Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-47


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aluna bangun pagi sekali. Wajahnya selalu tersenyum. Gadis itu segera turun dari ranjang tidurnya. Merapikan tempat tidurnya sambil bernyanyi ria.


Aluna segera menuju kamar mandi. Dia terus saja tersenyum seperti orang gila yang kehabisan obat


"Gini ya rasanya jatuh cinta?". Aluna menatap pantulan dirinya didepan cermin kamar mandi "Gak nyangka gue bisa kecantol cinta Presdir sendiri". Aluna menggeleng gemes


Dengan cepat gadis itu mandi. Aluna keluar dari kamar mandinya, kali ini dia keramas. Biasanya dia tidak pernah keramas pagi karena selalu kesiangan.


Gadis itu memilih pakaian-pakaian yang sudah lama tidak dia pakai karena selama ini dia tidak pernah menunjukkan body nya pada orang lain.


Aluna memilih rok span berwarna merah cerah, dia juga memilih dalaman warna putih dan blazer berwarna peach.


Kali ini dia berdandan natural. Tidak berlebihan. Wajahnya malah terlihat fresh dan juga cantik.


Aluna keluar dari kamarnya sambil menenteng tas mungil dan laptopnya. Suasana rumah masih sepi karena ini masih sangat pagi. Palingan Leon yang sedang jogging didepan rumah yang sudah bangun.


"Gue masak aja deh buat orang rumah. Sekalian buat Pacar". Aluna meletakkan tasnya dan membuka blazer nya.


Gadis itu segera menuju dapur. Tak lupa dia memasang klemek ditubuhnya agar bajunya tidak kena noda makanan.


Aluna mengeluarkan beberapa sayuran dari dalam kulkas. Mereka memang tidak memakai jasa asisten rumah tangga. Kanti dan Lia memilih mengurus urusan rumah tanpa bantuan asisten rumah tangga.


"Gue masak nasi goreng seafood aja dehhh". Ucap Aluna.


Dia memasang dengan telaten. Dari tadi masih saja tersenyum tidak jelas. Benar kata orang jatuh cinta bisa merubah orang. Faktanya Aluna entah mimpi apa semalam dia bangun sepagi ini.


Leon masuk kedalam rumah. Dia memakai baju singlet dan celana karet. Seperti biasa setiap pagi Dokter tampan itu selalu olah raga pagi demi menjaga postur tubuhnya.


"Siapa yang masak yaaa? Apa Bunda sama Kak Lia? Tapi Bunda gak pernah masak nasi goreng pagi-pagi?". Gumam Leon.


Leon mencium aroma harum nasi goreng dari arah dapur. Pria itu berjalan pelan kearah dapur, penasaran siapa yang masak nasi goreng pagi-pagi. Karena Kanti dan Lia biasanya selalu sarapan dengan Sandwich dan susu.


Leon mengucek matanya memastikan penglihatannya tidak salah. Dia berjalan mendekat.


"Aluna".


Leon terkejut melihat Aluna yang sedang memasak. Selama ini Leon tidak pernah melihat Aluna menginjak dapur.


"Pagi Kak Leon". Sapa Aluna.


"Ini beneran kamu Lun?". Leon menyentuh kening Aluna dengan punggung tangannya.


"Ihhhh Kakak apaan sihh?". Aluna menepis tangan Leon "Gak usah buat Aluna naik bulu dehhh".

__ADS_1


"Naik darah Aluna". Ralat Leon.


"Nahhh itu maksud nya". Seru Aluna sambil memindahkan nasi gorengnya ke mangkuk besar.


"Mimpi apa semalam kamu Lun? Kamu gak lagi ninggau kan?". Tanya Leon tak percaya.


"Mimpi terbang ke bulan". Ketus Aluna memotong beberapa sayuran.


Leon terkekeh. Dia tak menyangka si manja Aluna bisa juga jadi Ibu rumah tangga saat sudah mendapat pacar. Sungguh luar biasa pengaruh pacar ini, pikir Leon


"Kak Leon mandi gihh, kalau mau sarapan". Aluna mendorong pelan tubuh Leon.


"Cieee yang lagi jatuh cinta, bangun pagi-pagi masak. Masakkin sekalian buat Al ya Lun?". Goda Leon terkekeh


"Cepetan mandi sana". Wajah Aluna merah merona.


