Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-57


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kenapa muka elu ditekuk gitu Al?". Tanya Dicky heran saat melihat wajah Alvaro yang tampak kesal.


"Iya Al, kamu kenapa?". Tanya Leon yang juga heran. Mereka tengah makan siang bersama.


Alvaro menghela nafas "Aluna nganterin Rayuan dibandara". Sahut Alvaro lemes.


Pikiran Alvaro tidak tenang. Takut jika Aluna, malah dekat dengan Rayyan dan perasaannya bisa tumbuh untuk pria itu.


"Emangnya kenapa?". Tanya Leon heran.


"Ya jelas aku cemburu Leon. Kamu tahu kan kalau Ray itu masih suka sama Aluna?". Ujar Alvaro.


Leon malah tertawa kecil "Astaga, Al. Al. Kamu galau gara-gara itu?". Leon menggeleng kepala "Kalau kamu cinta sama Aluna. Kamu percaya juga sama dia. Percaya sama aku, Aluna tuhh cewek langka. Kamu ingat gak gimana perjuangan kamu buat dapetin hatinya dia. Masa iya, hanya karena nganterin Ray ke Bandara, Aluna udah suka?". Leon geleng-geleng kepala "Kalau dia emang suka sama Ray, udah lama kali dia jadian sama Ray". Imbuh Leon.


Sejenak Alvaro terdiam mencerna ucapan Leon. Memang benar jika Aluna itu beda. Alvaro hanya terlalu takut jika Aluna berpaling darinya.


"Iya Al, benar tuhhh kata Leon. Kayak yang elu bilang, Aluna tuh spesies langka yang harus loe lestari kan". Sambung Dicky.


"Dinosaurus kali yang langka". Ketus Leon tak terima jika Aluna dibilanh spesies langka, padahal memang benar.


.


.


.


.


Aluna, Mira, Yura, Yandi dan Bayu mengantar Rayyan ke Bandara.


Mereka berlima memang sudah berjanji akan mengantar Rayyan sampai kesana.


"Loe jaga diri baik-baik, jangan lupa pulang kalau udah kelar study nya. Plus jangan sombong ntar mentang-mentang dapat bule disana". Goda Bayu sambil memberikan pelukan hangat pada Rayyan.


"Thanks Bay. Loe juga jaga diri baik-baik". Balas Rayyan


"Ray hati-hati". Yandi juga memeluk Rayyan. Sejujurnya belum siap berpisah dengan Rayyan tapi apa boleh buat.


"Hati dijalan Kak Ray". Pesan Yura dan Mira bersamaan.

__ADS_1


"Thanks Mir, Ra". Senyum Rayyan


Rayyan beralih pada Aluna. Gadis itu menyambutnya dengan senyum hangat. Senyum yang begitu meneduhkan hati. Tatapan mata Aluna seperti memiliki magnet tersendiri di mata Rayyan


"Boleh Kakak peluk?".


"Tentu Kak".


Aluna menyambut pelukkan Rayyan. Tangannya melingkar dipinggang Rayyan yang menjulang tinggi diatas nya.


"Jaga diri baik-baik yaaa.. Kakak janji kalau udah kelar bakal balik kesini". Rayyan melepaskan pelukannya


"Iya Kak. Kakak juga. Titip salam sama bule-bule disana. Ntar kalau pulang jangan lupa bahasa Indonesia ya Kak. Maklum kelamaan tinggal diluar negeri biasanya suka lupa". Celoteh Aluna. Rayyan terkekeh gemes, inilah yang membuatnya tidak bisa melupakan Aluna.


"Iya Na. Kamu tenang aja".


Setelah berpamitan Rayyan masuk kedalam pesawat. Karena sebentar lagi akan transit.


Aluna menatap pesawat Rayyan yang mulai mengudara. Gadis itu menghela nafas panjang. Dia adalah penyebab Rayyan pergi. Tapi ini adalah jalan takdir, Aluna tidak bisa menyalahkan dirinya.


"Udah yukk". Ajak Yandi.


Kelima orang itu masuk kedalam mobil. Aluna, Mira dan Yura terus saja mengoceh. Membahas hal-hal yang tidak penting.


"Nonton aja yukk". Ajak Yura.


"Gak, ahhhh kemarin udah". Tolak Mira


"Ya trus kita mau ngapain? Lagian juga ini kan weekend". Seru Yura lemes. Yandi dan Bayu duduk dibangku penumpang.


"Ah, gueee punya ide". Pekik Aluna.


"Astaga Lun". Keempat nya mengelus dada, saking terkejutnya dengan lengkingan Aluna.


"Loe bisa gak sihh, gak usah teriak-teriak?". Gerutu Yura.


"Hehhe maaf, kelepasan". Aluna nyengir kuda "Gimana kalau kita kerumah Bang Yayan aja. Guee pengen banget makan Sup Iga, sekalian kita buat. Pasti bahan masakkan Bang Yayan banyak kan?". Ujar Aluna


Mereka mendesah. Jika masalah makan Aluna selalu menemukan ide. Ada-ada saja.


"Ada". Sahut Yandi.

__ADS_1


"Jadi gimana?". Aluna menatap keempat orang itu satu persatu.


"Iya iya". Ketus mereka


"Gue ajakin Kak Al gak? Takut dia salah paham ntar. Gue malas nenangin singa yang lagi ngamuk". Ucap Aluna.


Sejenak semuanya diam. Bukan mereka tidak suka pada Alvaro. Hanya saja suasana jadi canggung jika ada pria itu.


"Harus ya Lun?". Tanya Yura mendesah.


"Iya. Masa loe berdua aja yang pacaran, ntar gue jadi obat nyamuk donk. Masa iya muka secantik ini jomblo. Gimana boleh yaaaa?". Tak lupa Aluna mengeluarkan jurus andalannya


"Iya ... Iya".


"Yessss". Aluna menampilkan rentetan gigi putihnya.


Bukan Aluna tak tahu jika keempat orang itu tidak menyukai kekasihnya. Dia ingin keempat sahabat nya menerima Alvaro sebagai kekasihnya.


.


.


.


.


Alvaro mencari alamat yang dikirim Aluna ke ponsel nya. Pria itu tampak tak sabar bertemu sang kekasih. Apalagi seharian ini Alvaro uring-uringan.


"Sayang".


"Kak Al".


Aluna menyambut Alvaro dengan pelukan hangat.


"Kamu baik-baik aja?". Tanya Alvaro memeriksa tubuh Aluna.


"Aku baik-baik aja kok. Ayo masuk".


Aluna membawa Alvaro masuk kedalam. Disana ada Yandi, Bayu, Yura dan Mira yang tengah asyik menyantap masakan Aluna.


Mereka berenam makan. Alvaro dan Aluna saling suap-suapan. Maklum baru jadian, masih hangat-hangat nya

__ADS_1


Sedangkan yang lain hanya diam menyaksikan keromantisan dua orang itu. Memang jika dilihat Aluna dan Alvaro memang sangat cocok.


Bersambung......


__ADS_2