
Ana sedang sibuk memasak di dapur di temani oleh bik Inah. Bi Inah menatap penuh kagum kecantikan Ana yang semakin hari semakin terpancar di tambah lagi dengan badan Ana yang semakin berisi tapi masih terlihat sangat indah.
Tidak ada lagi wajah kusam penuh kesedihan dan juga kurus tak terawat. Yang ada sekarang adalah wajah cantik bersinar dan kulit puti mulus tidak ada noda sedikitpun. Tubuh Ana yang semakin berisi membuat body Ana semakin terlihat sangat indah.
"Non, semakin hari semakin cantik. Bibik lihat den Rangga juga memperlakukan Non Ana seperti Ratu" puji Bi Inah tersenyum tau arti dari perbuatan Rangga ke Ana.
"Bibik bisa aja. Rangga memang sangat baik, Bik. Dari dulu dia sangat menyayangiku dan selalu ada buatku. Aku sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Rangga. Walaupun kadang sangat nyebelin"
"Den Rangga memang sangat baik. Bibik saja baru beberapa tahun bekerja dengannya sudah merasa sangat nyaman berkerja dengannya"
Ana hanya tersenyum mendengar ucapan bik Inah yang apa adanya. Ana mencoba mengisi kotak makanan untuk Rangga.
"Bik, aku siap siap dulu ya. Mau ngantar makanan ini untuk Rangga" ucap Ana tersenyum lalu berjalan menuju kamarnya.
Ana langsung saja membersihkan diri lalu memilih gaun yang cocok di tubuhnya karna hari ini dia akan melakukan pemotretan di kantor Brian. Ana mencoba mengoles wajahnya dengan make up tipis karna Ana memang tidak suka dengan make up yang berlebihan.
Setelah memastikan dirinya dan Rayza telah rapi, Ana langsung saja turun ke bawah. Lalu memesan taksi online melalui ponsel yang di belikan Rangga untuknya.
"Bik, kami pergi dulu ya" ucap Ana langsung saja mengambil kotak makanan yang dia siapkan untuk Rangga.
"Ama ita au e empat eja apa, ya?" ucap Rayza.
"Ia, sayang. Kita ngantar makanan untuk papa dulu baru mama akan melakukan pemotretan di kantor paman Brian"
"Eotetan?" ucap Rayza binggung.
"Ia, sayang. Mama di tawari jadi model di perusahaan paman Brian. Mama sangat senang! karna menjadi model adalah cita cita mama sedari dulu. Jadi kamu nanti jangan nakal di sana ya" ucap Ana tersenyum penuh semangat.
"Iap, Ma" ucap Rayza.
Tak lama menunggu akhirnya taksi yang di pesan Ana telah tiba. Ana langsung saja membawa Rayza masuk kedalam taksi itu. Ana langsung saja mengatakan tempat tujuannya. Setelah beberapa manit dalam perjalanan akhirnya Ana dan Rayza telah tiba di perkarangan rumah sakit.
Ana dan Rayza langsung saja berjalan memasuki koridor rumah sakit. Melihat kedatangan Ana dan Rayza para rekan kerja beserta staf di rumah sakit itu langsung saja menyapa Ana dengan ramah karna mereka sudah mengenal Ana dengan dekat apa lagi si lucu Rayza jangan di tanya lagi.
Namun, saat berjalan di lorong dekat ruangan Rangga, Rayza melepas gengaman tanggan Ana. Rayza langsung saja berlari menuju ruangan Rangga karna sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Rangga.
Brughh...
Karna terlalu semangat Rayza sampai tidak sadar dan menabrak sepasang suami istri yang ada di depannya.
"Aww..."
"Kamu tidak apa apa?" ucap suami wanita itu mencoba membantu istrinya.
__ADS_1
"Sayang, sudah mama bilang jangan lari lari" celoteh Ana sambil membantu Rayza untuk berdiri.
Mendengar suara yang tidak asing lagi di telinganya, pria yang sedang bersama istrinya itu langsung saja menatap Ana dengan lekat.
"Ana" ucap Andreas tidak percaya dengan wanita cantik dan bocah tampan yang di lihatnya.
"Andreas" ucap Ana gugup.
Ana langsung saja menatap Andreas dan Julia secara bergantian. Awalnya dia takut. Namun, Ana mencoba menarik napasnya dalam dalam lalu menatap Andreas dengan tajam.
"Ama, ayza akut. Ama" ucap Rayza gemetar ketakutan melihat Andreas.
"Sayang, ini papa" ucap Andreas mencoba mendekati Rayza.
