Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-58


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sesuai kesepakatan, Alvaro dan Aluna. Hari ini Alvaro ingin menemui orangtua Aluna dan mengatakan siapa dia sebenarnya. Alvaro berharap Ibu Aluna menerima kehadiran nya. Alvaro ingin membuktikan bahwa tidak semua orang kaya memiliki sifat sombong. Alvaro tidak ingin jika hubungannya dan Aluna renggang hanya gara-gara harta dan jabatan.


"Kalian mau ngomong apa?". Tanya Santoso menyesap minuman dalam gelasnya.


Yang tahu Alvaro Presdir hanya Arya dan Leon. Arya sengaja tidak mengatakan siapa Alvaro sebenarnya. Arya tahu jika Bunda-nya itu sedikit sensitif dengan orang kaya, kecuali Rayyan.


"Aluna pengen ngomong lima mata sama Ayah dan Bunda".


"Empat mata Aluna". Ralat Leon.


"Iya itu maksudnya". Sahut Aluna


"Mau ngomongin apa? Jangan bilang kamu hamil?". Tuding Kanti menatap putrinya tajam


"Alauakbar, Bunda ngomong kira-kira kali. Emang Aluna cewek murahan apa?". Gerutu Aluna tidak terima.


"Ya trus mau ngomong apa? Mau minta dikawanin? Ya udah ngomong aja, gak usah malu. Ntar Al bawa aja orangtua nya kesini, lamaran sekalian bicarain pernikahan kalian". Ujar Kanti.


Aluna tidak yakin jika Kanti akan setuju, setelah tahu siapa Alvaro. Tapi Aluna berharap Ibu nya tetap memberi restu.


"Begini Bunda. Kedatangan saya kesini ingin memberi tahu status saya yang sebenarnya".


Kening Kanti dan Santoso berkerut. Begitu juga dengan Lia.


"Jangan bilang kamu suami orang? Dan Aluna mau jadi pelakor?". Kanti memincingkan mata curiga.


"Bund, dengarin dulu penjelasan Al". Ucap Santoso.


"Iya Bunda. Asal potong-potong aja kek daging ayam". Ketus Aluna


"Sebenarnya saya......".


"Sebenarnya apa Al?". Tanya Kanti tidak sabar. Dia ingin segera Aluna menikah, biar bisa menggendong cucu dari putrinya itu.


Alvaro menghela nafas panjang "Saya seorang Presdir Bund".

__ADS_1


Santoso, Kanti dan Lia membulatkan matanya. Mendengar pengakuan Alvaro. Sedangkan Leon dan Arya hanya diam saja. Untung Bara dan Bryan sedang tidur.


"Jadi kamu Presdir?". Ulang Kanti.


Alvaro mengangguk "Iya Bunda". Sahut Alvaro tenang. Apalagi ada tangan Aluna yang mengenggamnya seakan menyalurkan kekuatan padanya.


"Kenapa mau sama Aluna? Dia kan cewek biasa. Kamu gak ada niat lain kan?". Tuding Kanti, menatap tak suka.


"Bunda". Tegur Santoso.


"Kenapa Yah? Wajar donk Bunda nanya. Bunda gak mau putri Bunda dimainin perasaan nya. Walau Aluna itu suka bikin tensi naik, pengen makan orang, pengen masukkin dia lagi dalam. Tapi Bunda gak bakal biarin dia dipermainin sama orang lain". Ucap Kanti.


Aluna mendengus kesal saat mendengar ucapan Kanti. Bunda-nya itu selalu membuat darahnya naik. Ngomong terlalu jujur, kan dia malu sendiri didepan kekasihnya.


"Saya gak ada niat jahat sama Aluna Bunda. Sat tulus mencintai Aluna dari hati saya yang paling dalam".


"Ya siapa tahu aja". Kanti menatap tak suka. Trauma masa lalu membuatnya agak paranoid dengan orang kaya.


"Ya udah Al. Gak masalah status kamu apa aja. Yang kamu sungguh-sungguh buat jagain Aluna dan gak ada niat jahat kecuali cinta". Ucap Santoso "Tapi Aluna ini emang manja, Ayah harap kamu bisa bimbing dia dengan baik". Imbuh Santoso.


"Pasti Yah. Saya mencintai Aluna tulus. Saya akan jadi yang terbaik buat Aluna". Ucap Alvaro tersenyum melihat kearah kekasihnya.


