Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-75


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aluna masuk kedalam mobil Mira. Gadis itu tampak tersenyum manis pada sahabat nya yang cemberut karena menunggunya yang lama.


"Kemana aja sih Lun?". Ketus Mira sambil menjalankan mobilnya.


"Habis ngecas tadi. Maklum mau perang, butuh energi". Celetuk Aluna sambil mengotak-atik ponselnya.


Mira memutar bola matanya malas. Sejak bertunangan dengan Alvaro otak Aluna mulai konslet yang tidak konek. Gadis itu bucin tingkat internasional. Suka senyum tidak jelas. Dan bawaan nya bahagia mulu.


"Kita mau kemana sihh Lun?". Tanya Mira sambil menyetir dia melirik Aluna yang tampak sibuk dengan ponselnya.


"Ketemu cowok yang dijodohin sama loe". Jawab Aluna singkat padat dan jelas.


"Mau ngapain ketemu dia?". Ujar Mira "Ntar yang ada malah nambah masalah Lun. Loe tahu kan Bokap gue orangnya gimana?". Ucap Mira.


"Percayain semuanya sama gue". Aluna menepuk dadanya "Apa Bang Yayan tahu?".


Mira menggeleng "Gue gak berani cerita. Gue takut pas cerita ntar malah salah paham. Loe tahu kan Yandi sedikit sensitif". Mira menghela nafas berat.


"Gak bisa gitu Mir. Biar gimana pun Bang Yayan harus tahu. Ntar salah paham, malah tibet ntar. Loe mau dimasukkan kembali kedalam perut Nyokap loe?".


"Apa hubungannya coba?". Tanya Mira tak habis pikir.


"Ya gak ada". Sahut Aluna.


Sampai disebuah caffe. Kedua gadis itu turun. Mira dari tadi bertanya mau apa, tapi Aluna malah mengabaikan saja dan sibuk dengan ponsel ditangannya.


Mereka masuk. Aluna sudah memesan ruang VVIP untuk mereka. Karena ini membahas masalah pribadi yang tidak boleh ada orang yang tahu nanti bisa jadi gosip. Padahal tidak ada juga yang tertarik.


Disana seorang pria tampan sudah duduk dengan santai sambil menikmati kopi. Kakinya saling bersilang satu sama lain. Matanya fokus pada ponsel ditangannya.


"Sorry nunggu lama ya?".


Pria itu mendongkrakkan kepalanya. Dia tersenyum hangat melihat Aluna dan Mira yang dia tunggu dari tadi.


"Silahkan duduk". Senyum nya manis sekali. Seperti madu, ujar Aluna


"Kakak gak pesanin kita makan?". Tanya Aluna menatap hanya satu piring pisang krispi dan satu cangkir kopi.


Pria itu terkekeh "Kakak gak tahu makanan kesukaan kalian. Kalau kalian mau pesan, pesan aja. Nanti Kakak panggil pelayan".

__ADS_1


Kening Mira berkerut. Kenapa Aluna tampak akrab dengan pria yang dijodohkan dengannya itu? Sejak kapan dan apa hubungannya? Pria itu juga tampak mengenal Aluna dari nada bicara dan tatapannya.


"Lun loe kenal sama tuh cowok?". Tanya Mira setengah berbisik.


Aluna menggeleng "Kagak. Gue juga baru ketemu dia". Jawab Aluna jujur.


"Terus kenapa loe keliatan akrab banget sama dia?". Tanya Mira heran dia menatap pria yang dijodohkan dengan nya itu. Memang tampan dan ramah. Tapi sayang menurut Mira, Yandi lah yang paling tampan.


"Pura-pura akrab aja". Bisik Aluna.


"Kamu Mira kan?". Mira mengangguk dengan antusias "Tadi saya dihubungi sama teman kamu buat ketemu. Kamu mau ngomong apa?". Tanya pria itu menatap Mira.


Mira melirik Aluna yang tersenyum sambil menampilkan rentetan gigi putihnya. Tangannya berbentuk V tanda maaf dan damai.


Mira heran. Bukannya Aluna yang menghubungi pria itu? Kenapa malah dia?


"Lun, kenapa malah jadi gue?". Tanya Mira setengah berbisik.


"Kan yang bermasalah loe. Yang udah loe yang nyelesain. Gue bilang sama dia, loe mau ketemu". Ujar Aluna.


"Loe_".


