
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Aluna tak bisa membohongi perasaannya. Dulu dia memang menyukai Rayyan. Tapi Aluna selalu belajar untuk membuang jauh-jauh perasaan nya itu karena takut hatinya akan semakin sakit. Ancaman demi ancaman yang dia terima membuatnya berjalan mundur.
Sekarang dia sudah berhasil membuang perasaannya jauh-jauh. Demi kebaikan mereka.
"Kakak pamit Na. Semoga kamu bahagia sama Al. Makasih ya udah pernah hadir dalam hidup Kakak. Kakak harap setelah ini kita masih bisa berteman". Lirih Rayyan
"Kakak tetap Kakak nya Aluna. Kakak gak boleh ngomong gitu. Dari dulu sampai sekarang kita saudara dan juga sahabat". Sahut Aluna dia juga menyeka air matanya
Aluna berjinjit mengapai wajah Rayyan lalu menyeka air mata pria itu "Kakak berhak bahagia tanpa Aluna. Masih banyak cinta yang menanti Kakak. Maaf Kak, Aluna gak bermaksud nyakitin Kakak. Tapi Aluna pengen kita bahagia dijalan yang berbeda". Ucap aluna menurunkan tangannya.
Rayyan mengangguk. Menahan perih didadanya.
"Na".
Rayyan dan Aluna menoleh kearah sumber suara itu.
"Pak". Aluna terjingkrak kaget melihat Alvaro tiba-tiba ada dirumahnya "Bapak ngapain disini?". Tanya Aluna heran.
"Na, Kakak pamit ya. Semoga kamu bahagia". Rayyan mengelus kepala Aluna.
Rayyan sadar atas perasaannya selama ini. Aluna hanya menganggap nya Kakak dan saudara. Dia yang berharap lebih pada Aluna. Tapi Rayyan tidak bisa berbohong bahwa dia benar-benar mencintai Aluna. Sejak kecil, sejak mereka bertemu. Sejak mereka menjadi tentangga. Sejak mereka sering menghabiskan waktu bersama ditaman ini. Rayyan rasanya tidak bisa. Tapi bagaimana? Jika Aluna saja tidak memiliki perasaan apapun padanya.
"Pak".
"Na".
Alvaro berjalan menghampiri Aluna. Dia berkaca-kaca. Jantungnya berdebar kencang
Aluna, mengatakan mencintainya. Benarkah?
Gleppppppppppppppppppp
Alvaro langsung memeluk Aluna. Memeluknya dengan tangis bahagia. Tidak pernah Alvaro sebahagia ini dalam hidupnya. Tapi ketika Aluna mengatakan mencintainya, dia begitu bahagia dan senang bukan main.
"Pak".
Tangan Aluna melingkar dipunggung Alvaro. Dia membalas pelukkan hangat Alvaro, entah sejak kapan Aluna jatuh cinta pada pria ini? Yang pasti dia merasa ada yang hilang saat Alvaro menjauhi nya. Merasa ada yang tidak beres dihatinya.
"Makasih Aluna". Peluk Alvaro erat "Aku mencintaimu". Ucap Alvaro
"Saya juga cinta sama Bapak".
Hati Alvaro berbunga-bunga ketika mendengar ungkapan cinta dari Aluna. Dia bahagia. Dia senang. Dia ingin menjaga Aluna dengan segenap hati dan jiwanya.
Aluna melepaskan pelukan Alvaro.
__ADS_1
"Kenapa Bapak nangis?". Aluna mengusap pipi Alvaro. Tubuh Alvaro sangat tinggi, bahkan Aluna hanya sampai dadanya saja.
"Saya bahagia. Akhirnya saya bisa dapatin cinta kamu. Maafin saya kemarin mengindari kamu. Saya hanya takut membuat kamu terluka karena saya gak mau maksa kamu buat nerima cinta saya". Ucap Alvaro memegang tangan Aluna.
"Gak apa-apa Pak. justru dengan Bapak ngejauhin saya. Saya jadi sadar sama perasaan saya sendiri. Kalau Bapak gak jauhin saya, mana saya tahu kalau saya cinta sama Bapak". Celetuk Aluna.
Alvaro terkekeh sambil mengacak rambut Aluna "Kamu ini". Dia kembali memeluk gadis itu. Beginikah rasanya jatuh cinta?
"Makasih yaaaa". Alvaro mengecup kening Aluna dengan sayang.
