Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-48


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Alvaro mengenggam tangan Aluna. Sesekali mengecup punggung tangan gadis itu. Sementara tangannya yang satu fokus menyetir. Alvaro sengaja menyuruh Sonny duluan ke perusahaan, sesuai dengan kesepakatan nya dan Aluna agar merahasia kan hubungan mereka.


"Makasih ya?". Alvaro tersenyum simpul.


"Makasih untuk apa?". Tanya Aluna membalas senyuman Alvaro. Pokoknya mereka sedang jatuh cinta.v


"Udah hadir dalam hidup saya". Goda Alvaro.


Bukannya tergoda Aluna malah terkekeh geli. Kenapa Supir Taksi Online ini bisa bucin padanya?


"Gak usah lebay". Cetus Aluna membuang muka menahan gejolak dalam hatinya wajahnya sudah merah merona.


"Ehhhmm, sama pacar sendiri gak apa kan?". Aluna terkekeh geli.


"Turunin saya disitu". Aluna menunjuk trotoar jalan yang tidak jauh dari perusahaan.


"Lah kenapa?". Tanya Alvaro heran


"Lupa atau pura-pura lupa?". Aluna memincingkan matanya.


Alvaro menghela nafas panjang. Sebenarnya dia tidak setuju dengan permintaan Aluna. Alvaro ingin seluruh dunia tahu bahwa Aluna milik nya.


"Tapi........".


"Saya belum siap jadi artis dadakan dikantor. Jadi please untuk sementara, jangan sampai orang kantor tahu kalau kita pacaran". Aluna menangkupkan tangannya didepan dada.


"Apa kamu masih ragu sama saya?". Tanya Alvaro menatap Aluna serius.


Aluna menggeleng "Gak. Tapi saya yang belum siap. Tolong ngerti. Kamu tahu kan kita beda?". Aluna mengenggam tangan Alvaro berusaha memberi pengertian.


"Aluna saya cinta sama kamu. Saya harap kita segera meresmikan hubungan kita. Saya gak mau kamu direbut orang lain". Ucap Alvaro serius.


Aluna malah terkekeh "Gak bakal ada yang rebut saya, Bapak tenang aja". Aluna membuka pintu mobil "Saya duluan".


"Sayang". Alvaro menahan tangan Aluna.


"Ada apa?". Tanya Aluna.


"Ada yang lupa". Senyum Alvaro.


"Apa?". Tanya Aluna bingung. Apa yang lupa?


Alvaro menunjuk bibirnya "Kiss". Alvaro memunyungkan bibirnya.


Aluna mendorong mulut Alvaro.


Cupppppppppppppppp

__ADS_1


Dia mengecup pipi Alvaro dengan sayang


"Loh, kok pipi bukan bibir?". Protes Alvaro.


"Pacar, cium di bibir itu artinya nafsu. Tapi cium pipi itu tanda sayang yang tulus. Belum sah jangan ngadi-ngadi". Celetuk Aluna.


Alvaro tersenyum bangga. Ini yang membuat Aluna beda dari yang lainnya. Aluna selalu menegaskan pada Alvaro untuk lebih mengutamakan cinta dibanding nafsu.


"Tapi kalau saya gak tahan gimana?". Tanya Alvaro menguji. Dia ingin tahu sebaik apa gadis yang menjadi kekasihnya ini.


"Pacar cinta gak sama saya?". Tanya Aluna.


"Cinta? Kenapa?". Tanya Alvaro heran. Kenapa Aluna malah bertanya?


"Kamu pernah gak liat telur yang dipecahin. Trus karena isi nya buruk, kamu pengen ngembaliin nya kayak semula?". Tanya Aluna


"Emang apa hubungannya sama telur?". Alvaro bingung mau kearah mana perkataan Aluna ini.


"Udah jawab aja". Ketus Aluna


"Iya pernah. Karena sering masak telur, tapi saya gak pernah dapat yang busuk". Ucap Alvaro.


Aluna malah tersenyum "Begitulah saya. Jaga saya seperti telur itu, karena kalau udah pecah gak bakal bisa utuh seperti semula. Kalau kamu emang sayang sama saya, kamu harus jaga saya. Jangan pernah rusak saya. Kenapa? Karena cinta yang tulus itu menjaga bukan sekedar nafsu, gak ada yang namanya kamu merusak tapi kamu juga yang memperbaiki. Jika udah rusak gak bakal bisa utuh lagi, dia akan tetap retak hancur gak tersisa". Alvaro terdiam. Dia menatap Aluna dengan dalam.


