dia melakukan pemotretan hari ini. Brian sedang berjalan mondar di pintu utama untuk menunggu kedatangan Ana.
"Ana kenapa belun datang juga? padahal lima menit lagi jadwalnya melakukan pemotretan" gumam Brian sambil melirik jam tangan mewahnya.
Tak mau berpikir yang tidak tidak Brian langsung saja merogoh saku celananya lalu mengambil benda pipih kesayangan sejuta umat dari dalam sana. Brian langsung saja mencari nomor Ana. Bukannya langsung memangil Ana, Brian malah terpesona menatap foto profil WA Ana yang terlihat sangat cantik dengan senyuman lepas melingkar di wajah cantik Ana.
"Kamu cantik sekali, Sayang. Maafkan aku karna pernah menyinyiakanmu. Aku berjanji akan menebus semua dosaku kepadamu" gumam Brian tersenyum sambil mengelus foto Ana yang terpangpang di ponselnya. Tanpa sadar Brian langsung saja menciumi ponselnya seperti dia sedang mencium wajah Ana.
"Bos, kenapa?" ucap Julia heran melihat tingkah Brian.
"Kamu ngapain di sini?" ucap Brian datar untuk menyembunyikan rasa malunya karna tertangkap basah oleh sekertarisnya sedang menciumi ponselnya sendiri.
"Sebentar lagi Ana akan melakukan pemotretan. Tapi Ana tak kunjung hadir, Bos"
"Undur saja. Saya akan menghubunginya" ucap Brian santai tanpa ada rasa bersalah.
"Tapi, Bos"
"Tidak ada tapi tapian. Aku bilang undur ya undur. Satu lagi jangan kau pangil Ana dengan sebutan Ana saja. Tapi, Nyonya muda Ana" ucap Brian tegas.
"Baik, Bos. Kalau begitu saya permisi" ucap Julia dengan penuh kekesalan pergi meninggalkan Bos besarnya yang sedang di mabuk cinta kembali.
"Dasar, Bos. Main undur undur saja. Padahal aku sudah sangat lelah mempersiapkan semuanya. Tapi, kenapa Bos sangat memanjakan Ana? Tungu tunggu Bos pernah bilang jika model yang akan datang adalah cinta pertamanya. Maka Ana adalah cinta di masa lalu Ana. Tapi kenapa Ana sangat dekat dengan Dokter Rangga sepupu, Bos. Apa jangan jangan mereka cinta segi tiga. Tapi, Mas Andreas pernah mengatakan kepadaku jika dulu Ana menikah dengannya sudah tidak suci lagi. Jadi, kemungkinan besar yang merengut kesucian Ana adalah Bos atau Dokter Rangga. Aku harus mencari tau semuanya" gumam Julia tersenyum licik.
*****
"Jadi dulu kakak itu kurus dan jelek?" ucap Zhia teman Putri yang sangat penasaran dengan perjalanan hidup Ana.
"Ia, Aku dulu kurus, dekil dan juga kusam Tapi, sekarang aku bisa seperti ini karna dukungan orang terdekatku. Dia sangat memanjakanku bahkan dia yang membuatku menjadi seperti sekarang" ucap Ana tersenyum.
"Tapi, kau bilang dulu kakakmu iparmu pergi dari rumah bersama pria lain. Itu sebabnya Kakak dan kakak iparmu berpisah. Jadi yang kau ceritakan itu Kak Ana?" ucap Zhi mulai mengingat ucapan ucapan Putri yang menjelek jelekkan Ana.
__ADS_1
Mendengar ucapan Zhia, Ana langsung saja menatap Putri. Melihat tatapan Ana, Putri langsung saja menunduk dengan rasa bersalah karna pernah menjelek jelekkan Ana.
Hingga tiba tiba ponsel Ana berbunyi. Ana langsung saja menatap ponselnya yang tertera nama Brian di sana. Tak mau berpikir panjang Ana langsung saja menekan tombol hijau lalu meletakkan benda pipih itu di telinganya.
"Hallo... ada apa kak?"
"Kamu di mana, Na?"
"Aku sedang di kafe, Kak. Memangnya ada apa?"
"Kamu lupa? sebentar lagikan kamu akan melakukan pemotretan" ucap Brian lembut walaupun jadwal Ana melakukan pemotretan telah terlambat.
