
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Pagi semua".
Aluna sudah cantik pagi-pagi dengan seragam kantor yang melekat ditubuhnya. Sejak mendapat gelar baru gadis itu menjadi rajin luar biasa.
"Pagi sayang".
"Pagi Dek".
"Pagi Lun".
"Pagi Bunda".
Leon tersenyum hangat melihat Aluna. Kadang dia sempat berpikir jika saja Aluna ini bukan adiknya sudah pasti Leon akan menjadikan Aluna kekasihnya. Bukan hanya cantik, tapi juga cerdas dan pekerja keras jangan lupa kan kelebihan langka Aluna adalah jago makan dan jago buat orang naik darah.
"Sayang Bunda dulu". Aluna mendapat kecupan hangat dipipinya dari kedua bocah kembar itu.
Mereka semua sarapan. Celotehan Aluna, Bara dan Brayn memenuhi meja makan. Seperti itu terus setiap pagi. Mereka selalu dihibur oleh ketiga orang itu.
Setelah selesai sarapan. Aluna dan Leon berangkat. Setiap hari Aluna selalu diantar Leon. Sedangkan pulang nya dia akan dijemput oleh Alvaro. Kebetulan jarak perusahaan Alvaro dengan perusahaan yang Aluna pegang tidak terlalu jauh hanya beda beberapa kilometer saja.
"Semangat banget kayaknya Lun?". Sindir Leon
"Iya donk Kak". Senyum Aluna
"Kakak dukung kamu Lun. Semoga kamu berhasil yaaaa... Biar cepat segera dihalalin sama Al". Goda Leon.
"Of course donkkkk". Balas Aluna.
"Tapi kamu benar-benar yakin bisa buat perusahaan itu berkembang hanya dalam waktu enam bulan?". Leon memang tidak percaya apalagi dia tahu Aluna ini super manja.
"Jangan remehin Aluna Kak. Kakak liat aja nanti". Menampilkan senyum Pepsodent nya.
"Iya iya Kakak tahu kamu hebat". Ujar Leon.
Sampai digedung pencakar langit, Aluna langsung turun. Tak lupa dia berpamitan dengan Leon.
Wajah gadis itu langsung berubah tegas. Begitulah Aluna, dia selalu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Sebagai pemimpin perusahaan, dia harus memberi contoh yang baik untuk para bawahannya.
"Pagi Bu Aluna". Sapa mereka
"Pagi semua. Jam sepuluh ada meeting tolong persiapkan data yang saya minta". Ucap nya tegas.
"Baik Bu". Sahut mereka semua serentak.
"Helmi, saya udah pasang iklan di Instagram untuk carikan aissten buat saya. Tolong kamu handle dan cari yang sesuai dengan kriteria saya".
"Baik Bu". Sahut mereka serentak.
"Lidya, tolong buat proposal kerja sama dengan Maulana Group dan Anggara Group. Pastikan siang ini datanya udah ada dimeja saya". Tintahnya. .
"Baik Bu. Segera laksanakan". Sahut Lidya..
__ADS_1
"Dan kamu Joni, pastikan aplikasi yang saya ciptakan kemarin sudah meluncur dipasaran. Dan harus mencapai target sesuai dengan yang saya bicarakan sama kamu".
"Baik Bu". Sahut Joni.
"Oke semuanya kembali bekerja. Jam sepuluh ada meeting diruangan. Jangan lupa data kalian. Pastikan lengkap. Sesuai dengan perintah saya". Tintah Aluna.
"Baik Bu". Sahut mereka serentak.
"Mang Diman".
"Iya Bu". Seorang pria paruh baya maju didepan Aluna "Ada yang bisa saya bantu Bu?". Tanyanya sopan.
"Tolong urus ketring untuk meeting nanti ya Mang. Jangan lupa notanya masuk atas nama saya".
"Baik Bu". Sahut Diman.
Aluna masuk kedalam ruangan CEO. Dia masih belum percaya jika sekarang dia adalah seorang pemimpin. Bayangkan gadis bar-bar dan somplak yang hobby nya makan dan bikin orang kesal bisa duduk dibangku CEO. Aluna saja serasa bermimpi. Dia sebenarnya tidak suka. Tapi yah demi cinta harus diperjuangkan bukan.