"Iya. Iya.. Awas dihabisin yaa. Kakak masukkin kembali kamu dalam perut Bunda". Teriak Leon dari jauh.


Aluna menyajikan makanannya. Tak lupa dia membuat susu kesukaan keluarganya. Jangan salah jika melihat Aluna manja dan kuat makan, sebenarnya dia gadis yang mandiri dan memiliki banyak keahlian. Salah satunya keahlian makanya tapi dia juga jago masak berbagai masakkan.


Aluna membawa makanannya ke meja makan. Menyusun piring dan gelas serta sendok untuk semua orang rumah. Dia melakukannya dengan senang. Benar kata Leon, pengaruh jatuh cinta luar biasa.


"Wahhhh, ini kamu yang masak Dek?". Tanya Arya datang dengan Bryan dan Bara. Dia sudah lengkap dengan jas Dokter nya.


"Pagi kesayangan Bunda. Morning kiss dulu".


Cup cup cup cup cup cup


Aluna terkekeh saat Bryan dan Bara menciumi wajahnya.


"Pagi sayang". Sapa Santoso "Wahhh enak nihh kayaknya". Santoso mengecup ujung kepala Aluna.


"Pagi juga Ayah". Balas Aluna.


Kanti dan Lia saling melihat satu sama lain. Heran. Aneh dan juga bingung.


"Bunda. Kak Lia. Ayo makan". Ajak Aluna.


Kanti menyentuh kening putrinya "Gak panas. Apa semalam kamu diseruduk Banteng trus lupa ingatan trus bangun pagi.....".


"Trus trus trus aja Bunda....". Kesal Aluna menjauhkan tangan Kanti dari keningnya. Lia hanya menggeleng lalu duduk didekat Arya.


"Bunda gak mimpi kan Yahhh?? Beneran ini Aluna anak kita yang suka bangun kesiangan itu? Yang suka nabrka pintu kamar mandi?". Santoso hanya menggeleng dengan senyum. Dia senang jika Aluna sudah berubah.


"Gak usah lebay Bunda. B aja". Ketus Aluna duduk. Dia sudah menyisihkan satu piring

__ADS_1


"Dari pada Bunda ngoceh mulu, mending ikut makan". Celetuk Aluna duduk "Kak Lia ayo dimakan yaaa. Jangan malu-malu".


"Iya Dek". Balas Lia tersenyum. Pertama kalinya Aluna memasak setelah dia menikah dengan Arya.


"Pagi semua".


Leon datang dengan pakaian lengkap. Jas dokter dia sangkutkan ditangan kanannya sedangkan tangan kirinya membawa tas dokter yang diyakini isi nya peralatan medis


"Pagi juga Leon".


"Pagi Kakak menyebalkan".


"Pagi sayang nya Ayah". Leon menciumi Bara dan Bryan secara bergantian


"Pagi Ayah". Balas kedua bocah tampan itu.


Semua orang memuji masakkan Aluna. Kanti dan Lia benar-benar tak menyangka jika Aluna yang mereka kenal manja selama ini, ternyata benar-benar pintar memasak.


Leon berkali-kali memuji masakkan Aluna. Aluna hanya tersimpul senang. Entahlah dia hanya ingin membagikan kebahagiaan nya kepada keluarganya.


"Kamu gak makan Dek?". Tanya Arya melihat Aluna yang hanya senyam-senyum tidak jelas.


"Iya sayang. Kenapa gak makan?". Sambung Aluna.


"Lagi..........".


Tin tin tin tin tin


Bunyi klakson mobil didepan rumah.


"Bentar ya Aluna buka dulu".


Dengan binar bahagia gadis itu membuka pintu. Yang lain tercenggang tak percaya melihat sikap Aluna pagi ini.


"Sayang pagi.....". Alvaro sudah memasang wajah tampannya.


"Pacar pagi.....". Balas Aluna


"Peluk dulu". Alvaro merentangkan tangannya agar Aluna memeluknya.


Aluna masuk kedalam pelukkan Alvaro. Aahhh pokoknya Aluna ingin bermanja-manja diperlukan pria ini.


**Bersambung.....


Cie cie cie cie Aluna....🤭**

__ADS_1


__ADS_2