"Oh ia! maaf kak. Ana lupa" ucap Ana menepuk jidatnya pelan.
"Sudah tidak apa apa. Kamu gak usah buru buru. Lagian masih ada waktu setengah jam lagi kok"
"Ok! Ana ke sana sekarang"
"Rangga ada jadwal oprasi. Jadi Ana bersama Rayza ke sana"
"Ya sudah! kamu hati hati ya" ucap Brian langsung saja mematikan ponselnya. Mendengar Rangga tidak ikut bersama Ana, Brian langsung tersenyum senang karna akhirnya dia ada waktu bersama Ana. Sedangkan Ana langsung saja berpamitan kepada Putri dan juga Zhia.
"Kakak lupa, ika kakak ada jadwal pemotretan sekarang. Kakak duluan ya"
"Ia, kak." ucap Zhia dan Putri serentak.
Ana langsung saja membayar minuman mereka lalu membawa Rayza kedalam gendongannya. "Ayo sayang. Kita ke kantor paman Brian dulu"
"Ia, Ma. Ibi Ayza igi ulu a" ucap Rayza berpamitan kepada Putri dan Zhia.
"Ia, Sayang. Dadahh" ucap Putri dan Zhia serentak.
__ADS_1
Ana langsjng saja berjalan menuju mobilnya. Dia langsung saja mendudukkan Rayza di bangku samping supir. Lalu dia masuk dan duduk di kursi pengemudi. Setelah memastikan Rayza duduk dengan nyaman Ana langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Brian yang sedari tadi menunggu kedatangan Ana akhirnya melihat mobil Ana memasuki area kantornya. Dengan sigap Brian langsung saja menyambut kedatangan Ana. Brian langsung saja membukakan pintu untuk Ana. Kemudian dia membukakan pintu untuk Rayza lalu membawa tubuh gembul Rayza kedalam gendongannya.
"Hello, Ray. Sini biar paman gendong"
"ello aman" ucap Rayza tersenyum.
"Ayo, Na" ucap Brian mempersilahkan Ana untuk jalan terlebih dahulu. Ana yang merasa gugup langsung saja melangkahkan kakinya memasuki area kantor Brian.
Di sepanjang jalan Brian terus saja mengajak Rayza berbicara sambil tertawa bersama. Jujur saja selama ini Rayza tidak pernah merasakan kasih sayang dari papanya. Hingga membuat Rayza selalu dekat dan juga mencari perhatian dari kaum pria dewasa.
Melihat kedekatan Rayza dan Brian membuat para karyawan yang mereka lewati langsung saja menatap heran Bos besar mereka. Selama Brian kembali dari luar kota dan kembali menangani perusahaan papanya, para karyawan tidak pernah melihat Brian sebahagia itu.
"Selamat datang kembali bidadari Aike. Ayo sini biar Miss Egi buat kamu semakin bersinar" celoteh Egi ketika melihat Ana memasuki ruang pemotretan.
Ana langsung saja duduk di kursi rias bersiap untuk di rias oleh Egi. Ana menatap ke arah Rayza yang sedang bermain dengan Brian. Ada rasa bahagia di hati Ana karna kina putranya di kelilingi dengan orang orang yang sangat menyayanginya.
Bukan hanya Brian tapi para karyawan di sana juga sangat senang bermain dengan Rayza. Bahkan mereka semua merasa sangat gemas melihat tingkah lucu Rayza. Ada beberapa orang di ruangan itu hanya satu yang tidak menyapa dan bermain dengan Rayza. Siapa lagi kalau bukan julia.
Julia terus saja menatap geram Ana yang di kelilingi orang yang selalu memuji kecantikannya. Julia tidak ingin jika Ana jauh lebih tinggi darinya. Ana yang sadar dengan tatapan Julia memilih untuk diam saja.
Ana lebih memilih pokus dengan pemotretannya hari ini. Walaupun baru di dunia permodelan tapi, Ana sudah sangat mahir. Ana mulai bergaya dengan begitu elegannya.
Bersambung.....
Haii semuanya...
Author promosi lagi ya🙈. Jangan lupa mampir di karya sahabat author ya. Ceritanya dangat menarik dan sayang untuk di lewatkan🥰
__ADS_1