
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Acara berlangsung cukup lama. Menguras waktu dan juga tenaga.
Alvaro menatap istrinya dengan kasihan. Sebenarnya dia sudah melarang Aluna memakai heels tinggi itu akibatnya kaki istrinya memerah dan luka.
"Sayang sakit?". Alvaro membuka heels istrinya dan melihat memang memar dan berdarah
Aluna sedikit meringgis, tapi wanita itu menggeleng
"Ada yang lebih sakit?". Ujarnya
"Apa?". Sontak Alvaro berdiri "Dimana yang sakit sayang? Bilang sama aku?". Cecar Alvaro sedikit panik.
Aluna tersenyum geli. Wanita itu sejenak berpikir keras.
Aluna mendekati telinga suaminya "Malam pertama".
Sontak tubuh Alvaro menegang. Hal yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Kelamaan pacaran dengan Aluna membuat Alvaro lupa tentang first night itu.
"Sayang". Alvaro mencebik kesal. Mereka sedang berada di pelaminan. Membicarakan hal sevulgar itu membuat Alvaro panas dingin
Aluna terkekeh geli. Seolah sudah berpengalaman. Padahal dia saja tidak mengerti masalah itu. Karena belum pernah juga.
Acara panjang itu akhirnya selesai. Para tamu undangan meninggalkan tempat resepsi. Acara diadakan di Mansion mewah kediaman Zein.
"Ayo sayang". Alvaro mengulurkan tangannya "Aku gendong aja yaaa?".
Aluna mengangguk "Ehhh jangan gendong gitu. Aku naik ke punggungmu aja". Ujar gadis itu mencegah Alvaro saat pria itu ingin menggendong nya ala bridal style
"Tapi_".
"Ayo Kak. Aku udah capek". Renggek Aluna.
Akhirnya Alvaro menurut. Jika pengantin baru akan menggendong mempelai wanita ala bridal style biar romantis, berbeda dengan Aluna yang lebih suka naik ke punggung Alvaro.
Alvaro berjongkok agar istrinya itu naik ke punggung nya. Dia sedikit bingung, bagaimana Aluna bisa naik sedangkan dia menggunakan gaung penggantin sepanjang itu.
Alvaro menggendong istrinya. Dia menggeleng gemes. Masih tak percaya jika gadis yang berani menyewanya sebagai pacar itu sekarang sudah sah menjadi istrinya.
Mereka yang melihat pasangan penggantin itu hanya menggeleng kepala. Aluna seperti putri kecil yang digendong Ayahnya. Apalagi gadis itu menggoyangkan kakinya. Sungguh terlihat lucu.
Alvaro membawa istrinya masuk kedalam kamar. Kamar itu sudah dihiasi bunga-bunga yang disusun menjadi gambar love. Semua pasti ulah Kanti dan Jane.
Alvaro mendudukan istrinya dibibir ranjang
"Apakah masih sakit sayang?". Tanya Alvaro mengangkat gaun istrinya.
"Udah gak". Sahut Aluna.
"Kamu gak usah gerak. Biar aku yang lepasin gaun kamu". Ujar Alvaro tak ada raut menggoda sama sekali.
__ADS_1
"Kak aku malu". Aluna menutup dadanya
"Kenapa harus malu? Kamu itu istriku. Aku gak maksa kok kalau kamu belum siap. Aku cum mau ganti baju kamu. Aku Kasihan liat kamu pake gaun panjang ini". Ucap Alvaro
"Iya dehhh".
Alvaro membuka resleting gaun istrinya. Dia bersusah payah menahan dirinya agar tidak menerkam istrinya sekarang juga. Sejujurnya dia juga tidak sabar ingin merasakan malam pertama tapi dia tidak mau egois kenyamanan Aluna lebih penting.
"Kita mandi bareng".
Alvaro menggendong istrinya masuk kedalam kamar mandi. Dia memandikan gadis itu menggosok punggung dan bagian tubuh lainnya. Ahh sial lagi, ada sesuatu yang sesak dibawah sana saat melihat dua bukit kembar Aluna. Alvaro menelan ludahnya susah payah.
Sementara Aluna santai-santai saja. Dia seperti anak kecil yang di mandikan Ayahnya. Bahkan beberapa kali wanita itu menceburkan air ke wajah suaminya. Hingga membuat pria itu menggomel
"Sayang, bisa diam gak sihh. Aku lagi mandiin kamu". Omel Alvaro sambil menggosok rambut istri nya.
"Aku kayak anak kecil ya Kak. Dimandiin dan dimanjain suami berasa seperti mimpi".
Alvaro terkekeh mendengar ucapan istrinya. Dia sudah berjanji akan menjadikan Aluna ratu dalam hidupnya. Mencintai wanita itu dengan setulus hatinya.
Alvaro mengeringkan rambut istri nya. Lalu dia menuju walk in closet untuk mencari baju sang istri yang sudah dia siapkan.
"Astaga". Alvaro mendesah ketika melihat pakaian dilemari istrinya
"Kenapa Kak?". Aluna yang penasaran menghampiri sang suami "Kak siapa yang taro baju ini kesini. Aku gak pernah pakai?". Aluna bingung sendiri "Baju kurang bahan". Imbuhnya.
"Gak apa-apa sayang pakai ini aja dulu yaa?". Ucap Alvaro mengambil baju jaring-jaring ini "Ini pasti ulah Bunda dan Mommy". Desah Alvaro.