Aluna memejamkan matanya meresapi ciuman dalam Alvaro. Entah kenapa jantungnya berdebar kencang dan rasanya sangat bahagia. Ini pertama kalinya untuk Aluna jadi dia tidak berpengalaman sama sekali.
"Cie cie cie cie cie".
Pelukkan kedua nya terlepas dan kompak menoleh kearah suara
"Kak Leon".
"Leon".
Aluna merenggut kesal. Moment romantis nya diganggu oleh Kakak tak berakhlak nya itu.
Leon menghampiri kedua orang itu. Alvaro merangkul bahu Aluna dengan posesif. Apalagi Aluna hanya sebatas dadanya.
"Gimana Lun? Senang yaaa.... Cieeee yang berbunga-bunga". Ledek Leon tertawa.
"Kakak". Gerutu Aluna.
"Selamat ya Lun. Al. Semoga kalian langgeng sampai ke pelaminan". Ucap Leon menyalimi kedua orang itu secara bergantian.
"Gak perlu. Belum juga nikah udah dikasih selamat". Ketus Aluna menepis tangan Leon.
"Mau segera dilamar? Bilang aja Lun, gak usah malu, Al siap lahir batin". Leon terkekeh.
"Tahu ahhhhh". Ketus Aluna
"Masuk yukkk.... Ayah sama Bunda udah datang". Ajak Leon.
"Ayo".
Alvaro dan Aluna saling bergandengan tangan. Maklum baru jadian, jadi lagi hangat-hangatnya dan pengen menempel terus.
.
.
.
__ADS_1
.
Rayyan masuk kedalam kamarnya. Dia menyenderkan punggungnya dipintu kamar.
"Hiks hiks hiks". Pria itu menutup wajahnya.
Pertama kalinya dia menangis setelah dewasa. Rasanya sangat sakit. Inikah jawaban dari perasaan nya? Ini kah akhir dari penantiannya selama belasan tahun? Dia harus melihat wanita yang dia cintai bahagia bersama pria lain.
"Aluna". Gumamnya berdiri.
Rayyan berjalan mendekati ranjangnya. Dia melihat foto-foto yang sengaja dia gantung didinding kamarnya. Setiap moment bersama Aluna selalu Rayyan abadikan dalam bentuk foto.
Banyak sekali foto-foto Aluna yang dia tempel. Foto masa kecil. Hingga foto Aluna dewasa. Perasaan Rayyan terhadap Aluna tidak main-main. Dia sangat mencintai gadis itu.
Tok tok tok tok
Segera Rayyan menyeka air matanya. Lalu bangkit berdiri dan membuka pintu.
"Ma".
Erika masuk kedalam kamar putranya. Dia menatap putranya dengan kasian.
"Sini peluk Mama. Menangislah Nak".
Rayyan memeluk Erika sambil menangis. Untuk pertama kalinya dia menangisi seorang gadis dalam hidupnya. Dan gadis itu adalah gadis yang begitu berarti dihidup Rayyan.
"Ray cinta sama Aluna Ma. Tapi kenapa Aluna gak pernah cinta sama Ray Ma. Ma, Ray gak bisa lupain Aluna Ma". Ungkap Rayyan. Tak peduli lagi dia malu menangis diusia sudah setua itu.
Erika melepaskan pelukkan putranya. Dia mengenggam tangan Rayyan.
"Ray harus ikhlas dan lepasin Aluna. Mungkin Aluna bukan jodoh Ray. Diluar sana masih banyak wanita yang bisa mencintai Ray dengan tulus". Ucap Erika lembut
"Tapi Ma..........".
"Sttttt. Kamu masih bisa berteman sama Aluna udah lebih dari cukup. Bisa melihatnya bahagia dari jauh. Bukankah cinta itu adalah melihat orang yang kita cintai bahagai. Lepaskan dia, asal dia bahagia. Suatu saat nanti kamu juga akan bertemu cinta sejatimu".
Rayyan mengangguk dan kembali memeluk Erika.
Erika juga sedih. Karena dia sangat berharap hubungan Rayyan dan Aluna lebih dari saudara. Dia ingin Aluna menjadi menantunya tapi cinta tidak bisa dipaksa bukan??
**Bersambung....
Babang Ray lagi patah hati yaaaðŸ˜ðŸ˜ Kasihan... Poor for Ray.
Alvaro dan Aluna lagi bahagia-bahagia...
Yuk ikutin terus
__ADS_1
Mampir ke novel baru author...
Pernikahan Kedua Suamiku**........