
Happy Reading 🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Ahhhh capeknya".
Aluna duduk disamping Leon sambil merentangkan tangannya hingga tangan gadis itu mengenai wajah Leon
"Bisa gak sihh kamu tuhhh sopan dikit sama Kakak?". Omel Leon kesal.
"Opsss. Maaf Kakakku sayang. Sengaja hehe". Aluna mengelus pipi Leon.
"Gak usah pegang-pegang". Ketus Leon menyingkirkan tangan Aluna. Dia sedang kesal. Pokoknya kesal pengen makan orang.
"Yaellah Kak, jahat amat sihh sama adek kesayangannya. Apa coba salah Aluna, hiks?". Gadis itu mengusap air matanya yang tidak jatuh sama sekali.
"Bisa gak sih kamu tuh gak gangguin Kakak dulu? Kakak lagi capek". Omel Leon menatap Aluna tajam
"Gak bisa Kak". Aluna malah memeluk lengan pria itu "Cie ciee yang lagi patah hati cieeee. Sakit ya Kak". Ledek Aluna memainkan dagunya dilengan Leon.
Ingin rasanya Leon melempar gadis itu ke Samudera Hindia. Saking kesalnya dengan ledekkan Aluna.
"Lun, kamu yaa orang lagi patah hati bukannya dihibur malah diejek". Omel Kanti meletakkan sepiring puding didepan dua orang itu.
"Wahhh makasih Bunda".
Kanti langsung memukul pelan lengan anak gadisnya itu saat Aluna hendak mencomot puding yang dia buat khusus untuk Leon.
"Ihhh Bunda jahat amat sihh sama anaknya. Gak berperikemanusiaan". Protes Aluna dengan bibir mengerecut.
"Kamu tuh gak ada sopan-sopannya. Main comot-comot segala. Cuci tangan dulu". Omel Kanti. Seperti nya tensi darah Kanti akan naik lagi jika berhadapan dengan putrinya itu.
"Ada apa ini?".
Santoso dan Arya juga ikut nimbrung. Sementara Lia sudah menidurkan kedua bocah kembarnya
"Hiks Ayah". Aluna merenggek dan berhambur memeluk Santoso "Istrimu itu jahat sekali pada putri cantikmu ini hiks hiks hiks". Adunya merenggek sambil menyeka air matanya yang tidak jatuh sama sekali.
Nafas Kanti memburu. Sabar. Sabar. Jangan emosi. Kemarin darahnya tinggi lagi gara-gara mengomeli Aluna yang kembali bangun kesiangan dan penyakit gadis itu kambuh lagi.
"Kamu ya_".
"Sttttttttttt..... Untuk hari ini puasa dulu ngomel nya ya Bundaku sayang. Di karenakan Kak Leon sedang patah hati. Ntar dia tambah nangis dengar omelan Bunda". Celetuk Aluna sambil tertawa kecil.
Mereka yang lain menggeleng. Leon saja hanya menghela nafas panjang. Jika dia ikut meladeni bisa-bisa dia semakin galau. Biarkan saja Aluna berkarya dengan tingkah lakunya sendiri.
Sementara Kanti benar-benar kesal. Apa tadi kata Aluna puasa marah? Benar-benar harus dihukum si Aluna.
__ADS_1
"Kamu_".
"Permisi Bunda. Silahkan marah. Aluna izin masuk kamar dulu yaaaaaa.... Sehat selalu Bunda ku. Marahnya dikurangi. Ntar cepat tua. Kalau Bunda tua duluan Ayah bisa menikah lagi. Dan Aluna oke oke aja kalau punya Bunda baru, asal gak kek panci Kak Lia".
Krik krik krik
Satu... Dua.. Tiga.
"Kabur".
"Alunaaaaaaaaaaaaaaaa".
Aluna berlari sambil menarik tangan Leon dan masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Leon hampir terjungkal kedepan gara-gara gadis itu.
