NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
47# Keguguran


__ADS_3

"Aku akan meninggalkannya asalkan kau mau kembali kepadaku" ucap Andreas penuh percaya diri.


"Jika kau kira aku akan kembali kepadamu? maka aku jelaskan jika kau salah besar. Karna sekali aku melangkahkan kakiku pergi meninggalkanmu jangankan kembali menoleh saja aku tidak sudi"


"Pikirkan anak anak kita, Na"


"Aku pergi darimu demi anak anakku. Karna aku tidak mau mereka mempunyai papa berwujud iblis sepertimu. Aku sudah menemukan sosok Papa yang pantas mengisi hati kedua anakku. Jadi jangan kau coba usik kebahagian kami lagi, atau aku akan melakukan hal yang tidak pernah kau duga sebelumnya" ucap Ana menatap tajam Andreas lalu melangkahkan kakinya pergi meningalkan Andreas yang hanya diam mematung menatapnya.


Andreas tidak menyangka Ana bisa berubah seratus derajat dari Ana yang dia kenal dulu. Ana yang selama ini Andreas kenal hanyalah wanita lemah yang bisa di perlakukan seenaknya saja bahkan Ana selalu diam jika Andreas memperlakukannya layaknya seorang binatang.


Tapi, Ana yang sekarang sudah berubah Ana yang dulu lemah kini berubah menjadi Ana yang sangat kuat. Tidak lagi mengenal takut bahkan Ana yang menyimpan dendam dan kebencian di setiap tatapannya. Ana juga bersiap menghancurkan setiap orang yang mengusik hidupnya kembali.


******


Setelah Setelah dinyatakan sembuh Julia langsung saja dipindahkan ke ruang inap. Ketika dia sadar dia mencoba meraba perutnya yang sudah datar. Dia menatap seluruh ruangan yang bercat putih dengan penuh kebingungan.


''Mas, aku kenapa?'' ucap Julia menatap Andreas yang hanya diam di kursi sofa.


''kamu mengalami keguguran'' ucap Andreas tanpa menatap ke arah Julia.


"Tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin anak kita meninggal, Mas" ucap Julia mulai meneteskan air matanya


"Jiika kau tidak percaya terserahmu. Sudahlah aku lelah aku mau pulang dulu" ucap Andreas tidak mempedulikan perasaan Julia sedikitpun


"Mas, kamu tidak bisa meninggalkanku seperti ini. Kamu yang mengakibatkan anak kita meninggal kamu harus tanggung jawab, Mas"


"Apa kau lupa? kau yang terjatuh sendiri jadi jangan pernah kau salahkan aku"


"Aku terjatuh karenamu, Mas"


"Sudahlah, aku lelah berdebat denganmu. Mama yang akan mengurusmu di sini" ucapkan langsung saja pergi meninggalkan Julia dengan penuh kekesalan


"Mas, kamu jangan seperti ini, Mas. Anak kita baru saja meninggal! tapi kau malah meninggalkanku seperti ini"


Andreas terus saja berjalan dengan penuh kekesalan tanpa memperdulikan Julia. hingga di perjalanan dia bertemu dengan Rangga yang baru selesai memeriksa pasiennya


Andreas langsung saja menata tajam Rangga dengan penuh kebencian. Karena merasa jika Rangga telah merebut Ana dari nya.

__ADS_1


"Wibawa dan pekerjaanmu sangat bagus. Tapi aku tidak menyangka jika dokter hebat sepertimu menjadi seorang pembinor" Mendengar ucapan Andreas Rangga langsung saja tersenyum sinis.


"Aku tidak pernah merebut istrimu darimu. Tapi kaulah yang memberikannya kepadaku. Apa kau lupa dengan ucapanmu satu tahun lalu, jika kau menyuruhku untuk mengambil anak darimu? atau kau sudah amnesia ya?"


"Kurang ajar kau! Lihatlah aku akan merebut Ana kembali darimu"


"Coba saja jika kau bisa, aku menerima tantanganmu" ucap Rangga langsung saja pergi meninggalkan Andreas. Andreas hanya mampu menatap geram kepergian Rangga dengan penuh kekesalan.


Di ruangan Rangga Ana sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Entah apa yang ada dalam pikirannya, sampai dia tidak sadar jika Rangga sudah berdiri di depan pintu menatapnya.


"Apa yang kamu pikirkan?" mendengar ucapan Rangga Ana langsung saja sadar dari lamunannya.


