Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-68


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Emangnya kenapa?". Tanya Alvaro penasaran.


Aluna memperbaiki poninya akibat ulat Alvaro yang suka gemes dan mengacak rambut nya hingga membuat gadis itu kesal setengah mati.


Alvaro membantu Aluna. Dia suka Aluna yang berponi. Imut dan menggemaskan. Rasanya Alvaro benar-benar ingin segera melamar Aluna. Tapi Aluna sedang meminta waktu agar mereka menjalani hubungan dan saling kenal lebih jauh. Karena yang namanya pernikahan bukan hanya berbicara tentang cinta. Tapi adalah mengikat dua orang yang berbeda karakter dan menggabungkan dua buah keluarga sekaligus.


Aluna memperbaiki dasi Alvaro yang sedikit bergeser. Meski seharian tidak mandi, Alvaro tetap wangi. Karena pria ini memang memiliki tingkat kebersihan yang tinggi.


"Aku pacaran sama kamu bukan karena uang. Kalau demi uang buat apa pacaran tohh aku bisa manfaatin kamu? Aku juga kerja aku bisa beli apa aja yang aku mau. Aku gak mau minta ini dan itu, karena buat aku itu semua gak penting jika kamu gak bisa kasih aku cinta yang sesungguhnya. Ya aku kalau dikasih aku bakal ambil, gak dikasih juga gak minta. Intinya aku gak mau minta. Aku pengen mencintai kamu dengan ketulusan tanpa embel-embel uang". Alvaro menatap Aluna dalam.


"Mungkin kamu ngerasa pacaran sama aku datar. Karena kita gak ngapa-ngapain, cuma pelukan. Cium pipi sama pegangan tangan. Kenapa aku gak mau lebih dari itu? Karena aku tahu yang namanya cinta itu tulus bukan nafsu. Nafsu itu sesaat. Nafsu itu menipu. Siapa sih yang gak pengen main itu ituan, semua orang pengen. Semua orang normal pengen banget ngerasain itu, pasti rasanya nikmat. Tapi kembali lagi, apakah setelah kita melakukannya kita bakal puas, tidak. Justru kita akan kecanduan. Ketagihan dan pengen lagi. Bisa-bisa kita jadi hiperseks. Apakah itu bisa membawa kebahagiaan? Hubungan yang dimulai dengan cara yang salah, pasti berakhir dengan cara yang salah juga". Alvaro semakin menatap Aluna dalam. Sementara Sonny menjadi pendengar setia sambil belajar.


"Semua cewek itu pasti pengennya dapetin cowok kaya, yang punya segalanya. Itu realistis bukan materialistis. Gak ada cewek tuhh yang mau diajak susah, kalau pun ada itu sebenarnya bukan mau tapi hanya pengen ngebuktiin bahwa cinta nya gak bisa diukur dengan harta. Termasuk aku juga. Tapi apakah ketika aku minta ini dan itu dan kamu kasih aku, hubungan kita bakal langgeng jika gak ada kepercayaan. Kesetiaan dan ketulusan didalamnya. Tidak. Semua semu sayang. Apa yang ada didunia ini semu. Tapi cinta yang tulus dan orang yang setia hanya ada pada mereka yang sungguh-sungguh menghargai hubungan". Aluna mengenggam tangan kekasihnya.


"Mungkin kamu gak sabar buat nikahin aku, sama aku juga gak sabar. Tapi tahu gak apa arti menikah? Apakah hanya pengen ngelampiasin nafsu doang? Atau pengen punya anak karena usia udah mateng? Tidak. Menikah itu adalah keputusan untuk hidup bersama pasangan. Menikah menyatukan dua karakter yang berbeda. Menikah juga mengabungkan dua keluarga sekaligus. Anak adalah bonus jika dikasih ya bersyukur gak dikasih juga bersyukur. Anak bukan investasi tetap. Ketika mereka besar, mereka akan sekolah. Setelah sekolah mereka akan bekerja. Setelah menemukan pekerjaan dan memiliki kehidupan mapan mereka akan menikah. Setelah menikah fokus mengurus anak istri atau suami. Yang akan menemani kita sampai tua itu adalah pasangan. Oleh itu kita perlu kenal, yakin gak orang ini bakal jadi pasangan hidupku nanti. Yakin gak dia akan jadi Ayah atau Ibu dari anak-anak ku?". Aluna tersenyum hangat menatap wajah Alvaro yang melihat nya tak berkedip.

