Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-62


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aluna, Yura dan Mira masuk kedalam sebuah ruangan yang diyakini sebagai ruang make up pengantin. Karena terlihat dari dua orang MUA yang tengah serius mendandani wanita cantik.


"Lun kita mau ngapain sihh?". Bisik Mira.


"Ssttttttttttttttttt, diam". Ujar Aluna. Dia menatap gadis yang sedang dirias itu. Biasa saja. Cantikan Yura, walau Aluna lah yang paling cantik menurut nya.


"Yur". Aluna menepuk bahu Aluna "Loe siap?".


"Siap apanya?". Tanya Yura mengelap ingusnya


"Udah jawab aja, loe siap apa gak?". Ketus Aluna.


Yura hanya mengangguk. Meski dia tidak tahu siap untuk apa. Dia mengikuti saja ucapan Aluna.


"Oke. Loe berdua tunggu sini".


Mira dan Yura hanya mengangguk dan tidak tahu apa yang akan dilakukan Aluna. Aluna sudah biasa melakukan hal-hal aneh sewaktu mereka kuliah dulu, jadi sudah tak heran lagi jika penyakit nya itu kumat lagi.


Aluna menghampiri MUA itu yang sedang asyik mendandani mempelai wanita.


"Kak". Aluna mencolek pinggang MUA itu.


"Astaga". Wanita itu terkejut. Keningnya Berkerut menatap Aluna "Maaf siapa yaaa?". Tanya wanita itu heran.


"Ehem, Kak bisa tolong make over teman saya gak? Dia pengen jadi Marmaid". Ujar Aluna.


"Maksudnya?". Kedua MUA itu saling melihat aneh.


Aluna mendekati telinga sang MUA dan membisikkan sesuatu. Entah apa yang dia bisikkan, tapi MUA itu menatap mempelai wanita dengan tatapan mengintimidasi.


"Iya makasih Dek. Mana temanmu yang mau di make over?". Tanya sang MUA Tersenyum hangat pada Aluna. Sedangkan teman nya yang satu heran.


"Itu Kak. Tolong ya. Buat dia secakep mungkin".


"Baik Dek".

__ADS_1


"Ayo Sa, kita kesana aja". Dia menyimpan alat make up nya didalam tas.


"Lho Kak, tapi ini kan pengantin nya belum selesai?". Mungkin mereka Kakak adik.


"Udah gak usah dilanjutin. Ngapain kita bantuin pelakor hancurin rumah tangga orang". Ketus sang Kakak.


Meski bingung, sang adik mengikut Kakak jya menghampiri Yura dan Mira yang tengah kebingungan.


Wanita yang tadi didandani heran saat merasa tidak ada yang lagi yang menyapu wajahnya.


Dia membuka mata. Namun yang dia dapati, Aluna yang tengah tersenyum smirk menatapnya.


"Kamu siapa? Mana Kakak MUA tadi?". Tanya wanita itu. Dandanan nya belum selesai.


Aluna menarik kursi lalu duduk didepan wanita itu. wanita itu biasa saja, hanya yang membuat nya cantik kulit putih nya saja.


"Kamu siapa? Apa kita saling kenal?". Ulang wanita itu mengerutkan dahinya heran


"Kenalin Aluna. Adek angkat Bang Yuyu". Aluna mengulurkan tangannya


Wanita itu menatap Aluna penuh selidik. Wajah Aluna sangat asing, kapan Bayu mengangkat gadis ini menjadi adiknya.


"Kapan Bayu punya adek angkat?". Tanyanya menatap Aluna penuh selidik.


"Waktu dia kalah main game sama gue". Jawab Aluna asal "Ohhh ya gue mau nanya dehh, kamu cinta sama Bang Yuyu?". Tatap Aluna tajam. Dia seperti sedang melakukan test wawancara.


"Kenapa nanya gitu?". Ucap gadis itu heran.


"Ihhhh jawab aja. Gak usah nanya balik". Ketus Aluna.


