
Masalah ganti rugi sudah diselesaikan. Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan masalah ini ke jalur hukum karena Joanna membayar jumlah ganti rugi melebihi yang telah diajukan oleh pihak toko.
"Kita mampir ke Restauran Sushi." ujar wanita itu dengan santai.
Membuat Kalandra mulai tersulut emosinya.
"Tsk! Sudah ketahuan mencuri masih berlagak sombong dan tidak tahu diri pula."
Tangan Kalandra ingin menjambak rambut sebahu wanita itu dari belakang tapi Joanna melarangnya melalui gestur gelengan kepala.
Rambut hitam yang dulunya terawat, kini tampak kusam dan bercabang di bagian ujungnya.
Rasanya Kalandra tidak perlu berpikir dua kali untuk membotaki kepala wanita itu sampai habis.
"Aku mau pesan Sup Miso, Makarel, Sup Rumput Laut dan Wasabi Tobiko ..."
Tangannya masih sibuk membolak-balik buku menu hingga Kalandra berniat mengambilnya namun Joanna lagi-lagi menahan Kalandra agar tidak melakukan hal itu.
"Masing-masing dine in dan pesan tiga lagi untuk take away. Minumnya Orange Juice pakai es dan tiga Strawbery Juice tanpa es. Oh ya, tambah Americano satu, okay? Cepat buatkan! Aku sudah lapar." perintahnya.
"Selain miskin, anda juga tidak tahu malu ya!" sindir Kalandra.
"Tidak usah repot mengomentari hidup orang lain karena komentarmu tidak berguna, tidak membuat perutku kenyang!" balas wanita itu tak kalah ketusnya.
Sejak tadi Joanna terdiam sembari menyesap Latte yang baru diantar oleh pelayan. Memperhatikan wanita itu dengan seksama.
Benar-benar membuat Joanna muak!
"Kenapa kamu diam saja? Tidak usah mengasihani hidupku yang sekarang. Cukup bayar tagihan semua makanan ini!"
Wanita itu menunjuk beberapa hidangan yang tersaji di atas meja sekaligus dua paper bag besar berisi makanan yang ditake away.
"Anggap saja sebagai ganti rugi. Gara-gara ulahmu, Dery menceraikan aku! Meskipun semua ini tidak seberapa!" lanjutnya, seraya menyuapkan potongan sushi ke dalam mulutnya sampai penuh.
Seakan takut ada yang meminta makanan tersebut.
Joanna tertawa sumbang.
Menatap sinis pada Mantan Ibu Tirinya yang masih bersikap sok dan menyebalkan itu.
Iya. Tebakan kalian salah, haha.
Wanita yang mencuri pakaian dalam di Victoria Secret tadi adalah Nyonya Anne.
Nyonya Anne terpaksa mencuri karena Rosa terus saja merengek minta dibelikan underware baru karena underware lamanya sudah banyak yang rusak dimakan rayap.
Maklum, lemari pakaian mereka terbuat dari kayu yang sudah lapuk. Hasil pemberian tetangga sebelah rumah yang mau pindahan dulu.
Apalagi Rosa menolak dibelikan underware yang dijual di pasar. Jika tidak dituruti, Rosa akan mengancam bunuh diri atau pergi dari rumah sampai akhirnya, Nyonya Anne terpaksa harus mengambil jalan pintas dan nekat mencuri di pusat perbelanjaan.
"Kala, bisa tinggalkan kami sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan secara pribadi dengan Nyonya Anne yang terhormat ini."
Kalandra tersenyum mengejek, "Sure! Kalau butuh bantuan untuk mencekik atau membotaki kepala seseorang, bilang saja, Jo! Aku standby di meja 07." tunjuknya pada meja yang ada di dekat jendela.
Setelah saling melempar tatapan tak suka ketika pandangan mereka bertemu sekian detik.
"Aku tidak suka basa-basi tapi ... Sepertinya Tuhan mengabulkan doaku selama ini."
Joanna memajukan posisi duduknya kemudian menumpukan kedua siku di atas meja, "Aku benci mengatakannya tapi ini karma! Anda sudah berbuat jahat pada keluargaku, terutama pada Jenan. Padahal selama ini, Putraku tidak tahu apa-apa soal Nenek dan Tantenya yang gila akan segalanya itu." ejek Joanna, melihat reaksi Nyonya Anne yang tampak tidak terima disebut demikian.
"Jadi daripada anda berbagi keluhan hidup, kenapa tidak anda nikmati saja semuanya? Dan mulai belajar menghilangkan sifat buruk anda selama ini, Tante."
"Tutup mulutmu, Joanna!"
"Sst! Jangan menyela! Aku belum selesai bicara, Tante."
Joanna mengeluarkan sesuatu dari dalam tas Prada yang ada di pangkuannya.
