
Setelah selesai sarapan Rangga langsung saja mengantar Ana untuk menemui Alvian. Tapi, Ana lebih memilih untuk menatap Alvian dari kejauhan karna tidak ingin membuat keributan dengan mertuanya.
"Apa kamu tidak ingin menemuinya?" ucap Rangga melihat Ana hanya menatap Alvian yang sedang bermain dari dalam mobil.
"Aku... tidak bisa, Nga" ucap Ana lirih sambil terus menatap Alvian.
"Apa atak...atak apa" ucap Rayza gembira ketika melihat Alvian.
"Ia, sayang! Kamu yang sabar ya. Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan kakakmu" ucap Rangga tersenyum sambil mengelus lembut puncak kepala Rayza.
"Ana" ucap pak Rt yang melihat Ana di dalam mobil.
"Pak...pak Rt" ucap Ana gugup ketika melihat Pak Rt sudah berdiri di depannya.
"Kamu mau bertemu dengan Alvian?" ucap Pak Rt melihat Ana yang terus menatap Alvian.
Ana langsung saja menganguk pelan. Sambil menghapus air matanya dengan tanggannya.
"Ya sudah! ayo turun!"
"Tapi, Pak"
"Tidak apa apa. Mertuamu sedang di kebun, Putri juga belum pulang. Alvian di sini sendiri"
Mendengar ucapan Pak Rt, Ana langsung saja tersenyum semangat. Dia langsung saja turun dari mobilnya lalu berlari ke arah Alvian di ikuti Rangga yang mengendong Rayza dari belakangnya.
"Sayang" ucap Ana lirih menatap Alvian yang sedang bermain seorang diri.
"Mama" ucap Alvian terkejut. Alvian langsung saja berlari ke arah Ana. Ana langsung saja membawa tubuh Alvian kedalam pelukannya.
"Mama rindu sayang" ucap Ana lirih sambil menciumi wajah Alvian.
"Atak" Rayza juga langsung turun dari gendongan Rangga lalu memeluk Alvian.
"Mama kemana aja? kakek terus mencari mama?"
"Maafka mama, sayang. Mama meninggalkanmu"
__ADS_1
"Tidak apa apa, Ma! yang penting mama baik baik saja. Mama juga sangat cantik" ucap Alvian tersenyum menatap perubahan Ana.
"Jadi selama ini mama tidak cantik?"
"Cantik kok, Ma. Tapi sekarang mama jauh lebih cantik. Tapi siapa paman itu?" ucap Alvian menunjuk ke arah Rangga.
"Hello sayang. Kenalkan paman Rangga. Sahabat mamamu" ucap Rangga berjongkok untuk menyetarakan tingginya dengan Alvian.
"Paman sangat tampan" puji Alvian.
"Benarkah? apa paman cocok dengan mamamu?" ucap Rangga tersenyum sambil merangkul Ana.
"Sangat cocok. Aku lihat mama sangat bahagia bersama paman. Lihat wajah mama semakin cantik. Tidak seperti bersama papa" ucap Alvian kesal mengingat perbuatan Andreas kepada Ana.
Mereka langsung saja bercerita bersama. Tak lupa bu Rt juga memperingatkan Alvian untuk tidak mengatakan kedatangan Ana kepada kakek dan neneknya.
"Na, sebentar ya. Ada telpon dari rumah sakit" ucap Rangga melihat pangilan di ponselnya.
Ana langsung saja menganguk. Melihat perhatian Rangga ke Ana buk Rt dan Pak Rt langsung bisa tau perasaan Rangga ke Ana.
"Dia sangat tampan, Na. Ibu juga melihat jika dia sangat menyayangimu dan juga Rayza" ucap Bu Rt.
"Tapi, bagaimana hubunganmu dengan Andreas, Na. Apa kau masih mau mempertahankan rumah tanggamu dengannya?" tanya pak Rt.
"Rangga sudah mengurus surat cerai kami pak. Aku tidak sanggup lagi hidup dengannya"
"Jika itu pilihanmu kami akan mendukungmu, Na. Bapak dan Ibu akan berdoa kau akan menemukan penganti Andreas yang lebih baik lagi"
"Aamiin" ucap Ana tersenyum.
"Na, ada aku harus ke rumah sakit! ada pasien yang harus aku tangani" ucap Rangga setelah mendapat kabar dari rumah sakit.
"Baiklah! sayang, kami pulang dulu ya. Mama janji akan sering sering menemuimu di sini" Ana langsung saja berpamitan kepada Alvian.
"Baik, Ma. Paman jaga mama dan adik Rayza ya. Tolong bahagiakan mama. Karna dia sudah sangat menderita selama ini" ucap Alvian sepertinya tau penderitaan yang di alami Ana selama ini.
"Ia sayang. Paman janji akan bahagiakan mama dan juga adikmu. Kamu cepat besar ya. Agar kamu bisa bahagiakan mamamu" ucap Rangga mencium lembut kening Alvian.
__ADS_1
Rangga langsung saja membawa Ana dan Rayza kedalam mobilnya. Sambil melangkahkan kakinya Ana terus saja menatap Alvian dengan penuh kesedihan.
Setelah sampai dibmobil Rangga langsung saja melambaikan tangannya ke Alvian di ikuti oleh Ana dan Rayza.
"Dadaah..."
"Daadaahh Ma, adik Rayza dan Paman Rangga" ucap Alvian melambaikan tanggannya.
Setelah itu Rangga langsung saja menjalankan mobilnya sambil sesekali melirik Ana dan Rayza yang duduk di sampingnya. Ada rasa bahagia di dalam hatinya karna telah berhasil mempertemukan Ana dan Alvian.
Setelah sampai di rumah sakit Rangga langsung saja menghentikan mobilnya lalu menatap ke araj Ana.
"Kamu pulang apa menungguku di sini?"
"Aku pulang saja, Nga. Lagian aku mau belanja untuk keperluan dapur."
"Baiklah! kamu hati hati ya. Ini untukmu" ucap Rangga menyerahkan kartu debit untuk Ana.
"Ini untuk apa. Nga?"
"Ini untukmu. Mulai sekarang kau yang mengatur semua urusan rumah. Karna aku tidak mau lagi mengurusinya. Jika kau mau belanja apapun pakai saja itu"
"Tapi..." ucap Ana merasa tidak enak.
"Tidak ada tapi tapian. Anggap saja kau adalah ibu rumah tangga yang mengurus semua urusan rumah. Sedangkan aku kepala keluarga yang sibuk mencari nafkah. Jadi pakai ini aku mau bekerja. Daahhh" ucap Rangga tak mau di tolak.
Lalu keluar dari mobilnya tak lupa dia mencuri ciuman di kening Ana lalu langsung melakukan jurus kilat ya mengambil langkah seribu. Karna takut yang punya kening akan marah.
"Nga...nga" ucap Ana tersenyum menatap kepergian Rangga. Ana langsung saja menjalankan mobilnya menuju swalayan terdekat.
Bersambung....
Haii... semuanya๐
Jangan lupa mampir di karya sahabatku ya๐ฅฐ๐. Karyanya sangat menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya๐๐๐
__ADS_1