Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-65


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aluna, Alvaro, Mira dan Yandi naik keatas pelaminan. Senyum mengembang diwajah kedua gadis cantik itu. Aluna tersenyum bahagia, akhirnya Yura mengakhiri masa lajangnya. Tentu saja semua akibat ulah Aluna.


"Lun, hiks hiks hiks". Yura memeluk Aluna dengan isakkan tangis terima kasih.


"Makasih Lun". Isak Yura.


"Kan tadi gue udah bilang sama loe Yur ditampung dulu air mata loe biar kagak kering. Gue gak mau kasih air mata berharga gue ke loe". Celetuk Aluna membalas pelukan Yura sambil mengusap punggung sahabat nya itu "Udah gak usah nangis lagi, cie cie yang udah jadi bini Pak Pol, cie cie". Goda Aluna "Kagak meluk bantal lagi yaa Yur?". Aluna melepaskan pelukkannya sambil menggoda sahabatnya itu.


"Hiks Lun, bisa gak loe jangan buat gue naik tensi dulu. Air mata gue gak mau berhenti dengerin omongan loe yang gak ada akhlaknya itu". Isak Yura mengusap air matanya.


"Gak bisa Yur. Gak usah nangis lagi, ntar make up loe luntur gue kagak tanggung. Untung aja si Kakak itu kasih gratis, coba kalau bayar palingan nota nya gue kirim ke alamat Bang Yuyu". Celoteh Aluna sambil cekikikan. Alvaro hanya bisa menggeleng gemes.


"Bang Yuyu selamat yaa. Semoga loe bahagia. Jangan lupa kasih ponakkan yang banyak buat gue dan.....". Aluna mendekat ketelinga Bayu "Pasti udah gak sabar mau bobol gawang Yura kan, hihihi gondol sepuluh kosong Bang, jangan kasih kendor". Celetuk Aluna.


Bayu malah berkaca-kaca. Maklum ajaib seperti Aluna adalah penyelamat hidupnya


"Makasih adek angkat Abang udah bantuin Abang. Meski suka bikin tensi naik tapi Abang sayang sama loe". Bayu memeluk Aluna. Biarlah derajat nya sebagai polisi turun karena Aluna.


"Same-same Bang. Tapi kagak gratis". Aluna melepaskan pelukkan Bayu dan tersenyum devil. Bayu menelan salivanya, jangan sampai Aluna meminta yang aneh-aneh sebagai balas budi.


"Sayang gak boleh gitu". Alvaro langsung merangkul bahu kekasihnya itu. Aluna hanya nyengir kuda saja.


"Yur, selamat yaaaa. Akhirnya loe laku juga". Mira memeluk Yura juga.


"Hiks hiks makasih Mir. Berkat Kelinci kecil itu gue bisa kawin". Isak Yura.


Aluna mendengus kesal. Selalu saja dirinya dijuluki Kelinci Kecil, padahal cantik seperti bidadari kenapa dijuluki Kelinci Kecil? Princess kek gitu, gerutu Aluna.


"Bang Bayu selamat".


"Makasih Mir". Sambut Bayu


Yandi maju dan juga ikut memberi selamat pada Bayu dan Yura. Dia hampir mati jantungan gara-gara si Aluna yang mengatakan jika Bayu ditodong oleh beberapa penjahat saat dirinya hendak merazia mereka yang sedang minum-minum dan menganggu orang lain.

__ADS_1


Yandi panik bukan main, apalagi saat Aluna menyuruhnya langsung ke hotel. Dalam hati Yandi sudah berpikiran aneh-aneh. Dan Aluna juga melarang Yandi memakai seragam polisi, dia meminta pria itu memakai jas lengkap dan kacamata hitam persis seperti detektif. Yandi yang bingung tetap mengikuti ucapan Aluna karena dia sudah panik. Dia sampai rela meninggalkan dinas siangnya demi memastikan agar Bayu baik-baik saja.


"Selamat Bro. Gue hampir mati jantungan, gara-gara Kelinci Kecil itu". Ujar Yandi memeluk Bayu.


"Maksud loe?". Kening Bayu berkerut sambil melepaskan pelukan sahabat nya.


Lalu Yandi menceritakan pesan Aluna diponselnya. Aluna yang menyuruhnya datang ke hotel dan mengatakan bahwa dia disekap ditempat itu.


