
Andai ada keajaiban kan ku ukirkan namamu diatas bintang-bintang angkasa, agar semua tahu kau berarti untukku. Selama-lamanya kamu milikku.
@Kekasih Impian.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Seorang gadis cantik tengah menatap pantulan dirinya dicermin. Gaun indah melekat ditubuhnya, dikepala terpasang sebuah mahkota indah dengan rambut yang tergerai bebas.
"Loe cantik banget Lun". Puji Yura terkagum-kagum.
"Kan dari dulu gue emang cantik, loe nya aja yang baru sadar". Celetuk Aluna
Yura mencebik kesal "Loe emang PD tingkat provinsi". Sindir Yura.
"Tingkat internasional Yur". Ujar Aluna "Aduhh kenapa mata gue gatal banget yaaa".
"Dodol. Gak usah digosok, ntar loe kayak Kunti". Mira langsung menyonor kening Aluna dan mencegah tangan gadis itu saat hendak mengucek matanya.
"Gatal Mimir". Gerutu Aluna.
"Tahan bego". Ujar Mira kesal
Yura dan Mira terkagum-kagum melihat kecantikan Aluna. Gaun yang Aluna desain sendiri benar-benar pas dengan tubuh rampingnya.
Hari ini adalah hari dimana kedua insan manusia itu akan mengikat janji suci. Setelah perjuangan panjang. Setelah jungkirbalik dan bahkan pernah mengikuti kontes cinta, keduanya boleh mengikat janji mereka.
"Lun". Mata Yura berkaca-kaca "Selamat ya Lun. Gue bahagia akhirnya loe nemuin cinta sejati loe". Yura memberikan pelukan hangat pada Aluna.
"Ck, gak usah kencang-kencang Yur. Kasihan anak loe". Celetuk Aluna "Makasih Yuyur. Tapi gue belum nikah jadi ntar aja ucapan selamat nya yaa". Celetuk Aluna "Hai ponakkan Tante Aluna, sehat-sehat ya Nak didalam sana yaa. Ntar kalau udah gede harus kayak Tante Aluna, selain cantik juga bikin kesal". Gadis itu cekikian sendiri.
Sedangkan Mira dan Yura menggeleng sambil tersenyum gemes. Usia kandungan mereka semakin bertambah dan sebentar lagi akan melahirkan. Sebenarnya tidak mampu berdiri lama tapi demi menghadiri pesta pernikahan anak sultan keduanya berusah payah untuk menopang berat badan.
"Sayang".
"Ayah".
Aluna berhambur memeluk Santoso. Begitu juga dengan Santoso. Dia tidak menyangka putri kecil nya itu akan segera meninggalkan nya. Putri yang selalu membuat orang kesal dengan ucapannya dan tingkah lakunya yang jahil.
__ADS_1
"Sttttttttttt. Jangan nangis, nanti make up nya luntur lho". Goda Santoso melepaskan pelukkan putrinya
"Hiks Ayah". Aluna cemberut. Rasanya ingin menangis
"Semoga Aluna bahagia. Tanggung jawab Ayah udah lepas. Ayah harap Aluna gak lupa sama Ayah ketika Aluna udah punya keluarga baru".
Bibir aku semakin bergetar menahan tangis. Dia sangat dekat dengan Ayahnya.
"Ayo sayang".
Santoso mengulurkan tangannya pada Aluna agar anak gadisnya itu menyambut uluran tangan nya.
Yura dan Mira hanya tersimpul. Jujur dalam hati mereka ada rasa iri melihat kehidupan Aluna yang dikelilingi orang-orang yang mencintainya. Berbeda dengan mereka berdua yang bahkan sejak menginjak usia dewasa tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua.
Alvaro tampak gugup bukan main. Dia sedang berdiri didepan altar menanti sang putri datang kepadanya.
Aluna diiringi oleh Santoso. Tangan kanan Aluna dikaitkan dilengan Santoso. Senyumnya mengembang. Wajahnya begitu cantik.
