NERAKA DALAM PERNIKAHAN

NERAKA DALAM PERNIKAHAN
60# Cinta Sejati


__ADS_3

"Lisa! jaga sikapmu di depan anak istriku!" bentak Rangga langsung saja berdiri sambil menatap Lisa teman kuliahnya di luar negri dengan tatapan tajamnya.


"Nga, kau membentakku" ucap Lisa lirih sambil menatap Rangga dengan mata berkaca kaca. Lisa merasa sangat malu karna Rangga membentaknya di depan umum.


"Aku tidak akan membentakmu jika kau jaga sikapmu" ucap Rangga langsung saja mengepalkan tangannya geram lalu menatap Ana dan juga kedua putranya.


"Nga, kita sudah sangat lama tidak bertemu. Jadi wajar saja aku merindukanmu"


"Kalian bicaralah, aku dan kedua putraku pamit dulu" ucap Ana langsung saja mengandeng tangan Alvian dan Rayza.


"Sayang, kamu denger penjelasanku dulu. Kamu tidak boleh pergi saja seperti itu" ucap Rangga langsung saja memegang lengan Ana sambil menatapnya dengan penuh rasa bersalah.


"Tunggu dulu. Tadi kamu bilang jika mereka anak dan istrimu?" ucap Lisa langsung saja memikirkan ucapan Rangga tadi.


"Ia, dia Anatasya istriku dan mereka berdua adalah putraku. Jadi lebih baik kamu pergi sekarang!" ucap Rangga geram karna Lisa sudah membuat Ana salah duga kepadanya.


"Aku tidak akan pergi sebelum aku bicara lepadamu" ucap Lisa tegas tanpa ingin ada penolakan sedikitpun.


"Kalian bicaralah. Aku tidak mau masa lalu kalian yang belum selesai akan merusak pernikahan kita" ucap Ana langsung saja meningalkan Rangga.


Rangga mencoba mengejar Ana. Namun, Lisa langsung saja menahannya "Nga, urusan kita belum selesai"


Ingin sekali Rangga menolak permintaan Lisa. Tapi, Rangga mengingat ucapan Ana jika dia harus menyelesaikan urusannya dengan Lisa jika tidak masalah itu akan merusak kebahagiaannya dengan Anna.


"Baiklah. Tunggu sebentar" ucap Rangga langsung saja merogoh sakunya lalu mengambil ponselnya.


Rangga langsung saja mengirim alamat villanya kepada Ana. Rangga langsung saja merasa lega ketika melihat Ana membaca pesan darinya walupun tidak ada balasan dari Ana.


"Aku tidak punya banyak waktu. Sekarang bicaralah" ucap Rangga tanpa menatap Lisa.

__ADS_1


"Kau harus menikahiku bukan wanita itu. Apa kau lupa jika kita telah melewatkan malam bersama. Aku juga masih sangat mencintaimu, Nga. A... aku tidak bisa hidup tanpamu" ucap Lisa meneteskan air matanya.


"Maafkan aku. Tapi aku sudah menikah dengannya. Aku juga mencintainya sejak lama. Lebih baik kau lupakan masa lalu kita dan bukalah lembaran baru. Karna aku tidak akan bisa berpaling darinya karna dia adalah cinta sejatiku. Aku tidak akan bisa melukai harinya walaupun setitik. Aku harap kau bisa mengerti"


Deg... air mata Lisa langsung saja menetes dia tidak menyangka jika cinta Rangga kepada Ana sangatlah besar. Bahkan dengan jelas Rangga mengatakan jika Rangga telah mencintai Ana sejak lama.


"Nga, bagaimana dengan diriku?" ucap Lisa menatap Rangga dengan air mata yang berlinang.


"Aku yakin kau akan menemukan cinta sejatimu dan itu bukan aku. Aku harap sekali lagi kau menjaga sikapmu. Karna jika sekali lagi kau melakukannya di depan anak dan istriku maka jangan salahkan aku akan melakukan hal yang buruk kepadamu" ucap Rangga langsung saja melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Lisa.


Lisa hanya menatap sinis kepergian Rangga. Namun, setelah beberapa langkah Rangga menghentikan langkahnya lalu mentap Lisa kembali.


"Jangan sesekali kau mencoba mengusik rumah tanggaku. Karna, itu akan berakibat buruk untukmu" ucap Rangga memperingatkan Lisa karna dia tau bagaiman sifat Lisa yang keras kepala.


"Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini, Nga. Kau lihat saja aku akan menemui istrimu" ucap Lisa mengepalkan tangannya tidak terima dengan perlakuan Rangga.