Bayu tercenggang mendengar penjelasan Yandi. Dia menatap Aluna yang malah bergelut manja dilengan Alvaro. Apalagi tinggi Aluna yang hanya sampai dada.


"Astaga Lun. Jahat amat sihh sama Abangnya". Gerutu Bayu


"Hehhhe.. Maafin Aluna ya Bang. Dosa ditanggung loe, karena kan gue ngelakuin nya demi loe". Ujar Aluna menangkup tangannya didada, lalu sedikit menunduk memberi hormat pada Bayu.


"Loe.........".


"Pengantin baru kagak boleh ngomel Bang. Pamali".


Yang lain hanya menggeleng gemes saja. Sedangkan Bayu, pria itu meremes tangannya didepan Aluna saking kesalnya dengan gadis tersenyum.


"Makasih Pak Al".


"Makasih Al. Maaf gue udah suhuzon sama loe. Gue berhutang budi sama loe, karena loe udah mau jadi walinya Yura". Bayu memberikan pelukan hangat pada Alvaro. Bayu sudah salah sangka, dia pikir Alvaro hanya pria kaya yang sombong. Nyatanya tidak seperti itu.


"It's oke. Gue juga gak tahu tiba-tiba dia minta jadi walinya Yura. Dan gue baru tahu kalau Bokap loe itu partner bisnis guee". Ucap Aluna.


Acara berlangsung meriah. Para tamu undangan berdatangan. Rekan bisnis Anggara. Sedangkan teman-teman Bayu dikepolisian tidak ada yang tahu jika dia menikah hari ini.


Anggara hanya bisa menghela nafas panjang. Emosinya sudah ke ubun-ubun. Tapi bagaimana lagi, Bayu dan Yura sudah sah sebagai pasangan suami istri.


Apalagi saat calon besannya pergi begitu saja dari acara. Karena heran kenapa mempelai wanitanya bukan putri mereka?


Anggara juga mendapat kabar bahwa calon menantunya dikurung dikamar mandi, dengan dilem dengan lakban, tangan dan kaki yang terikat. Namun, mau apalagi sudah terlanjur basah, kata Meggi Z


Anggara mencoba berlapang dada menerima Yura sebagai menantunya. Meski dia sedikit keberatan dengan keluarga Yura yang entah asal usulnya dari mana. Tapi Anggara percaya bahwa Yura adalah wanita yang tepat untuk menjadi pendamping putra bungsunya itu.

__ADS_1


Anggara dan Levita naik keatas pelaminan. Keduanya berusaha berdamai dengan keadaan


"Selamat ya Boy. Maaf Papa udah maksa kamu. Papa harap kamu bahagia. Papa udah ngerestuin hubungan kamu sama Yura. Jadilah suami yang baik". Anggara memeluk putranya itu.


"Makasih Pa". Balas Bayu berkaca-kaca.


Anggara beralih pada menantunya itu. Meski terasa berat tapi dia berusaha menerima wanita ini menjadi menantunya.


"Selamat ya Nak. Selamat datang dikeluarga besar kami. Semoga kamu jadi istri yang baik untuk Bayu".


Yura menyalimi tangan Anggara "Makasih Om".


"Panggil Papa. Sekarang kamu juga putri Papa".


"Makasih Pa".


"Selamat ya Nak". Levita juga memeluk kedua orang itu secara bergantian.


Anggara menatap Aluna yang santai tanpa dosa. Gadis ini yang sudah membuat masalah. Tapi ya sudah lah, Anggara tidak mau marah-marah nanti gula darahnya bisa naik.


"Kamu yang namanya Aluna?". Tanya Anggara.


"Iya Pak, ini Aluna calon istri saya". Secepatnya Alvaro merengkuh bahu Aluna takut jika Anggara macam-macam.


"Iya Pak Al. Lun makasih yaaa, kamu udah bantuin Bayu. Kamu serius mau jadi anak angkat Papa?". Ujar Anggara tersenyum hangat. Seperti nya Aluna ini sosok yang menyenangkan dan itu mengingat kannya pada seseorang dimasa lalu.


"Yo wes mau donkk Pa... Tapi gak gratis". Aluna tersenyum smrik.


"Sayang jangan aneh-aneh". Bisik Alvaro "Maaf Pak, pacar saya emang suka becanda, gak usah ditanggapin". Ucap Alvaro tersenyum canggung.


"Iya gak apa-apa Pak".


Sedangkan Aluna merenggut kesal mulutnya komat-kamit seperti dukun baca mantra.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2