
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Enam bulan telah berlalu. Usaha dan kerja keras tak pernah menghianati. Perjuangan yang tak mudah. Semua Aluna lalui. Serta Alvaro yang selalu mendukung disamping gadis itu.
Menjadi pemimpin perusahaan diusia muda dan terlebih lagi tidak ada pengalaman, menjadi satu pelajaran berharga dalam hidup Aluna. Gadis manja, somplak, bar-bar dan blak-blakan itu akhirnya menjadi primadona setiap lelaki.
Keahliannya di bidang IT sejak kecil membawa namanya melambung tinggi. Bukan hanya Presdir muda tapi dia juga dijuluki multitalenta. Memiliki banyak ide dan inovatif baru membuat perusahaan Aluna berada diatas.
Tak hanya ahli IT, sejak melewati uji test bersama Maria. Aluna juga memiliki keahlian dibidang mendesain. Tak heran jika gaun-gaun rancangan nya terjual habis dipasaran.
Yura dan Mira tak menyangka jika gadis yang mereka juluki Kelinci Kecil itu bisa sesukses ini. Aluna si gadis biang kerok segala masalah. Suka berbuat ulah dan aneh-aneh. Kelakuan nya membuat orang sakit kepala. Tapi Aluna juga yang membantu mereka berada sampai dititik ini.
Santoso dan Kanti juga terharu dan turut bangga dengan pencapaian Aluna. Kadang tak percaya melihat bagaimana sekarang suksesnya Aluna. Hanya waktu enam bulan saja dia sudah berhasil membangun perusahaan hingga menjadi perusahaan besar.
Hari ini, acara penghargaan untuk beberapa perusahaan terbaik di Asia. Acara yang selalu tiap tahun digelar dengan begitu mewah.
Acara ini digelar di Singapura. Setiap tahun selalu seperti itu.
Seorang gadis memakai gaun berwarna merah menyala. Gaun sepanjang mata kaki dengan belahan dibagian kakinya. Gaun indah yang begitu pas ditubuh ramping nya. Gaun rancangan nya yang sudah dia persiapkan jauh-jauh hari.
Gadis itu berjalan dengan senyum menggembang. Rambutnya tergerai indah, poni bertengger rapih dikeningnya. Beberapa jepit rambut ala-ala Korea juga turut menghiasi rambutnya. Senyumnya mengembang. Wajahnya sangat cantik, imut dan juga menggemaskan. Tatapannya lembut dan wajahnya ayu. Terlihat gadis itu adalah gadis yang ramah.
"Kepada Aluna Agung Santoso, pemilik dari Aluna Group. Untuk segera naik keatas panggung menerima penghargaan sebagai Presdir wanita termuda, serta perusahaan baru terpopuler nomor satu". Ucap pembawa (Anggap saja bahasa Inggris ya guys wkwkwk)
"Alvaro Radiana Putra Zein, sebagai pengusaha termuda dan Presdir terbaik tahun ini yang mendapat beberapa peningkatan setiap tahunnya, untuk segera naik keatas panggung menerima penghargaan".
Aluna menggandeng tangan Alvaro untuk naik keatas panggung.
Bidikkan kamera saling bersahutan satu sama lain. Pasangan muda dan berprestasi itu menjadi pusat perhatian publik.
Tatapan kagum terlempar pada mereka berdua. Sama-sama tampan dan cantik. Sama-sama pintar dan berprestasi. Bukan hanya fisik yang sempurna tapi kemampuan juga sempurna.
__ADS_1
Keduanya berjalan diatas karpet merah dengan senyuman lebar. Tangan Aluna melingkar dilengan Alvaro. Sementara Alvaro membiarkan tangannya dipeluk oleh kekasihnya itu. Senyum menggembang diwajah keduanya. Alvaro yang pelit senyum pun ketularan oleh Aluna.
Suara tepuk tangan mengiringi langkah mereka. Semua keluarga hadir disana. Untung saja usia kandungan Yura masih berusia delapan bulan dan Mira tujuh bulan sehingga mereka berdua bisa hadir diacara itu.
Alvaro dan Aluna masing-masing mendapat penghargaan dari prestasi mereka. Ucapan terima kasih terlontarkan dari mulut keduanya.
Acara yang berlangsung cukup lama dan cukup menyita waktu. Ucapan selamat dari rekan bisnis juga terus berdatangan.
"Kanti". Anggara membeku melihat wanita itu
"Kenapa Pa?". Tanya Aluna heran "Papa kenal Bunda?". Tanya Aluna
"Selamat ya Put....". Suara Kanti terhenti saat melihat pria itu.
