NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
61# Meminta Petunjuk


__ADS_3

Rangga langsung saja mengaruk kepalanya yang tidak gatal ketika melihat Ana sedang duduk melamun di depan cermin. Rangga memberanikan diri melangkahkan kakinya mendekati Ana.


"Ada apa, Sayang? apa yang sedang di pikirkan istri kesayanganku ini?" ucap Rangga memeluk Ana dari belakang.


"Maaf! kamu mau mandi? biar aku siapkan air hangat untukmu" ucap Ana sontak bangun dari duduknya lalu berjalan secara tergesa gesa kedalam kamar mandi.


Melihat sikap Ana, Rangga langsung saja binggung. Rangga hanya diam menatap Ana yang sibuk menyiapkan air hangat untuknya.


"Air hangatnya sudah selesai. Ini handukmu" ucap Ana memberikan handuk untuk Rangga sambil menunduk tidak berani menatap wajah Rangga sedikitpun.


"Terima kasih" ucap Rangga langsung saja menerima handuk pemberian Ana lalu masuk kedalam kamar mandi.


Rangga terus saja binggung melihat perubahan sikap Ana. Rangga melihat ada raut ketakutan di wajah Ana. Namun, dia langsung saja menepis pikirannya lalu menguyur tubuhnya dengan air hangat.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya Rangga langsung saja keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk kimono yang melingkar di pinggangnya. Rangga langsung saja menatap Ana yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Kamu sudah selesai? ini pakaian gantimu" ucap Ana langsung saja memberikan pakaian ganti untuk Rangga.


"Terima kasih" ucap Rangga melirik tangan Ana yang gemetar saat memberikan pakain gantinya.


Rangga langsung saja meletakkan pakaian yang di berikan Ana di atas ranjang lalu menatap Ana yang terus saja menunduk.


"Ke...kenapa? apa pakaiannya tidak kamu suka? aku akan mengambilnya lagi" ucap Ana gugup lalu bergegas ke mencari pakaian Rangga kembali.


Namun, Rangga langsung saja memegang lengan Ana sehingga membuat Ana langsung saja menangis ketakutan.


"Ma..maafkan aku!" ucap Ana menunduk ketakutan.


Melihat itu Rangga langsung saja memeluk tubuh Ana lalu mencium lembut puncak kepalanya dengan lembut.


"Harusnya aku yang minta maaf kepadamu. Maafkan aku karna telah menyakiti hatimu" ucap Rangga mencoba menenangkan Ana.


"Kamu tidak marah?"

__ADS_1


"Untuk apa aku marah? Sebenarnya aku yang takut kamu mengusirku karna kejadian tadi" ucap Rangga menghapus air mata Ana.


"Kamu tidak marah kepadaku dan memilih wanita itu. Dia jauh lebih baik dariku, dia sangat cantik"


Belum selesai mengucapkan perkataannya Rangga langsung saja menutup mulut Ana mengunakan jari telunjuknya.


"Kamu adalah wanitaku satu satunya tidak ada yang lain. Aku sangat mencintaimu, aku tidak akan menatap wanita lain lagi karna wanitaku jauh lebih sempurna di mataku. Jangankan memarahimu membentakmu saja aku tidak akan mampu" ucap Rangga mengengam tangan Ana lalu menatapnya dengan penuh cinta.


"Aku sangat mencintaimu, Na. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku minta maaf karna mengingatkanmu kembali pada masa lalumu yang begitu menderita" ucap Rangga tau jika kejadian tadi mengingatkan Ana pada masa lalunya sehingga membuat Ana takut jika Rangga akan memperlakukannya seperti Andreas dahulu.


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja meneteskan air matanya. Dia langsung saja menatap Rangga dengan mata berkaca kaca.


"Terima kasih karna telah memberiku cinta yang sangat besar" ucap Ana.


"Itu adalah kewajibanku sebagai seorang suami, Sayang. Mulai sekarang kamu tidak perlu lagi ketakutan seperti tadi. Belajarlah untuk melupakan perlakuan kasar Andreas dulu. Karna aku tidak akan pernah melakukan itu padamu" ucap Rangga langsung saja membawa tubuh Ana kedalam pelukannya.


Ana langsung saja membalas pelukan Rangga, dia merasakan kehangatan dan kenyamanan di dalam pelukan itu. Ana langsung saja melihat rasa cinta Rangga yang sangat besar kepadanya.