Rangga terus saja menghubungi Ana. Dia sangat khawatir jika kekadian tadi membuat Ana dan juga kedua putranya salah paham kepada Rangga. Rangga tau jika Ana masih trauma dengan pernikahan pertamanya jadi perasaan Ana pasti sangat sensitif apalagi dengan orang ketiga.


"Ana, angkat sayang. Aku mohon" gumam Rangga sambil memejit keningnya pelan.


Hingga akhirnya dia sampai di villa tempat mereka menginap. Rangga langsung saja berlari kedalam dan mencari keberadaan Ana dan kedua putranya. Rangga langsung saja tersenyum lega ketika melihat Ana, Rayza dan Alvian sedang menatap pantai dari balkon kamar mereka.


Rangga memang sengaja menyewa Villa di tepi pantai agar mereka bisa menikmati keindahan pantai dari villa mereka. Bukan hanya itu Rayza dan Alvian juga akan bisa bebas bermain di pantai dengan sepuas hati mereka.


"Sayang" ucap Rangga mendekati Ana dengan napas yang masinh ngos ngosan karna lelah berlari.


Namun, tak ada jawaban dari Ana. Ana hanya diam membisu sambil menatap pantai dengan tatapan kosong. Melihat itu Rangga langsung saja membuang napasnya kasar lalu menatap Alvian dan Rayza yang sedang memakan cemilan di samping Ana.


"Sayang, kalian mandi ya. Setelah itu kalian istirahat. Besok kita akan bermain di pantai sepuas hati kalian" ucap Rangga tersenyum sambil mengusap rambut Alvian dan Rayza dengan lembut.

__ADS_1


"Pa, wanita tadi siapa?" ucap Alvian menatap lekat wajah Rangga.


"Wanita itu adalah teman lama papa. Papa minta maaf ya karna dia tadi bersikap sangat lancang di depan kalian" ucap Rangga menunduk penuh penyesalan.


"Papa, Papa angan sedih. Rayza ecaya tok ama Papa. Papa tan angat ayang ama Mama" ucap Rayza mengingat kasih sayang Rangga yang sangat besar kepadanya dan juga Ana.


"Papa jangan sakiti hati Mama ya. Alvian tidak mau melihat Mama bersedih lagi" ucap Alvian menatap Rangga dengan penuh permohonan.


"Ia, sayang. Papa janji" ucap Rangga tersenyum sambil melirik ke arah Ana yang tetap diam.


Rangga langsung saja membawa Rayza dan Alvian keluar dari kamarnya dan mengantar mereka ke kamar mereka uang ada di samping kamar Ana dan Rangga.


Rangga langsung saja membantu Rayza dan Alvian membersihkan diri mereka. Setelah itu Rangga juga mengambil pakaian mereka yang telah di simpan Bi Inah di lemari dan membantu mereka untuk memakainya.


Bi Inah yang tidak sengaja melihat pemandangan itu langsung saja tersenyum bahagia. Rangga mrmang sosok Papa yang sangat bertangung jawab. Walaupun Rayza dan Alvian bukan anak kandungnya tapi dia sangat menyayangi mereka. Bahkan mau mengurus mereka mengunakan tangannya sendiri.


Setelah selesai Rangga langsung saja membaringkan tubuh Alvian dan Rayza di atas ranjang mereka. Karna hari sudah malam Rangga langsung saja membacakan dongeng pengantar tidur untuk Alvian dan Rayza.


"Pa, papa sangat mencintai mama ya?" ucap Alvian tiba tiba.


Mendengar ucapan Alvian, Rangga langsung saja tersenyum. "Ia, Sayang. Papa sangat menyayangi mama. Bahkan Papa tidak tau bagaimana hidup papa jika mama pergi meninggalkan papa"


"Alvian tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, Pa. Selama papa tidak menyakiti mama maka Alvian akan selalu mendukung hubungan papa dan mama"


"Terima kasih, Sayang. Sudah sekarang kamu tidur ya. Papa mau membujuk mamamu dulu. Lihat Rayza sudah tidur" ucap Rangga melihat Rayza yang telah tertidur dengan lelapnya.


"Baik, Pa" ucap Alvian tersenyum.


Rangga langsung saja menyelimuti tubuh Rayza dan Alvian. Tak lupa Alvian meninggalkan jejak kasih sayangnya di kening Rayza dan Alvian. Setelah memastikan Alvian dan Rayza telah tidur dengan nyaman Rangga langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari kamar mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2