"Kebetulan aku bawa uang cash! Ambil! Kurasa itu cukup untuk biaya hidup anda dan Rosa selama tiga bulan ke depan dan ..."
__ADS_1
Joanna kembali melempar lima gepok uang pecahan seratus ribu, "Anggap saja sedekah dari keluarga Arjean! Ini bukan ganti rugi karena aku merasa tidak melakukan kesalahan yang merugikan hidup kalian!"
Awalnya Nyonya Anne tersinggung atas sikap Joanna. Namun tatapannya berubah sendu.
Selera makannya mendadak hilang setelah Joanna dan Kalandra pergi begitu saja.
Tentu Joanna tidak lupa membayar bill semua makanan itu sebelum meninggalkan restauran.
"Aku benci Joanna!"
Apalagi setelah namanya ikut terseret dalam kasus penculikan Jenan serta beberapa kejahatan Nyonya Anne yang lain juga telah terungkap semua.
Tuan Dery langsung menceraikan Nyonya Anne saat itu juga dan mengusirnya dari kediaman Percy.
Lima tahun yang lalu ...
Satu hari setelah Jenan diperbolehkan pulang, Detektif Co meminta bertemu guna membicarakan laporan yang sempat mereka bahas melalui telepon.
Dan di sinilah mereka sekarang.
Berada di kediaman Tuan David sebab Detektif Co tidak ingin dua pelaku lain ikut mendengar percakapan mereka.
"Keterlaluan! Aku tidak menyangka jika selama ini aku menikahi wanita berhati iblis seperti Annabelia!"
Joanna tidak memberi respon apapun karena ini bukan sesuatu yang mengejutkan setelah nama mereka disebut dalam kasus ini.
Namun Joanna tetap tak menyangka mereka bisa berbuat nekat demi melampiaskan rasa sakit hati mereka pada Putranya.
"Saya juga terkejut saat Jean memberitahu tentang pelaku utama penculikan Cucu kita, Pak Dery." sahut Tuan David yang juga marah atas sikap Besannya tersebut.
Kejahatan mereka sudah melewati batas.
Tuan David bersyukur karena Jean tidak jadi menikahi Rosa— wanita jahat yang tega pada Keponakannya sendiri.
"Jo, maafkan Papa! Seharusnya dulu Papa mendengarkanmu! Soal Tante Anne dan Rosa yang jahat itu, maaf."
"Tidak perlu menyesali yang sudah terjadi. Semua keputusan ada di tangan Papa sekarang. Kalau aku tetap pada keputusan awal ... Jebloskan mereka ke penjara, terutama Ethan!"
Jean ikut bersuara, "Aku setuju dengan Joanna. Pak Malvin, seluruh bukti yang saya kirim melalui email sudah cukup menguatkan pihak kami 'kan? Tolong pastikan mereka mendapat hukuman yang sesuai dengan undang-undang di negara ini! Kalau perlu, jangan biarkan mereka ajukan banding! Seperti keinginan Istri saya."
"Baik, Pak Soenser. Akan saya lakukan sesuai perintah anda. Dengan semua bukti itu, pihak anda dan keluarga yang akan memenangkan persidangan nanti, saya bisa jamin."
Setelah melewati diskusi panjang dan melelahkan, mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Tanpa terkecuali Tuan Dery.
"Malam ini Joanna menginap di rumah Papa ya?"
Joanna mengkhawatirkan kondisi Ayahnya yang masih syok atas masalah yang menimpa keluarga mereka.
"Hm, ajak Suami dan Anakmu juga."
Sesampainya mereka di rumah, Nyonya Anne sudah menyambut kedatangan mereka dengan drama yang sudah dipersiapkan.
"Ya Tuhan, Cucuku sudah pulang. Maaf ya, Der! Aku tidak sempat menjenguk Jenan di rumah sakit."
Kedua tangan Nyonya Anne terulur ke depan ingin memeluk Jenan namun langsung ditepis oleh Tuan Dery.
"K-kenapa, Der? Aku hanya ingin memeluk Jenan, Cucuku?"
Tatapan Tuan Dery berubah tajam dan dingin ketika melihat siluet Rosa yang mengintip di balik dinding.
"Kemasi semua barang-barangmu dan pergi dari sini!"
"Der, ada apa? Apa yang–"
"Aku yakin kamu tidak tuli! Pergi dari rumahku! Surat perceraian kita sedang diurus oleh pengacara. Dalam dua hari, surat itu akan sampai di tanganmu. Kuharap, kamu tidak membuat masalah baru saat proses perceraian kita berlangsung ..."
Joanna menyuruh Perawat Yo agar membawa Jenan ke kamarnya.
"Papa, tenangkan diri Papa dulu. Ingat kesehatan jantung Papa."
