Our Baby!

Our Baby!
VIDEO


__ADS_3

Zenda telah menceritakan semua kejadian di kampus pada Rajendra. Tentang gosip mengenai dirinya yang hamil diluar nikah.


Dan bertanya, apa Rajendra yang menyuap pihak kampus supaya mentake down berita yang tidak benar itu.


"Aku saja baru tahu darimu, Sayang."


"Kalau bukan Kak Rajen yang melakukan itu, lalu siapa?"


Rajendra tersenyum, melihat kepolosan Istrinya yang tidak berpikir tentang pengaruh Ayah Zenda di kota ini tidak perlu diragukan lagi.


Keluarga Soenser bukan dari kalangan keluarga sembarangan.


"Tanya saja sama Papi. Kamu tahu kalau Papimu itu punya kekuasaan besar, Ze. Lupa, hm?"


Zenda menepuk jidatnya sendiri.


"Ah, kenapa tidak kepikiran ya? Stupid, Zenda!" cibirnya pada diri sendiri.


"Okay, lupakan soal itu dulu ... Kamu tadi bertengkar dengan siapa? Tidak mungkin tiba-tiba seseorang datang dan menyerangmu tanpa alasan, Zenda."


"Katanya anak Maba, Kak. Ya jelas aku tidak kenal dia."


"Besok antar aku menemui dia. Enak saja, berani sekali melukai Istriku yang cantik ini."


Wajah Zenda tersipu, mendengar bualan Rajendra yang akhir-akhir ini semakin meningkat dan ada kemajuan.


Dulu saat masih berpacaran, keduanya jarang melempar bualan atau rayuan seperti itu.


Justru hubungan mereka diwarnai dengan ketegangan, apalagi jika ingin berkencan di luar.


"Sebentar, Kak. Kak Je telepon."


Rajendra hanya memberi gestur; okay! Membiarkan Zenda mengangkat panggilan dari Kakaknya.


"Ze, dimana? Bisa bantu Kakak tidak?"


Dari suaranya, Jenanda terdengar sangat panik.


Zenda pun ikut panik ketika mendengar keributan di seberang sana.


"Ada apa, Kak? Apa yang terj–"


"Hey, hey! Sudah hentikan! Jangan bertengkar lagi— Astaga, Zeze! Jangan dijambak, kasihan Sakura."


"Sayang, maaf. Kakak sudah share loc, kamu datang sama Rajendra ya? Kakak tutup."


"Heh, tunggu! Kak? Halo!"


"Ada apa, Ze? Apa yang terjadi? Kenapa kamu panik begitu?"


"Kak, antar aku ke tempat ini .."


Zenda menunjukkan lokasi yang telah dikirim oleh Jenanda.


Mereka segera bergegas ke sana sebab takut hal buruk terjadi menimpa Jenanda dan Zeze, serta satu lagi gadis yang tadi sempat ia dengar.


Sakura namanya, kalau tidak salah.


Dia berteriak kesakitan dan meminta tolong pada Jenanda.


Sepertinya mereka sedang berkelahi.


...••••...

__ADS_1


Perlu waktu satu jam untuk sampai di tempat tersebut.


Zenda berlari menghampiri kerumunan orang-orang yang berkumpul.


Di sana, Jenanda berusaha menarik tubuh Zeze agar mau melepaskan genggaman tangannya dari rambut Sakura yang sudah rontok tidak karuan.


Sakura hanya bisa mengeluh, memohon pada Zeze agar jambakan di rambutnya bisa segera terlepas.


Pusing dan pening, itulah yang dirasakan Sakura saat ini.


"Beraninya kamu bicara begitu padaku! Ayo ulangi lagi! Ulangi kalau kamu berani, hah!"


Zeze yang sudah gelap mata tidak menyadari jika tindakannya telah mengundang banyak pasang mata lain yang penasaran dengan apa yang terjadi diantara kedua wanita itu.


"Kak Jenan!" panggil Zenda.


"Syukurlah kalian cepat datang. Bantu aku memisahkan mereka."


Zenda dan Rajendra yang tahu apa yang harus mereka lakukan, segera membantu melepaskan cengkeraman Zeze di rambut Sakura, sementara Zeze memegangi kepala Sakura dengan hati-hati.


"Kak Ze, lepaskan dia, Kak. Orang-orang sudah memvideokan tindakan Kakak .."


"Aku takut itu jadi viral dan Papi sama Mami marah soal ini."


Barulah saat nama Jean dan Joanna disebut, Zeze melepaskan jambakannya dari rambut Sakura dengan perasaan tidak rela.


"Zenda, Rajendra ... Tolong bawa Zeze pulang. Biar aku yang bantu menenangkan Sakura."


"KENAPA HARUS KAMU, JENAN? DIA ITU PLAYING VICTIM! DIA PURA-PURA KESAKITAN CUMA CARI PERHATIAN KAMU!" bentak Zeze, yang mulai menangis di pelukan Zenda.