"Ini sayang pake".
"Iya Kak".
Aluna mengambil baju itu lalu menuju kamar mandi untuk berganti.
Alvaro mencari ponselnya. Dia mengirim pesan pada Sonny agar menyiapkan pakaian baru untuk istrinya. Besok istrinya pakai baju apa, semua baju yang dalam lemari itu lingerie semua. Dari pada Alvaro mempertontonkan tubuh istrinya dia lebih rela mengurung istrinya ke kamar seharian.
"Kak".
Alvaro berbalik. Wajah pria itu memerah melihat sang istri yang memakai lingerie berwarna merah menyala sungguh begitu mengundang birahinya.
"Aku mandi dulu sayang. Kamu istirahat aja duluan".
Alvaro bergegas kekamar mandi menghilangkan rasa gugupnya. Ahhh jantungnya nya berpacu dengan kencang. Benar kata orang malam pertama itu lebih menyeramkan.
Alvaro keluar dari kamar mandi. Pria itu tampak seksi dengan handuk yang terlilit dipinggangnya. Otot-otot perut yang terlihat menonjol.
Sementara Aluna santai dengan ponsel ditangannya. Wanita itu tampak serius.
"Sayang, kamu sedang apa?". Alvaro sudah berganti baju dan duduk disamping istrinya.
"Lagi nyari tempat makan". Sahut Aluna.
__ADS_1
"Ck sayang harusnya kamu itu cari tempat buat honeymoon bukan tempat buat makan". Protes Alvaro.
Aluna terkekeh dia meletakkan ponselnya dan menatap suaminya.
"Sekarang karena udah sah, boleh mau ngapain aja". Senyum Aluna jahil.
Alvaro menelan salivanya "Beneran? Tapi aku gak mau maksa kamu. Kalau kamu belum siap jangan dipaksa sayang. Buat aku gak penting kenikmatan, yang aku mau kamu nyaman dan aman sama aku".
Aluna tersenyum mendengar ucapan suaminya "Aku udah siap kok Kak. Aku tahu Kakak menahannya udah lama kan? Maaf yaa buat Kakak nunggu". Ucap Aluna.
Alvaro menarik wanita itu kedalam pelukannya. Dia bangga. Dia nyaman. Tidak masalah menunggu.
"Lakukanlah Kak. Ambil hakmu. Aku milikmu".
"Iya sayang. Aku akan melakukan nya pelan-pelan". Alvaro mengecup kening gadis itu.
Alvaro mencium bibir Aluna dengan lembut ciuman kedua setelah mereka dialtar tadi. Dia menyesap bibir manis istrinya. Meski tak punya pengalaman tapi dia bisa mengunakan insting nya
Aluna juga membalas ciuman suaminya. Dia hanya belajar di novel-novel saja. Jadi hanya berdasarkan pengetahuan bukan pengalaman.
Perlahan Alvaro membaringkan istrinya perlahan. Dia melepaskan pakaian Aluna dengan sabar dan telaten. Takut menyakiti istrinya itu.
Alvaro menelan salivanya. Dia membenamkan wajahnya di kedua bukit kembar itu menyesapnya dan memilinnya meninggalkan jejak kepemilikan disana. Dia kembali pada bibir istrinya, menyesap dan mencari kemanisan disana. Alvaro juga meninggalkan jejak kepemilikan dileher sang istri.
Alvaro terus menyusuri hingga ke inti istrinya. Dia merasakan milik Aluna sudah basah.
"Sayang aku masuk yaa. Aku akan pelan".
Aluna hanya mengangguk sambil terus mendesah. Pengalaman pertamanya. Terasa aneh namun memang nikmat.
Alvaro memasukkan benda pusaka nya dilembah sang istri. Aluna menjerit kesakitan saat selaput daranya koyak.
Alvaro terdiam sejenak. Apalagi merasakan cairan hangat yang keluar dari inti istrinya menandakan bahwa dia telah merenggut keperawanan sang istri.
Hingga akhirnya keduanya ambruk setelah melakukan pergulatan panas.
"Makasih sayang". Alvaro memeluk Aluna yang sudah terlelap. Dia menyimak selimut nya dan melihat bercak merah disprei mereka.
"Makasih sayang. Udah jaga buat aku. Aku mencintaimu". Dia mengecup kening istrinya lalu ikut terlelap.
Baru saja Alvaro ingin terlelap, dia terkejut saat tangan istrinya mengenai wajahnya dan lagi Aluna tidur mendengkur kuat. Tidur Aluna juga gresek. Bayangkan kasur sebesar itu dia kuasai semuanya. Sementara Alvaro sudah berada diujung ranjang. Dia tidak memakai sehelai benang lagi.
"Sabarkan aku Tuhan memiliki istrinya seperti nya".
Alvaro duduk sambil mengelus dadanya sabar. Harus sabar. Resiko memiliki istri yang bar-bar.
TAMAT.
Aku menyukaimu sejak kita bertemu. Menatap bola matamu seperti menjadi canduku. Akhirnya kita telah dipersatukan oleh ikatan pernikahan semoga keluarga kecil kita bahagia selamanya. Aku mencintaimu. (Alvaro Radiana Putra Zein)
Aku tidak pernah berpikir jatuh cinta. Menatap wajah dinginmu seperti horor yang terus menerorku. Hingga tanpa aku sadari aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Terima kasih suamiku (Aluna Agung Santoso)
__ADS_1