__ADS_1


"Kita boleh berantem. Kita boleh berdebat. Kita boleh beda argumen. Kita boleh rusuh setiap hari. Tapi gak boleh saling pergi. Kita bukan hanya sepasang kekasih. Tapi kita juga saudara dan sahabat. Pernah liat gak kalau kita bertengkar sama Kakak atau adik kita? Kita bertengkar, berkelahi tapi kita gak saling pergi. Pada akhirnya kita berdamai dan akur kembali".


"Pacar perjalanan kita masih panjang. Kita masih muda. Ayo kita saling kenal. Kamu kenal aku baik-baik. Aku kenal kamu baik-baik. Saat kamu marah gimana? Saat aku marah gimana? Kalau aku salah kamu tegur aku dan tunjukkin kebenaran itu. Tapi jangan sakiti aku, apalagi mendua atau pergi. Aku wanita biasa yang butuh dibimbing. Jika kita menikah kita akan jadi teman hidup selamanya".


Alvaro mengangguk dengan berkaca-kaca. Betapa beruntungnya dia memiliki kekasih seperti Aluna. Betapa bersyukurnya dia diberi kesempatan memiliki kekasih seperti Aluna.


"Sayang makasih ya. Kamu udah ajarin aku banyak hal. Maaf belum bisa kasih yang terbaik buat kamu. Aku janji bakal berjuang bareng kamu. Kita akan lewati apapun yang menghalangi jalan kita nanti. Aku janji sayang". Satu tetes butiran bening itu lolos dipelupuk mata Alvaro.


Aluna menyeka air mata kekasihnya itu. Dia tersenyum hangat. Dia juga beruntung memiliki Alvaro yang menghargai keputusan nya. Karena tidak semua lagi-lagi tahan terhadap godaan dan komitmen.


"Makasih balik Pacar. Kamu juga udah ngehargai keputusan aku. Makasih ya. Makasih udah mau sayang sama aku dan menghormati dan menghargai aku sebagai wanita. Aku juga berjanji bakal berjuang bareng kamu".


Aluna mengaitkan jari kelingking nya dengan Alvaro. Wanita baik-baik akan bersanding dengan lelaki baik-baik. Aluna berharap Alvaro adalah jawaban dari segala doa-doa nya selama ini.


Rayyan melempar tubuhnya diatas kasur king size miliknya. Sudah tiga bulan dia berada di. Negara ini. Tapi sampai hari ini belum juga bisa melupakan bayang-bayang Aluna.


Dia juga benar-benar jenggah karena Alya tidak berhenti mengejar nya. Rayyan benar-benar jengkel dia tidak suka melihat wanita mengejar pria. Harusnya pria yang mengejar wanita bukan malah sebaliknya.

__ADS_1


"Huffffffffffft".


Pria itu menghela nafas panjang. Kapan perasaannya ini akan berakhir? Dia sudah pergi jauh tapi perasaan nya tidak ikut pergi bersamanya. Malah masih tertinggal bersama Aluna di Indonesia.


Rayyan mengulurkan tangannya mengambil sebuah foto yang terletak diatas nakas kamarnya.


Foto kecilnya bersama Aluna. Sejak kecil mereka sudah bersahabat. Menjadi tetangga. Bahkan orang tua sudah saling kenal.


"Na". Rayyan mengusap foto itu "Apa kabar kamu Na? Apa kamu juga kangen sama Kakak? Kakak kangen banget sama kamu Na. Kangen banget. Tapi Kakak gak bisa ungkapin ini lagi. Kakak hanya bisa pendam. Semoga kamu bahagia Na, Kakak juga akan bahagia. Kakak akan berusaha bunuh perasaan Kakak dan membuka hati untuk wanita lain. Kakak cinta sama kamu Na". Rayyan memeluk foto itu. Dia meresapi dan merasakan jika dia sedang memeluk Aluna.


Cinta kadang memang tidak adil. Harusnya cinta itu membuat bahagia. Tapi kenapa terasa menyiksa? Apakah karena jatuh cinta pada orang yang salah..


**Bersambung....


Yuk ikutin terus kisah Aluna dan Alvaro ya guys.... Masih banyak lika-liku yang akan mereka lewati..... Tetap dukung cerita ini ya guys.... Jangan lupa like... Komen.... Vote... Tip juga hehe. Rating lima juga buat author yaaa...


Jaga kesehatan... Jaga mata... Jaga hati... Jangan lupa selalu bersyukur....

__ADS_1


Jika ada kritik dan saran boleh coret-coret dibawah ya guys......


Iloveusomuch**


__ADS_2