"Jangan kau sentuh putraku" Ana langsung saja mendorong Andreas lalu membawa Rayza kedalam gendongannya.
"Kamu jangan takut, Nak. Ada mama di sini" ucap Ana mencoba menenangkan Rayza lalu mencium wajah Rayza dengan lembut.
"Aku mau berbicara dengan putraku" ucap Andreas tanpa rasa malu.
"Putramu? apa aku tidak salah dengar dengan ucapanmu barusan?" ucap Ana menatap Andreas dengan tatapan penuh kebencian.
"Aku salah, Na. Maafkan aku. Berikan aku kesempatan"
"Kamu masih istriku, Na. Kita belum berpisah" ucap Andreas tanpa rasa malu mencoba mencium kening Ana.
Melihat itu Ana langsung saja menghidar. Lalu menatap Andreas dengan tatapan meremehkan "Apa peliharaanmu itu tidak memuaskanmu, sehingga kau mencoba untuk menyentuhku?"
"Kau masih istriku. Jadi, menyentuhmu adalah hakku. Kita belum berpisah, Na"
"Baiklah, aku akan mengurusnya"
"Terus bagaimana dengan anak anak? atau kau sudah mempunyai pria lain?"
"Itu urusanku. Lebih baik kau urus saja peliharaanmu itu"
"Ada apa ini?" ucap Rangga tiba tiba datang karna mendengar keributan dari dalam ruangannya.
"Apa" ucap Rayza lirik lalu mengangkat kedua tanggannya meminta di gendong oleh Rangga.
Rangga langsung saja mengambil Rayza dari gendongan Ana lalu mendekapnya dengan erat. "Rayza jangan takut. Ada papa di sini" Rangga mencoba menenangkan Rayza lalu mencium puncak kepala Rayza dengan lembut.
"Ada apa anda kesini?" ucap Rangga menatap tajam Andreas.
__ADS_1
"Saya kemari mau menjemput istri dan anak saya" ucap Andreas tanpa rasa malu sedikitpun.
"Anak dan istri" ucap Rangga terkekeh geli.
"Jika anda mengangap mereka sebagai anak dan istri anda. Anda tidak akan memperlakukan mereka seperti binatang" ucap Rangga kesal.
"Mas, sudah" ucap Julia cemberut karna tidak di perdulikan oleh Andreas.
"Lebih baik anda urus peliharaan anda itu. Untuk masalah perpisahan anda dengan Ana tunggu saja. Surat pangilan dari pengadilan akan datang kd rumah anda" ucap Rangga yang memang sudah mengurus surat cerai Ana dan Andreas.
"Siapa anda? sampai sampai mengatur rumah tangga saya?" ucap Andreas tidak terima.
"Saya calon suami Ana" ucap Rangga lantang.
Mendengar ucapan Rangga, Andreas langsung saja tidak terima. Namun Rangga langsung saja mengucapkan kata kata yang membuatnya tidak berkutik.
"Jika anda mempersulit masa sidang nanti. Maka, saya pastikan anda akan membusuk di dalam penjara!" ancam Rangga.
Mendengar ucapan Rangga, Andreas yang kesal langsung saja mengepalkan tanggannya geram. Dia langsung saja menatap tajam Rangga lalu pergi meninggalkan Rangga dan Ana tanpa memperdulikan Julia.
Melihat Andreas yang pergi Julia langsung saja menyusulnya. Tapi, sayangnya Ana langsung saja menghetikannya lalu menatapnya dengan tajam.
"Terima kasih karna telah mengambilnya dariku. Karna, setelah kau mengambilnya aku mendapatkan yang jauh lebih baik darinya. Jauh dari segalanya. Jadi, selamat menikmati penderitaanmu"
Bersambung....
Haii semuanya author promosi lagi ya😅. Jangan lupa mampir di karya sahabatku 🥰.
Karya : ipah
Judul : Jurangan Muda.
Rayhan adalah anak sulung dari tiga bersaudara yang belum memikirkan masa depan. Kebahagiaan terbesarnya adalah menjadi pemensng di perlombaan fuutsal. Sebuah kecelakaan maut yang menewasksn sang ayah terjadi.
kejadian itu berlahan mengubah hidupnya. kegigihannya dalam mencari kerja berlahan berhasil.
Tapi sayangnya, keberhasilannya dalam mendapatkan pekerjaan tidak di barengi dengan perjalanan cintanya yang sering kandas begitu saja.
Hingga dia berada di titik ke emasannya, semua wanita bagaikan magnet ingin mendekatinya.
Akankah Rayhan akan menemukan cinta sejatinya? simak kisahnya di jurangan muda.
__ADS_1