"Tidak, tidak ada, Nga. Kamu sudah selesai? ayo kita makan siang" ucap Ana langsung saja membuka rentang yang dia bawa dari rumah lalu menatanya dengan rapi di atas meja kerja Rangga.


"Kamu tidak usah berbohong, Na. Aku bisa melihat jika kau sedang berbohong denganku"


"Tidak, aku tidak berbohong. Aku tidak memikirkan apapun"


"Aku mengenalmu sudah sangat lama jadi kau tidak akan bisa menyembunyikan apapun dariku" ucap Rangga coba mendekati Ana.


Karena gugup Ana langsung saja melangkah mundur. Namun, Rangga tidak mau diam dia langsung saja melangkahkan kakinya mendekati Ana hingga akhirnya langkah Ana terhenti ketika tubuh Ana sudah terhalang oleh dinding ruangan Rangga.


Melihat sikap Rangga, An langsung saja gugup "Baiklah aku akan menceritakan semuanya"


"Gitu dong, jujur aja susah banget" ucap Rangga langsung mengacak-acak rambut Anna.


Rangga lalu berjalan ke sofa dan duduk santai dengan menyilangkan kakinya bersiap untuk mendengarkan cerita Ana. "Ayo katakan. Apa yang mengganggu pikiran Bidadari cantikku ini?"


"Aku takut jika mama akan menghalangi hubungan kita setelah Mama tahu apa yang sebenarnya terjadi"


"Maksudmu?" ucap Rangga mengurutkan keningnya bingung.


"Aku takut jika mama mengetahui masa laluku dengan Kak Brian" mendengar ucapan Anna Rangga langsung saja terdiam sambil memijit kepalanya pelan.


"Aku akan meyakinkan Mama"


"Kenapa kenapa kamu mau memperjuangkan pernikahan kita? Apa kau mencintaiku?" ucap Ana tersenyum menggoda Rangga.

__ADS_1


"Aku? mencintaimu? tidak mungkin" ucap Rangga terkekeh sambil mencubit hidung mancung Ana.


"Kamu jahat, Nga" Ana langsung saja melemparkan bantal yang ada di sofa kepada Rangga.


"Kok kamu marah? apa jangan-jangan kamu yang mencintaiku?" ucap Rangga menatap lekat wajah anak sambil tersenyum.


"Ti, tidak" ucap Ana langsung membuang wajahnya lalu melipat tangannya ke dadanya.


"Yang benar?" ucapan Rangga mencolek wajah Ana sampai tersenyum.


"Sudahlah, aku sudah lapar. Ayo kita makan atau aku habiskan makanannya sendiri" ancam Anna langsung saja berjalan ke arah meja kerja Rangga lalu menyantap makanannya sendiri tanpa memperdulikan Rangg sama sekali.


Melihat tingkah Ana, Rangga langsung saja tersenyum lalu mengambil bekalnya dan menyantapnya sambil melirik ke arah Ana.


"Kenapa kau melihatku?"


"Aku tidak melihatmu"


"Lanjutkan makanmu atau aku akan menghabiskannya juga" ucap Ana sambil memasukkan sendok ke mulutnya sambil menatap Rangga tajam.


"Dari dulu sampai sekarang sifatmu tidak berubah, Na" ucap Rangga tersenyum.


"Aku tidak bercanda, Nga"


"Ou. Maaf" ucap Rangga langsung saja menunduk lalu kembali menyantap makanannya sambil sesekali melirik Ana yang terus melahap makanannya dengan penuh kekesalan.


"Nga?" ucap Ana menatap Rangga.


"Hem" ucap Rangga terus saja menyantap makanannya tanpa melihat Ana.


"Julia kenapa?" Mendengar pertanyaan Ana, Rangga langsung saja menghentikan makannya lalu menatap Ana lekat.


"Dia keguguran"


"Kenapa? Kenapa bisa terjadi?" ucap Ana mengerutkan keningnya bingung.


"Dia terjatuh dan mengalami pendarahan yang hebat. Jadi kami terpaksa mengeluarkan bayinya jika tidak akan membahayakan ibunya"

__ADS_1


Mendengar ucapan Rangga, Ana langsung saja menunduk sedih. Dia langsung saja mengingat kejadiaan satu tahun lalu dimana dia harus melahirkan Rayza secara terpaksa. Tapi dia masih bersyukur karna dia dan Rayza selamat pada saat kejadian itu.


Bersambung.....


__ADS_2