"Kalau kamu emang berani. Segera halalin Aluna. Ajak orangtua kamu kesini. Awas jangan nempel Mulu, kesentrum entar". Ketus Kanti menatap putrinya tajam. Apalagi Aluna memeluk lengan Alvaro dengan manja.


"Iya Bunda. Saya akan segera membawa orangtua saya kesini". Ucap Alvaro sopan


"Cieee yang mau dilamar. Bentar lagi tidur berdua ya Lun. Gak lagi cuma meluk Jolly kan?". Ledek Leon


"Iya donkkk. Emang Kak Leon gak pengen?". Aluna tersenyum mengejek "Makanya Kak, jadi cowok tuhh gak usah polos-polos amat, ditinggalkan. Tutut berdua cita yang sedalam-dalamnya ya Kak". Aluna menyalimi Leon yang tampak kesal karena diejek. Baru beberapa hari lalu dia patah hati karena kekasihnya selingkuh.


"Dasar adek gak ada akhlak". Leon menyonor kening Aluna.


"Awww Kak. Jahat banget sihh sama adekk cantiknya ini". Gerutu Aluna. Yang lain hanya menggeleng gemes.


.


.

__ADS_1


.


.


Aluna mengantar Alvaro sampai didepan rumahnya. Seusai kesepakatan tadi, bahwa Alvaro nanti akan membawa kedua orangtuanya nya untuk melamar Aluna.


"Pacar hati-hati yaaaaa". Pesan Aluna.


Alvaro memeluk kekasih nya itu. Sejak kehadiran Aluna dalam hidupnya. Dia merasakan warna-warni yang membuat hatinya menyenangkan. Meski mereka berdua sering berdebat sesuatu yang tidak penting. Namun justru itu yang membuat hubungan keduanya melanggeng.


"Kamu langsung tidur ya.. Jangan begadang. Doain hubungan kita, semoga dapat restu dan kita bisa segera nikah". Ucap Alvaro melepaskan pelukkannya.


"Iya Pacar. Kamu juga yaaa". Aluna memperbaiki kerah baju kekasih nya.


"Aku pulang dulu. Besok aku jemput, kita berangkat bareng".


"Gak usah". Potong Aluna "Aku dianterin Kak Leon aja, aku gak enak ntar ada yang liatin kita lagi".


Alvaro menghela nafas panjang. Aluna masih saja menyembunyikan hubungan mereka.


"Emang kenapa sihh kamu malu punya pacar seorang Presdir kaya saya?". Tanya Alvaro.


Aluna menggeleng "Aku cuma belum siap aja jadi artis dadakan. Cukup Pak Andre aja yang tahu hubungan kita. Nanti juga orang bakal tahu".


"Aku heran dehh sama kamu, semua cewek pasti bangga punya pacar seorang Presdir. Dan pasti mereka bakal koar sana koar sini". Alvaro geleng-geleng kepala.


"Buat aku tuh gak penting orang tahu hubungan kita. Yang penting, aku dan kamu bahagia. Hubungan itu bukan tentang siapa yang harus tahu dan diberi tahu. Hubungan itu adalah gimana cara kita menjalaninya dan saling percaya satu sama lain. Buat apa orang tahu? Gak ada untungnya juga buat mereka. Yang ada kita jadi parasit entar. Masa iya, Presdir pacaran sama karyawan. Yang ada kita malah dituduh, asik pacaran dibanding kerja". Jelas Aluna.


Alvaro tersenyum simpul mendengar ocehan kekasihnya itu. Masalah itu adalah perdebatan yang setiap hari mereka debatkan. Alvaro yang ingin hubungan mereka dipublikasi kan. Sementara Aluna menolak dengan keras. Karena Aluna selalu tidak suka ada yang ikut campur masalah pribadinya.


"Iya iya Ibu Aluna. Pacar pulang dulu yaaaa. Jaga diri baik-baik". Alvaro mengecup kening Aluna. Karena hanya area itu saja yang diboleh dicium.


"Iya Pacar. Hati-hati dijalan. Jangan lupa kabarin kalau udah sampai. Good night". Aluna membalas ciuman Alvaro dipipi.


Mereka terbilang pacaran sehat. Ciuman pun, sebatas kening dan pipi saja. Aluna selalu menegaskan bahwa jika Alvaro mencintainya, Alvaro tidak akan merusaknya.


Cium bibir saja tidak boleh, menurut Aluna itu nafsu dan beralih pada cinta yang semu. Alvaro tidak mempermasalahkan hal itu, malah dia memberi nilai plus pada Aluna. Seperti katanya, Aluna spesies langka yang harus dilestarikan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2