Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-78


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Pi. Mi".


"Iya?". Dewi menatap putranya "Apa yang ingin kamu katakan Son?". Tanyanya menyelidik.


"Mi, maksud aku menemui Papi dan Mami. Aku pengen kalian ngerestuin hubungan aku sama Mira. Aku ingin nikah sama dia". Ucap Yandi.


Markus menatap putra nya dengan dingin. Lalu dia beralih pada Mira. Gadis disamping putranya tidak ada kelebihan sama sekali, tapi kenapa Yandi begitu terpikat pada mira.


"Apa yang kamu harapkan dari dia?". Tanya Markus dingin. Sementara Aluna tampak asyik menyantap cemilan yang dibuat oleh para pelayan dirumah mewah Yandi


"Aku mencintainya Pi". Sahut yakin dan tegas.


Dewi tersenyum mengejek "Cinta? Kamu pikir cinta bisa_".


"Sttttttttttt. Tante biarin dulu Bang Yayan ngomong gak usah dipotong". Ketus Aluna.


Alvaro, Yandi dan Mira menatap Aluna yang begitu berani menyanggah Ibu nya Yandi. Dewi adalah wanita tegas yang disegani oleh banyak orang. Dia bukan hanya tegas tapi dia juga pemberani dan pintar karena dia seorang jaksa tentu pekerjaan nya menuntutnya untuk tegas


"Kamu berani sama saya?". Dewi menatap Aluna tajam


"Gak Tante". Aluna menggelleng cepat


"Trus kenapa kamu ngebentah saya?". Tatap Dewi tajam


"Yaellah Tante. Sensi amat sih sama Aluna kayak cewek PMS aja". Aluna memutar bola matanya malas "Udah dehh Tante restuin aja hubungan Bang Yayan dan Mimir, Tante mau cuci Tante lahir tanpa seorang Ayah?".


"Cucu?". Beo mereka semua.


Markus dan Dewi menatap Yandi. Sementara Yandi dan Mira bingung, apa maksudnya cucu?


"Iya Tante. Om. Kalian pengen punya cucu kan? Ya udah restuin aja hubungan mereka. Kalau gak mau ya udah, gak apa-apa sihhh. Ntar Mimir sama Kak Leon aja, dia jomblo dokter ganteng lagi. Ya kan Mimir?". Sumpah demi apapun Mira ingin rasanya menendang Aluna


"Sayang". Bisik Alvaro.


"Benar Yandi kalau Mira udah hamil?". Tatap Markus pada putranya.


"Pi......".


"Kalau emang Mira udah hamil, kamu harus tanggung jawab. Karena Papi gak pernah ajarin anak-anak Papi pencundang kayak kamu". Nafas Markus memburu.


Plakkkkkkkkkkkk

__ADS_1


Satu tamparan mendarat dipipi Yandi. Bagi Markus sangat haram menghamili wanita diluar pernikahan.


Mereka semua mendelik melihat Yandi. Aluna, gadis itu sampai bergidik ngeri.


"Pi_".


"Persiapkan segera pernikahan kalian. Kamu harus segera nikahi Mira dan bertanggung jawab atas anak kamu sendiri". Tegas Markus


"Iya Yandi. Kamu harus bertanggung jawab sama perbuatan kamu sendiri. Segera nikahi Mira". Sambung Dewi menatap putranya tajam.


Mereka semua tercenggang. Apa artinya Yandi dan Mira direstu oleh kedua orangtua Yandi?


"Tiga hari lagi kalian harus menikah sebelum Papi dan Mami pulang ke China". Tegas Markus.


"P-papi serius restu hubungan kami?". Tanya Yandi tak percaya.


"Iya. Karena Papi gak mau cucu Papi lahir tanpa Ayah". Ketus Markus.


Yandi dan Mira melihat kearah Aluna yang justru menampilkan wajah polos tanpa dosa. Sementara Alvaro menghela nafas panjang. Mulut kekasihnya ini memang suka asal bicara seperti rem blong.


"Mira". Dewi menatap Mira "Persiapkan dirimu dan beritahu orangtua mu, tiga hari lagi kalian akan menikah. Yandi urus surat menyurat kalian berdua setelah nikah kantor kalian akan menikah secara agama". Tintah Dewi dingin.


"Iya Mi. Makasih".


"Iya Tante terima kasih". Ucap Mira canggung.