"Jaga saya dengan baik. Nafsu itu menipu. Tapi cinta yang tulus akan berakhir bahagia. Saya juga cinta sama kamu. Saya gak pengen kamu terluka, sakit dan patah.. Saya pengen kamu bahagia bareng saya. Akan ada masa dimana kita menikmati hal semacam itu ketika kita udah berhasil melewati proses ini". Senyum Aluna.


"Boleh saya peluk kamu sebentar?". Pinta Alvaro.


"Boleh.. Sebatas pelukkan yaaa?". Alvaro terkekeh. Lalu memeluk Aluna dengan sayang. Dia akan segera meresmikan hubungannya nanti ke jenjang yang lebih serius.


"Ya udah saya pamit". Ucap Aluna.


Alvaro mengecup kening Aluna dengan sayang.


"Ntar makan siang bareng seperti biasa. Boleh kan?". Ucap Alvaro.


Aluna mengangguk, lalu membuka pintu mobil.


"Hati-hati dijalan. Yang dihati jangan jalan-jalan".


Alvaro terkekeh gemes mendengar ucapan Aluna. Dia menggeleng saja.


Aluna berjalan mengendap-endap. Jangan sampai ada yang melihat bahwa dia satu mobil dengan Presdir nya itu, bisa ribet urusannya. Aluna belum siap jadi artis dadakan, bisa naik daun dia.


Alvaro menggelleng gemes. Dia menunggu Aluna masuk duluan. Dia ingin memastikan jika gadisnya itu baik-baik saja.


.


.

__ADS_1


.


.


"Pagi Mimir. Pagi Yuyur". Sapa Aluna manis pada kedua sahabatnya


Yura dan Mira saling menatap. Ada yang tak biasa dari Aluna pagi ini, yaitu tidak terlambat.


"Tumben elu cepat Lun? Elu gak lagi kesambek kan?". Yura menyentuh kening Aluna dengan punggung tangannya.


Aluna mencebik kesal "Gak usah lebay". Ketus Aluna


"Ehhh Lun bukan lebay. Elu itu baru kali ini datang paling cepat". Ucap Mira penuh penekanan.


"Kenapa sihh sensi amat sama guee. Terlambat salah. Datang cepat salah. Bikin guee pengen salto aja dehhh". Aluna memperbaiki poni nya yang diacak Mira


Yura mendelik kearah Aluna. Gadis ini benar-benar membuat Yura ingin mengigit nya.


"Udahhh ahh gue mau balik ke ruangan dulu. Bye bye Yuyur. Mimir.... Cup Cup".


Satu... Dua... Tiga.


"KABUR".


"Alununaaaaaaaaaaaa".


Nafas Mira dan Yura memburu saat Aluna mencium pipi mereka berdua. Pernah mereka dijuluki lesbian gara-gara si Aluna.


"Dasar gadis gresekkk". Umpat Mira mengusap wajahnya.


"Lama-lama guee gila punya sahabat kek dia". Ucap Yura juga kesal.


"Sahabat elu tuhhh". Ujar Mira.


"Sahabat elu juga".


Lalu mereka berdua tertawa geli. Meski begitu, mereka tak bisa hidup tanpa Aluna. Aluna adalah jantung hati Mira dan Yura. Tanpa Aluna dunia mereka hampa tak berguna.


Aluna masuk kedalam ruangannya. Dia sudah memasang senyum paling manis. Pengaruh jatuh cintanya menular pada semua orang.


"Pagi semua......".


Semua yang ada diruangan melihat kearah pintu masuk. Mereka tercenggang melihat Aluna yang datang pagi sambil memasang wajah cantiknya.


Dan lagi rasanya tidak percaya melihat Aluna yang berdandan hari ini. Pakaian yang dia pakai juga tampak berbeda.


Andre saja sampai melonggo tak percaya. Aluna yang dia kenal setiap hari adalah Aluna yang tomboy dan berisik. Namun hari gadis itu sungguh cantik luar batas negara.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2