__ADS_1
Karena berulang kali Joanna sempat melihat Tuan Dery memegangi dadanya sendiri.
"Tidak, Der! Aku tidak mau bercerai! Aku, maksudnya kita bicarakan masalah ini secara baik-baik. Kamu pasti lelah. Ayo kuantar ke kamar."
Tangan Nyonya Anne ditepis kasar saat ingin menyentuh bahu Tuan Dery, "Setelah dulu Putrimu berusaha meracuni Cucuku lalu kamu juga merencanakan kejahatan yang lebih gila dengan menculiknya di malam pesta pernikahan Joanna dan Jean .."
Tuan Dery mencengkeram kedua lengan Nyonya Anne hingga wanita itu meringis kesakitan, "Menurutmu, kesalahan sefatal itu bisa kumaafkan begitu saja, hah?"
"S-sakit, Der! L-lepas."
"PA, BERHENTI MENYAKITI MAMA!" teriak Rosa yang sudah tak tahan melihat Ibunya menahan sakit di kedua lengannya.
Pasti bekasnya akan membiru besok karena Tuan Dery mencengkeram Ibunya menggunakan tenaga dalam.
"Kalian boleh bercerai tapi dengan syarat, Papa harus membagi harta gono-gini dan rumah ini harus menjadi milikku dan Mama, bagaimana?"
PLAK!
Itu Joanna yang menampar.
"Beraninya! Beraninya kamu bicara sekurang ajar itu pada Papaku? Dasar parasit, tidak punya malu dan tidak punya sopan-santun! Terima saja kekalahanmu, Ros!"
Jean menghalangi Joanna yang ingin mencakar wajah Rosa, "Sayang! Kendalikan dirimu! Kalau kamu sampai melukai Rosa lalu dia berencana melakukan visum, kamu bisa dilaporkan atas tindakan kekerasan. Itu hanya membuat masalah baru untuk kita, Sayang."
Ucapan Jean ada benarnya juga. Untuk itu, Tuan Dery menyuruh Jean membawa Joanna masuk ke kamar dan membiarkan Tuan Dery menyelesaikan urusannya sendiri.
"Kamu meminta pembagian harta padahal semua fasilitas yang kalian gunakan adalah hasil dari kerja keras saya selama ini!"
"Jangan keterlaluan kamu, Der! Punya bukti apa kamu sampai tega menuduhku menculik Jenan?"
"Banyak! Tidak perlu kujabarkan satu-persatu karena orang suruhanmu yang merupakan Mantan Kekasih Joanna itu sudah mengakui semua perbuatannya. Dia cukup kooperatif ..."
Tuan Dery menatap remeh saat melihat keterdiaman Rosa dan Ibunya, "Tentu saja setelah para polisi itu memukulinya sampai babak belur dan membuat satu kuku jari tangannya terlepas. Kamu hanya punya dua pilihan sekarang, pergi tanpa membawa sepeser pun hartaku atau mendekam di penjara bersama Ethan seumur hidup!"
"KAMU GILA, DERY! KAMU GILA! SADAR DER! KALAU SAMPAI MEDIA TAHU JIKA ISTRI DAN ANAK PEMILIK JOPY CORP MASUK PENJARA MAKA ITU BISA BERIMBAS PADA KREDIBILITAS PERUSAHAANMU DAN REPUTASI KELUARGA PERCY AKAN HANCUR!"
"Itulah pentingnya menggunakan kekuatan uang dan kekuasaan yang kumiliki. Aku tahu kamu paham maksudku, Anne."
"Papa keterlaluan!" tunjuk Rosa kasar tepat di depan wajah Ayahnya.
Sementara satu tangannya mencengkeram koper hitam yang ada di belakang tubuhnya.
Entah sejak kapan Rosa mengambilnya.
Tidak perlu sampai dibongkar isinya karena Tuan Dery yakin, jika Rosa sudah memasukkan beberapa koleksi perhiasan dan benda berharga lain yang pernah diberikan sebelumnya.
Tidak masalah.
Toh, tidak membuat Tuan Dery jatuh bangkrut hanya karena masalah tersebut.
Pria itu juga tidak tega kalau sampai Rosa dan Ibunya menjadi gelendangan setelah diusir.
Bagaimana pun, masih ada sisa cinta di hati Tuan Dery untuk Nyonya Anne.
...••••...
CEKREK!
CEKREK!
Setelah mengirim foto tersebut, orang itu beranjak pergi.
Tak lupa, ia menutup wajahnya lagi menggunakan masker warna hitam agar tidak ada yang mengenali dirinya.
"Laporan selesai! Saya kembali ke kantor sekarang!"
...••••...
l
__ADS_1
TOUCH VOTE, LIKE AND iCOMMENT!