Gedung perusahaan itu cukup besar. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas kantor yang memadai. Namun Aluna masih belum bisa memperkerjakan banyak karyawan dikarenakan perusahaan baru. Terlebih minim dana. Namun gadis itu tenang-tenang saja
Drt drt drt drt drt
Baru saja Aluna duduk dikursi kebesaran nya. Ponselnya sudah berdering.
Gadis itu mengambil benda pipih dalam tasnya. Senyumnya mengembang saya melihat nama yang tertera disana.
"Pacar pagi....".
Senyuman manis Alvaro sudah tergambar jelas dilayar ponsel Aluna.
"Semangat kerjanya. Jangan lupa sarapan yaaa". Ucap Alvaro manis sekali.
"Pacar juga yaaa". Balas Aluna.
"Makan siang bareng yaa. Nanti aku jemput seperti biasa. Kamu mau makan dimana?". Ucapnya lagi.
"Siap. Dimana aja aku mau. Asal sama kamu". Godanya.
Alvaro tertawa lebar dilayar ponsel itu. Wajahnya selalu memerah jika Aluna menggombal.
"Kamu ini selalu aja buat aku gemas". Senyum Alvaro "Selamat berjuang ya sayang. Aku selalu berada disamping kamu". Imbuhnya.
"Thats right. Dan bersiap-siap lah Pak perusahaan anda akan digeser oleh Ibu Aluna".
Alvaro terkekeh pelan "Aku menunggu saat itu tiba sayang".
.
.
.
.
__ADS_1
"Kenapa loe Mir". Yura duduk disamping Mira
"Gak ada Aluna, sepi banget. Kasihan si Aluna". Mira mendesah pelan.
Sejak Aluna pindah ke perusahaan baru, Mira dan Yura menjadi satu ruangan yaitu bagian divisi pemasaran.
"Iya gue juga kasihan sama dia. Dia selalu bantuin kita tapi kita gak bisa bantuin dia". Yura juga mendesah pelan.
Kedua wanita hamil itu terdiam sejenak. Sejak Aluna pindah hidup mereka bagai sayur tanpa garam. Sepi sekali. Biasanya Aluna lah yang paling suka mencari masalah.
"Ya udah jam makan siang nanti kita ajak aja dia makan bareng kita. Nanti gue izin ke Pak Al".
Yura setuju dan mengangguk. Mereka merindukan kelinci kecil menyebalkan itu.
.
.
.
.
Aluna masuk kedalam taksi. Seperti biasa jika pekerjaan diperusahaan sudah tuntas dia akan ke butiknya
"Pagi Bu Aluna". Sapa para karyawan yang kebekerja disana.
"Pagi juga Kak". Senyum Aluna.
"Bu, gaun yang Ibu desain kemarin sudah ada yang mau beli Bu. Ini". Risa menujukkan layar ponselnya "Dia menawarkan harga ini Bu. Katanya gaun ini mau dipakai buat acara ulang tahun pernikahan". Ujar Risa lagi
"Oke bagus Kak. Berarti udah ada berapa yang terjual?".
"Semua yang Ibu desain kemarin terjual semua Bu. Mereka bahkan minta desain baru lagi". Jelas Risa
"Oke".
Alun masuk kedalam ruangan nya. Gadis itu meletakkan tasnya.
Aluna mengambil pensil dan kertas didalam lacinya. Jari-jari lentik itu menuntunya untuk menggerakkan pensil ditanganya.
Setelah ujian yang diminta Maria. Aluna menjadi ahlinya. Gadis itu sekarang menyukai dunia desainer. Padahal Aluna sama sekali tidak suka. Tapi karena cinta dia melakukan nya dengan sukarela.
Apalagi Alvaro selalu menyemangati nya. Aluna ingin membuktikan bahwa walaupun dia terlahir dari keluarga pas-pasan tapi xia memiliki masa depan dan banyak keahlian. Lihat saja nanti, Aluna akan menyenggol perusahaan Robert. Waktu Aluna masih panjang, masih ada lima bulan lagi. Aluna akan gunakan itu sebaik mungkin.
**Bersambung...
Go Aluna go go go go go
Semoga berhasil ya Lun...
Biar sepadan sama Al...
Kita sama-sama berjuang Lu.n**.....
__ADS_1