Ingin rasanya Mira menenggelamkan gadis itu kedalam lautan. Pantas saja Aluna santai tanpa dosa, ternyata gadis itu malah mengerjainya.


"Nama Kakak siapa?".


"Wendy". Jawabnya singkat


"To the point aja ya Kak. Aku menolak perjodohan kita dikarenakan aku udah punya calon dan bentar lagi tunangan". Jelas Mira


Bukannya sedih atau tersinggung, Wendy malah tersenyum simpul. Gadis ini adalah gadis yang setia pada pasangannya. Padahal apa yang kurang darinya. Tampan. Kaya. Harta berlimpah. Tapi Mira malah menolak.


"Ya sama seperti mu. Aku juga menolak perjodohan kita. Aku juga udah punya calon". Jawab Wendy. Wendy tersenyum simpul "Tapi kalau boleh tahu. Kenapa kamu tolak aku? Apa sebegitu cintanya sama kamu sama pacar kamu?". Wendy menyelidiki wajah Mira.


Sementara Aluna, asyik menyantap makanan yang dipesan oleh Wendy. Padahal tadi dia makan siang dengan tiga mangkuk bakso dan sekarang dia kelaparan lagi.


"Aku cinta sama pacarku Kak. Cintaku hanya buat dia. Jadi gak ada buat cowok lain". Jawab Mira tegas.


"Yesss Bang Yayan kita berhasil". Teriak Aluna.


Mira terjingkrak kaget. Apa maksud Aluna?

__ADS_1


Yandi masuk kedalam ruangan itu dengan membawa sebuket bunga ditangannya. Senyumnya mengembang. Seragam polisi melekat ditubuh sempurna nya.


"Sayang". Sontak Mira berdiri.


Kedua orangtua Mira juga ikutan masuk. Kedua pasangan paruh baya itu tersenyum sumringah.


Mira menutup mulut tak percaya. Dia menatap Aluna yang malah asyik makan. Seolah tidak peduli dengan kedatangan Yandi.


"Sayang". Mira berkaca-kaca.


"Happy birthday ya sayang. Maaf ngerjain. Itu semua ide ceguguk imut itu". Yandi menujuk Aluna dengan mulutnya.


"Jadi_".


Wendy berdiri dengan tersenyum. Dia senang bisa membantu Yandi untuk membuktikan bahwa wanita itu benar-benar mencintainya.


"Mas Wendy Kakak sepupuku sayang. Aku minta bantuan dia buat ngerjain kamu". Yandi terkekeh.


"Ihhh jahat banget sihhh". Mira memukul lengan Yandi pelan.


"Selamat ulang tahun ya Nak".


"Papi". Mira berhambur memeluk Utomo, Papi nya Mira "Hiks makasih Pi. Maaf kemarin udah bentak Papi". Ujar Mira terisak.


"Gak apa-apa Nak. Maaf Papi ikut ngerjain, semua ide Kelinci Kecil kamu itu". Utomo terkekeh pelan sambil melirik kearah Aluna yang malah sibuk makan.


"Selamat ulang ya Nak". Sri, Ibu tiri Mira memeluk gadis itu "Maafin Mami". Ucap Sri sedikit canggung


"Hiks hiks gak apa-apa Mi. Mira juga minta maaf sama Mami. Gak pernah anggap Mami ada".


Mira tidak menyangka dengan kejutan yang diberikan keluarga.


"Happy birthday too you. Happy birthday too you. Happy birthday too you. Happy birthday day. Happy birthday. Happy birthday too you".


Yura dan Bayu juga masuk kedalam ruangan itu sambil membawa kue ulang tahun. Ada Alvaro juga mengekor mereka.


"Happy birthday sahabat ku". Ucap Mira.


"Ayo sayang tiup dulu lilinya". Yandi meletakkan bunga nya, lalu mengambil kue dari tangan Yura


Masih terharu Mira meniup lilin itu sambil dengan air mata yang menetes. Air mata bahagia. Ini ulang tahun yang paling berkesan dalam hidup Mira.

__ADS_1


Masih sempat Mira melirik Aluna yang entah kapan gadis itu sudah bermanja-manja dilengan Alvaro. Aluna selalu membuat Mira tak bisa berkaca-kaca. Meski suka membuat tensi naik. Tapi Aluna juga membuatnya merasa begitu berarti.


Bersambung.....


__ADS_2