"Loe mau tahu banget gimana cinta gue sama Bayu?". Ujar wanita itu menatap Aluna dengan senyuman mengejek.


"Gak". Jawab Aluna singkat "Gue cuma mau ingatin, gak baik jadi pelakor dihubungan orang. Ntar kena azab lho Mbak. Mau disihir mukanya jadi nenek-nenek, hihihi". Aluna cekikikan seperti kuntilanak.


"Maksud loe apa?". Tangan wanita itu terkepal kuat.


Aluna tersenyum mengejek "Kagak usah pura-pura gak tahu dehhh. Loe yang dijodohin sama Bang Yuyu kan?". Aluna menatap selidik "Loe perlu tahu kalau Bang Yuyu itu tunangan sahabat gue, dan sahabat gue hamil anaknya Bang Yuyu, dan mereka bentar lagi nikah . Jadi mending loe mundur aja dehhh, pelan-pelan takut jatuh". Ejek Aluna.

__ADS_1


"Loe_". Ingin rasanya wanita itu mencekik leher Aluna. Yang benar saja Bayu sudah menghamili Yura.


"Udah loe kagak usah banyak tanya. Mending buka tuhh baju, gue mau kasih sahabat gue". Paksa Aluna.


Mata wanita itu membulat sempurna. Yang benar saja, baju pengantin yang sudah dia siapkan jauh-jauh hari harus dibuka dan dikasih wanita lain.


"Loe......".


"Sttttttttttt. Mending loe buka sekarang atau....". Aluna tersenyum devil, dia mengambil ponselnya lalu menunjukkan layar ponselnya pada wanita itu. Mata wanita itu membulat sempurna.


"Dari mana loe dapet video itu?". Nafas wanita itu membiru.


"Internet". Jawab Aluna santai sambil menyimpan ponselnya. Jangan lupakan siapa Aluna. Dia hacker handal.


"Cepetan buka". Desak Aluna.


"Gak mau".


Aluna yang tidak mau tahu, dia memaksa wanita itu membuka gaun pengantin yang sudah melekat dengan indah ditubuh ramping nya.


Wanita itu memberontak namun kalah dengan kekuatan Aluna. Karena Aluna yang kuat makan tentu tenaganya juga kuat.


Aluna mengikat tangan dan kaki wanita itu, lalu menutup mulut wanita itu dengan lakban. Dia mengurung wniata yang hanya mengenakan Ten top dan Pop itu. Penampilan wanita itu sangat berantakan. Aluna cekikikan melihat maskara dan eyeliner wanita itu yang luntur akibat ulahnya.


"Maaf yaa Kak. Gue kurung loe disini, gue kagak mau loe rusak acara sahabat guee. Sekali lagi maaf ya Kak. Kagak usah dendam sama gue. Gue gak bakal sebarin video loe kok, asal loe ikutin kata-kata gue". Ucap Aluna.


Wanita itu berusaha memberontak dan mengeluarkan dirinya. Namun, ikatan di kaki dan tangannya membuatnya tidak bisa bergerak. Dia heran tubuh Aluna kecil tapi kenapa kuat sekali?


Masih sempat-sempatnya Aluna mencium tangan wanita yang dia ikat itu sambil cekikikan.


"Kak gak usah disumpahin guee yaaa. Ntar gue doain loe dapat cowok cakep".


Setelah berkata Aluna mengunci pintu kamar mandi dan bergegas mengambil gaun pengantin yang dipakai wanita tadi. idenya cemerlang juga. Untung saja, Yura dan Mira pindah ke kamar sebelah kalau tidak dia pasti sudah dikeroyok karena mengikat anak orang sembarangan.


Aluna memasukkan gaun pengantin itu kedalam paper bag, dia keluar kamar tanpa dosa. Tak lupa dia cekikikan membayangkan wajah wanita yang dia kurung tadi. Biar dosa ditanggung Yura dan Bayu, kan Aluna melakukan nya demi kedua orang itu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2