Rangga selalu memperlakukannya dengan sangat baik. Sangat berbeda dengan perlakuan Andreas dulu yang selalu memperlakukannya dengan sangat kasar.


"Apa?"


"Apa kamu tidak marah?"


"Marah?"


"Ia, apa kamu tidak marah tadi wajah tampan suamimu di cium di depanmu"


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja mengingat kejadian di restoran tadi. Ana langsung saja membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Sudahlah. Aku lelah" ucap Ana langsung saja menyelimuti tubuhnya dengan memungungi Rangga.


"Dasar mulut. Lihat Ana jadi marahkan?" gumam Rangga kesal karna melihat Ana hanya dian saja.

__ADS_1


"Na, apa kamu punya masalah?" ucap Rangga langsung saja duduk di samping Ana.


Mendengar Rangga yang menyebut namanya Ana langsung saja menatapnya bingung. Semenjak mereka menikah Rangga tidak pernah lagi menyebut namanya, tapi sekarang.


"Jika kau punya masalah ceritakanlah kepada sahabatmu ini. Apa kamu sedang ada masalah dengan suamimu itu?" ucap Rangga mulai mengambil alih sebagai peran sahabat untuk Ana.


"Ia, aku sedang ada masalah dengan suamiku" ucap Ana langsung saja bangkit dan duduk di samping Rangga.


"Apa? kamu punya masalah apa? mana tau aku busa membantu sahabatku ini" Rangga langsung saja mengambil posisi bersiap untuk mendengarkan cerita Ana.


"Tadi ada wanita cantik yang mencium suamiku di depanku. Melihat itu perasaanku sangat terluka. Coba kamu pikirkan, istri mana yang ikhlas jika suaminya di cium oleh wanita lain. Tapi, yang aku takutkan bukan hanya itu" ucap Ana langsung saja menunduk sedih.


"Apa?" ucap Rangga langsung saja menatap lekat Ana.


"Aku takut jika kebahagiaanku kembali hilang. Aku takut suamiku pergi meninggalkanku. Aku sangat mencintainya, aku tidak bisa kehilangannya lagi"


"Jika kamu mencintainya maka aku yakin rumah tanggamu akan baik baik saja. Karna aku yakin jika suamimu juga sangat mencintaimu. Sama sepertimu dia juga tidak bisa kehilanganmu lagi. Tapi, aku punya satu cara untuk mengatasi masalah kalian"


"Apa?"


"Kalian harus saling percaya dan saling terbuka satu sama lain. Karna kunci dalam sebuah hubungan adalah kepercayaan dan juga kesetiaan. Satu lagi jika kamu takut suamimu di rebut oleh orang lain kamu harus percaya diri. Kamu harus berdoa dan minta petunjuk kepada Allah. Jika suamimu adalah yang terbaik untukmu aku yakin Allah tidak akan memisahkan kalian. Tapi, jika suamimu bukan yang terbaik untukmu maka Allah akan menunjukkan sisi buruknya kepadamu"


"Kamu benar. Aku harus berdoa dan minta petunjuk kepada Allah. Karna hanya Allahlah yang tau apa yang baik dan tidak baik untuk setiap hambanya. Terima kasih ya, kamu adalah sahabat terbaikku" ucap Ana gembira lalu berlari ke arah kamar mandi.


"Kamu mau kemana?" ucap Rangga binggung


"Waktu Sholat Isya belum habis. Aku mau mengambil wudhu dulu" ucap Ana tersenyum lalu masuk kedalam kamar mandi.


Melihat itu Rangga langsung saja tersenyum. Dia langsung saja mengenakan pakaiannya lalu pergi ke kamar Alvian dan Rayza untuk mengambil Wudhu.


Setelah selesai mengambil wudhu Ana langsung saja keluar dari kamar mandi dan melihat Ranga tidak ada lagi di dalam kamar mereka. Ana mencoba mencari keberadaan Rangga tapi dia tidak menemukannya.


Ana langsung saja mengambil mukenahnya lalu mengenakannya. Tapi, mata Ana langsung saja berbinar ketika melihat Rangga masuk kedalam kamar mereka mengunakan baju koko lengkap dengan kain sarungnya.

__ADS_1


"Kamu mau meminta petunjuk dari Allah kan? ayo kita melakukannya bersama sama. Agar Allah semakin mengikat cinta kita sehingga tidak bisa di lepaskan oleh umat manusia"


Bersambung.....


__ADS_2