Dewi menatap Aluna yang tampak bersandar manja dilengan Alvaro sambil mengunyah makanan dimulutnya.


"Kamu". Dewi menatap Aluna


"Iya Tante". Aluna bangkit dari bahu Alvaro "Kenapa Tante ada yang bisa Aluna bantu?". Senyumnya menampilkan rentetan gigi putihnya.


"Kamu lapar?". Aluna mengangguk cepat "Ayo makan. Jangan panggil Tante panggil aja Mami ya, kayak Yandi dan Mira. Mulai sekarang kamu jadi anak angkat Mami". Dewi berdiri dan mengulurkan tangannya agar Aluna menyambut pelukkan.


Markus dan Yandi tercengang. Pasalnya Dewi adalah tipe wanita kelas tinggi. Dia paling tidak suka orang yang bicara asal keluar seperti Aluna.


"Ayo Mi". Tentu saja aluna bahagia. Apalagi jika bersangkutan dengan makanan.


"Sayang". Alvaro kesal sendiri karena dirinya diabaikan.


.


.

__ADS_1


.


.


Leon mendudukan tubuhnya disoffa. Saat ini dia dan Dicky sedang makan siang berdua.


"Kenapa muke loe?". Tanya Dicky sambil membuka buku menu


"Lagi putus cinta". Sahut Leon asal dan kesal.


"Cihh bisa juga dokter dingin ke loe putus cinta". Sindir Dicky.


"Gue manusia biasa". Ketus Leon


Tidak lama kemudian Alvaro datang dengan wajah bahagia dan sumringah. Sejak bertunangan dengan Aluna dia memang selalu bahagia. Bahagia karena sebentar lagi dia akan mempersunting gadis pujaannya itu.


"Udah nunggu lama?". Alvaro duduk disamping Leon "Kenapa dengan wajahmu?". Tanya Alvaro heran


"Putus cinta". Ketus Leon.


Alvaro dan Dicky terkekeh pelan. Setiap kali ketiga nya berkumpul selalu memesan ruang VVIP tertutup karena mereka tidak suka banyak gadis genit yang mencuri pandang pada mereka.


"Kalau ada masalah itu ngomong gak usah dipendam sendiri". Dicky menepuk bahu Leon "Siapa tahu kita bisa bantu?".


Leon menghela nafas panjang. Beberapa hari ini dia galau setengah hidup karena gadis pujaannya ternyata sudah bertunangan dan dijodohkan dengan pria pilihan kedua orangtuanya.


"Cewek yang gue suka udah tunangan dan bentar lagi merrid". Sahut Leon menghela nafas panjang.


"Maksud loe Tiara?". Leon mengangguk "Ya udah lupain aja kali Yon. Lagian masih banyak kok cewek yang cakep dari dia. Itu si Ranny cakep tuhh, dokter muda lagi. Cocoklah sama loe". Ucap Dicky.


Leon memutar bola matanya malas "Gak segampang itu. Loe tahu kan gue ngejar Tiara dari zaman kita di high school dulu". Ujar Leon "Gak mudah banget buat gue pindah hati".


"Buktinya loe kemarin masih punya pacar ya walau diselingkuhi sihh". Ledek Dicky sambil tertawa kecil.


Leon semakin kesal. Sama saja. Menceritakan masalahnya pada Dicky sama dengan menambah masalah. Dicky itu seperti Aluna. Suka buat orang naik tensi.


"Ya udah lah Yon. Kamu lupain aja, toh masih banyak kok cewek diluar sana yang bisa cinta sama kamu. Percaya sama aku". Alvaro ikut menepuk bahu Leon.


Leon mengangguk dengan lemesnya. Tidak semudah itu bestiee, kalah mudah sudah lama Leon melupakan cinta pertamanya itu.


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang. Karena sudah lama pacaran sama Aluna, Alvaro ketularan kuat makan.


Dicky dan Leon sampai mendelik melihat Alvaro makan. Sungguh pesona Aluna ini bisa mempengaruhi siapa saja termasuk Alvaro.

__ADS_1


Padahal Alvaro adalah pria yang rewel. Dia begitu menjaga pola makannya agar tubuhnya tetap terjaga dan tidak gemuk. Tapi sekarang malah Alvaro yang makan seperti orang sesat.


Bersambung...


__ADS_2