"Anggara?". Gumam Kanti.
Keduanya terdian cukup lama. Hingga akhirnya ucapan Aluna membuat kedua orang itu terbuyarkan.
Keduanya mengangguk bersamaan.
"Teman lama Lun". Jawab Kanti asal.
.
.
.
.
"Sayang. Aku bangga". Alvaro mengecup punggung tangan Aluna.
__ADS_1
"Iya Kak. Aku juga bangga sama Kakak". Balas Aluna.
"Makasih udah mau berjuang bareng aku. Makasih udah mau bertahan saat diuji sama Grandfa dan Grandma". Alvaro menarik Aluna dan menyenderkan kepala gadis itu didada bidangnya
Sementara Emma dan Sonny yang duduk dibangku depan hanya bisa menatap iri. Apalagi Alvaro dan Aluna terlihat begitu serasi. Kedua asisten itu saling melihat dan menghela nafas panjang. Resiko sudah jika jadi asisten yang memiliki majikan bucin mereka akan jadi korban kebucinan itu.
"Sama-sama Kak. Aku juga mau bilang makasih karena Kakak udah mau jaga komitmen aku". Aluna melingkarkan tangannya dipinggang Alvaro.
"Ohh ya ntar persiapan pernikahan kita biar Leon sama Dicky aja yang handle ya sayang. Aku pengen ngabisin waktu bareng kamu". Ucap Alvaro mengelus kepala gadis itu.
Aluna malah menggeleng "Gak Kak. Yang mau nikah kita. Biar kita aja yang siapin. Aku gak mau ngerepotin Kak Leon dan Bang Dicky apalagi mereka belum pengalaman nikah ntar kalau salah gimana?". Celetuk Aluna membuat Alvaro terkekeh gemes
"Tapi_".
"Kak jangan merepotkan orang lain selagi kita mampu. Yang menikah kita. Biar kita yang siapkan sendiri. Karena kita berdua yang bakal menjalani pernikahan ini sementara mereka hanya pendukung dan penonton". Potong Aluna "Mari kita berdiri diatas kaki kita sendiri". Imbuh Aluna
Alvaro tersenyum dan kembali memeluk gadis itu. Meresapi cinta yang diberikan oleh gadis spesies langka itu.
"Kita pasti akan lebih bahagia kalau udah nikah nanti". Ujar Alvaro.
Aluna melepaskan pelukannya. Dia menggeleng. Setuju jika bahagia. Tapi tujuan pernikahan bukan semata bahagia.
"Kakak salah. Tujuan pernikahan itu bukan untuk bahagia. Jika orang harus menikah untuk bahagia lantas kenapa ada orang kawin cerai? Lantas kenapa ada anak yang mengalami broken home? Lantas kenapa ada yang mengalami KDRT? Ada juga yang melakukan perselingkuhan. Menikah itu bukan untuk bahagia, tapi untuk saling kenal. Untuk saling melengkapi dan menerima. Jika kita bisa melakukan ketiga hal itu maka kita akan bahagia. Tapi kalau kita masih merasa ragu, bukan hanya siksaan batin yang kita rasakan tapi juga ingin mengakhiri nya dengan perpisahan". Aluna menatap wajah tampan kekasihnya "Menikah itu adalah keputusan untuk hidup bersama pasangan. Setelah menikah akan banyak kejutan yang kita lihat dari pasangan kita yang gak pernah kita tahu diwaktu pacaran. Akan ada perbedaan argumen dan pendapat".
Alvaro tersenyum hangat. Tidak salah. Sangat tidak salah. Aluna adalah wanita yang tepat menjadi Ibu dari anak-anak nanti.
"Dan ingat Kak akan ada anak-anak yang lahir dari pernikahan itu. Kita harus berjuang bareng buat bawa mereka ke jalan yang benar. Jangan sampai karena kita terlalu asyik mengejar kebahagiaan kita lupa ada masa depan yang belum terkejar". Sambung Aluna "Jadi mulai sekarang persiapkan segala fisik dan mental kita. Apapun yang terjadi jangan pernah saling pergi. Kita boleh bertengkar, boleh baku hantam tapi jangan memilih pergi. Ingat untuk memulai hubungan kita butuh waktu bertahun-tahun. Gak lucu harus mulai lagi dengan orang yang baru padahal orang yang lama bisa diperbaiki".
Sonny dan Emma tersenyum, Aluna tidak hanya pintar dan cantik tapi juga bijaksana. Tidak salah, jika Alvaro bucin akut padanya.
bersambung.
__ADS_1