Semua mata tertuju pada mempelai wanita. Alvaro menitikkan air matanya bahagia menatap gadis kecil yang berjalan kearahnya dengan diiringi oleh Ayahnya. Wajahnya benar-benar terlihat cantik dan dewasa.
Ps : Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya.
Ps : Saudara Alvaro Radiana Putra Zein maukah saudara menikah dengan Aluna Agung Santoso , yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka?
Alvaro : Ya, saya mau
Ps : Saudari Aluna Agung Santoso, maukah saudari menikah dengan Alvaro Radiana Putra Zein, yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka?
Aluna : Ya, saya mau
Ps : Silahkan untuk mengucapkan janji suci.
Alvaro : Saya Alvaro Radiana Putra Zein, mengambil engkau Aluna Agung Santoso, sebagai istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat mau pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai mau memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.
Aluna : Saya Aluna Agung Santoso mengambil engkau Alvaro Radiana Putra Zein sebagai suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat mau pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai mau memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.
Ps : Selanjutnya pemasangan cincin (Ranny dan Junika mendekat membawa cincin yang terletak didalam kotak beludru dan disimpan diatas nampan)
__ADS_1
Ps: Cincin ini bulat tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang tanda kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bahwa saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; dengan mengasihi pasangan tanpa awal dan tanpa akhir.
Ps : Silahkan mempelai pria untuk memasangkan cincin (Ranny menyerahkan satu cincin pada Alvaro)
Alvaro : Aluna Agung Santoso, cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Alvaro memasangkan cincin itu ke jari manis Aluna)
Ps : Silahkan mempelai wanita untuk memasangkan cincin (Junika menyerahkan satu cincin pada Aluna)
Aluna : Alvaro Radiana Putra Zein, cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Aluna memasangkan cincin itu ke jari manis Alvaro).
Ps : Silahkan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita.
Alvaro membuka cadar yang menutup wajah Aluna . Tak bisa dipungkiri jika dia grogi bukan main.
Cup
Alvaro mengecup bibir manis milik Aluna. Jantung Aluna berpacu dengan hebat.
"Terima kasih Tuhan, hari ini aku telah resmi menjadi seorang suami dari gadis cantik yang selalu membuat jantungku berdebar. Berkati cinta kami berdua, dan biarlah cinta kami abadi selamanya". Batin Alvaro meresapi ciuman nya
"Terima kasih Bapa, sekarang aku sudah sah menjadi seorang istri dari Presdir menyebalkan itu. Jadikan aku istri yang berbakti kepada suami dan Ibu yang baik untuk anak-anak ku. Jauhkan rumah tanggaku dari orang ketiga. Jika Suami ku kilap, aku ikhlas melepaskan nya dan mencari yang lebih mudah". Ucap Aluna.
Alvaro masih bisa mendengar doa istrinya dan pria itu mencebik kesal. Padahal usia mereka hanya beda lima tahun saja, namun Aluna yang awet muda itu masih terlihat imut belasan tahun sementara Alvaro terlihat begitu tua.
Acara kembali dilanjutkan ke resepsi. Pernikahan termewah dengan tamu mencapai puluhan ribu orang, dari berbagai Negara relasi bisnis Zein dan Robert serta rekan-rekan Santoso juga hadir disana.
Resepsi diadakan di Mansion mewah keluarga Zein.
Tamu yang datang tidak sedikit, bahkan dari berbagai Negara turut menghadiri pernikahan putra sulung dari Zein Harvest dan Jane Harvest.
"Selamat ya sayang". Santoso memeluk putrinya
"Makasih Ayah". Balas Aluna
Bersambung...
Cie cie cie cie cie... Aluna udah dihalalin yaa sama Babang Al... Udah ditemanin ya Lun tidur nya, kagak meluk bantal lagi ya wkwkww.
__ADS_1