"Sst, tenang, Kak. Tidak usah seperti ini." Zenda berusaha membuat wanita itu mengontrol emosinya.


"Kita bicara lagi setelah kamu tenang, Ze."


"Berani kamu pergi bersama dia, aku pastikan hubungan kita selesai detik ini juga." ancam Zeze.


Lagipula, apa yang harus Jenanda katakan pada Mr. Akeno saat melihat kondisi Putrinya babak belur karena ulah Kekasihnya?


Bisa-bisa, Mr. Akeno murka dan membatalkan kerjasama mereka.


"Terserah."


Tanpa menoleh, Jenanda membopong tubuh lemas Sakura yang tampak pucat.


Gadis itu terus mengadu, banyak burung terbang yang mengelilingi kepalanya.


Mungkin itu efek jambakan Zeze tadi.


"Kak, sakit."


"Iya, maaf. Aku tidak bisa mencegah insiden ini, Ra. Aku akan membawamu ke rumah sakit."


"Tahan sebentar, Ra."


Sakura mengangguk lemah. Dalam hati tersenyum penuh kemenangan karena Jenanda lebih memilih dirinya dan meninggalkan Kekasihnya yang urakan itu.


Di sisi lain ...


Zeze tidak berhenti menangis sesenggukan sepanjang perjalanan menuju Apartemen Rajendra.


Iya. Mereka tidak mungkin pulang dalam kondisi keduanya kacau.


Zenda dengan luka yang disebabkan oleh anak Maba itu, lalu Zeze, habis bertengkar dengan Sakura.

__ADS_1


"Kenapa Kak Jenan lebih memilih ****** itu daripada aku, Ze?"


"Padahal jelas-jelas dia bilang akan merebut Jenan dengan cara apapun, termasuk melakukan hal kotor sekali pun, akan dia lakukan ..."


"Tapi Kakakmu tidak percaya dan justru memilih pergi bersama dia, hks!"


"Sejak awal aku berusaha menahan diri, tapi dia terus menggangguku dengan kata-kata yang tidak pantas."


"Kak, sabar. Tenangkan diri Kak Zeze dulu. Kalian sama-sama diliputi kemarahan, biarkan mereda sebentar ya." kata Zenda, seraya memeluk tubuh Zeze yang duduk di sampingnya.


Sebab Zenda memang meminta izin untuk duduk di kursi belakang bersama Zeze supaya bisa membantu menenangkan Zeze dan Rajendra tidak keberatan.


Rajendra melirik keadaan Zeze melalui kaca di depannya.


"Biarkan dulu, Ze. Nanti kita bantu bicara pelan-pelan ke Kak Jenan. Sementara ini, kalian tidak usah bertemu dulu."


"Dan memberikan ****** itu peluang untuk merebut Jenan dariku, begitu maksudmu, Jen?"


"Astaga! Bukan, Ze. Duh! Salah lagi."


Zenda menjawil pundak Suaminya dari belakang. Menginstruksikan agar tidak lagi ikut menyahut pembicaraan mereka.


Soal ini, Zenda yang akan mengurus. Berbicara dari hati ke hati sebagai sesama perempuannya.


...••••...


"Ya Tuhan! Apa-apaan ini?"


[Slide 1 PICT and slide 2 VIDEO]


❤️Like By Lambe-lambean; and 500 others


Lambe.dower👄Hot news! Berita viral hari ini! Dua wanita terlibat perkelahian karena memperebutkan satu pria yang diduga seorang Seniman muda bernama Jenanda Soenser.


cr by pict👌🏻👍🏾👍🏾👍🏾


view all 50 comments


Netijen-1 TIDAK SERU! HARUSNYA SALING ADU PUKULAN!


Netijen.2 Apa ini? Jelaskan padaku?


J.-.Lovers Jadi kekasih Jenan yang mana? Ada 2 ????


Jarinya🤘🏻Jenanda @Netijen.2 BIASAKAN BACA CAPTION BU-IBU!!!!


Lambe-lambean; izin repost ya, shay! biar semakin viral wkwkw


Jemari Joanna sudah gatal ikut mengomentari video yang menampilkan Jenanda sedang melerai Zeze dan satu gadis asing yang tidak Joanna kenali.


Melalui Direct Messages, Joanna mengirim pesan pada pemilik akun agar menghapus postingan tersebut.


Tentu saja tidak gratis.


Joanna sudah memberikan iming-iming berupa imbalan yang tidak sedikit jumlahnya.


"Angkat telepon Mami, Jenan."


Berulang kali Joanna mendial nomor Anaknya namun yang terdengar hanya suara operator saja.


Ponsel Jenanda sedang berada di luar jangkauan.


"Zenda juga kemana? Kenapa jam segini belum pulang juga?"

__ADS_1


...••••...


TOUCH VOTE LIKE AND COMENNT!


__ADS_2