
Happy Reading 🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Disebuah Bar tampak seorang pria tengah meneguk wine. Dia sudah menghabiskan beberapa botol wine yang diberikan oleh Bartender.
"Aluna".
Dia terus meracau, memanggil nama gadis yang sudah membuatnya patah. Gadis yang memporak-poranda hatinya.
"Aluna kenapa kamu tega sama aku Na. Kenapa Na kenapa?". Sambil minum dia meracau kan nama Aluna.
Rayyan Wijaya, dosen tampan yang tengah patah hati. Cintanya ditolak. Dia juga harus menyaksikan Aluna bahagia bersama Alvaro. Rayyan menyesal karena dari dulu tidak berani mengungkapkan perasaannya.
"Aluna". Dia terus memanggil nama gadis itu berulang kali.
Bayu dan Yandi masuk kedalam club. Dia mendapat kabar bahwa Rayyan sedang mabuk disana.
"Risih banget gue ditempat ke beginian. Lagian si Ray kenapa sihh?? Bikin riwet yang ada. Apa kata dunia polisi pergi ke club?". Yandi terus menggerutu. Sebenarnya dia menolak tapi karena ajakan Bayu jadi dia tidak bisa menolak.
"Gak usah ngomel mulu Yan. Mending kita cepat cari Ray dan bawa dia pulang". Ucap Bayu.
Mereka berdua masuk. Kalau saja mereka memakai seragam polisi sudah pasti club' itu akan heboh.
"Ray".
"Astaga Ray, kenapa elu minum sebanyak ini?". Yandi menggeleng tak percaya
__ADS_1
"Udah ayo kita bawa".
Rayyan sudah teler, akibat banyaknya wine yang dia minum. Putus cinta memang kadang suka membuat orang hilang akal.
"Aluna".
Rayyan masih meracaukan nama Aluna.
"Berat banget sihhh". Yandi dan Bayu memasukkan Rayyan kedalam mobil.
"Aluna. Kenapa kamu tega sama aku Na? Aku cinta banget sama kamu. Tapi kenapa kamu malah milih Supir Taksi Onlin itu?". Seru Rayyan dalam keadaan tidak sadar.
Yandi dan Bayu saling melihat. Kalau Rayyan seperti ini sudah pasti masalah nya adalah Aluna. Karena Aluna yang bisa membuat pria itu patah, Aluna juga yang bisa membuat Rayyan bahagia.
Bayu menjalankan mobilnya. Rayyan mereka letakkan dibangku penumpang. Sedangkan Bayu duduk disamping Yandi.
"Bawa kerumah gue aja dari pada ribet". Sahut Bayu.
.
.
.
.
__ADS_1
"Lun".
"Ihhh apaan sihhh. Sakit takut". Aluna menepis tangan Yura yang menarik tangannya.
"Elu berhutang penjelasan sama kita". Ucap Yura.
"Emang kapan gue minjam penjelasan sama elu?". Tanya Aluna bingung.
"Gak usah pura-pura. Udah ayo masuk". Yura membuka pintu mobil dan memasukkan Aluna kedalamnya.
Yura menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Aluna. Entah kemana mereka akan membawa Aluna.
Aluna malah menguap santai. Tadi gadis itu memberontak tapi seketika diam.
"Kenapa elu tiba-tiba diam Lun?". Tanya Mira heran.
"Kagak. Gue lagi konsentrasi mikir buat milih makanan mana. Elu berdua mau ngajakin gue makan kan?". Aluna menarik turunkan alisnya menggoda kedua sahabatnya.
Yura dan Mira saling melihat lalu mendelik kearah Aluna. Aluna kalau masalah makan nomor satu.
"Iya. Tapi gak gratis. Setelah makan elu harus jelasin ke kita, ada hubungan apa elu dengan Pak Al". Ujar Mira
"Ohhh itu tenang aja. Kalau perut gue kenyang. Gue bakal jelasin kok sama elu berdua. Tenang aja". Aluna tersenyum jahil.
Yura memutar bola matanya malas. Jika bukan karena ingin tahu hubungan Aluna dan Alvaro, sudah pasti Yura akan menenggelamkan kepala Aluna saking gemes nya pada gadis tersebut.
__ADS_1
Bersambung