Santoso dan Arya yang memijit-mijit pelipis mereka. Hiburan gratis tiap hari adalah menyaksikan perdebatan Kanti dan Aluna serta konser langsung tanpa tiket adalah mendengar Omelan Kanti dan musik DJ gratis adalah celetukkan Aluna.
Aluna menarik Leon masuk kedalam kamarnya. Takut jika Kanti masuk dan mengamuk lagi.
"Ihhh Lun apaan sih tarik-tarik segala?". Protes Leon menghempaskan tangan Aluna.
"Sttttttttttt. Diam". Aluna meletakkan jarinya dibibir Leon
"Apa?". Ketus Leon. Dia sedang kesal malah dibuat semakin kesal oleh gadis ini.
"Yaellah Kak sensi amat sihh kayak cewek PMS aja". Sindir.
"Mau ngajakkin Kakak betapa". Sahut Aluna asal sambil membuka laptopnya.
Leon memutar bola matanya malas. Dia menatap kagum kamar Aluna. Meski gadis ini ceroboh bar-bar dan menyebalkan tapi kamar Aluna memiliki desain yang luar biasa.
Piagam-piagam Aluna bertengger rapihhh didalam kemari. Piala-piala lomba event Aluna juga tersusun rapih. Ditambah banyaknya notes yang Aluna tempel dikamarnya menjadi daya tarik sendiri untuk Aluna.
"Kamu mau ngapain sihhh?". Tanya Leon mengerutu kesal.
"Lagi tiduran Kak". Ketus Aluna "Diam aja ngapa?". Ujarnya lagi
"Kakak tuhh capek Aluna mau balik kamar. Mau tidur". Leon menghempaskan tubuhnya diranjang Aluna. Pria itu menatap kosong keatas. Mengingat kembali kisah percintaan nya yang selalu berakhir tragis.
"Kak bangun dulu".
Baru saja Leon ingin menikmati lamunan nya dia malah dikejutkan oleh tangan Aluna yang memaksanya duduk.
"Bisakah kamu gak buat Kakak ngomel mulu?". Omel Leon.
"Gak bisa Kak. Itu hobby Aluna". Sahut gadis itu santai "Kakak gak usah marah mulu. Mending liat ini". Aluna menujuk layar laptopnya.
__ADS_1
"Apaan?". Kening Leon berkerut. Namun sesaat kemudian pria itu terdiam melihat video dilaptop Aluna.
"Kakak udah liat kan?".
Leon mengangguk dengan diam. Tatapan pria itu kosong.
Aluna meletakkan laptopnya. Lalu dia mengenggam tangan Leon. Sementara Leon membeku dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
"Kak, sekarang Kakak udah tahu kan kalau Tiara itu bukan wanita baik-baik. Maaf ya Kak Aluna gak sengaja retas rekaman CCTV dirumahnya. Aluna juga gak tahu kenapa tuhh video bisa diretas Kak". Ujar Aluna "Gak usah nangis yaa Kak malu sama Bara dan Brayn ntar mereka tuduh Aluna KDRT lagi nyakitin Ayah mereka. Kalau Kakak mau nangis ntar dikamar Kakak aja, biar Aluna pura-pura gak tahu".
Leon yang tadinya sudah merasakan air matanya hendak menetes tersendak mendengar ucapan gadis itu. Dia menatap Aluna yang mengenggam tangannya sambil cekikikan seperti kuntilanak.
"Bisakah kamu_".
"Gak bisa Kak". Potong Aluna "Udah dehh mending Kakak keluar aja dari kamar Aluna. Jangan lupa siapin tissue ya Kak. Plus kalau mau bunuh diri bilang dulu ntar Aluna siapin lobang kuburnya sekalian biar Aluna ucapin salam perpisahan".
Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
"Alunaaaaaaaaaaaaaaaa".
Sebelum Leon mengamuk Aluna sudah terlebih dahulu menutup pintu. Hingga saat pria itu hendak marah dan protes pintu sudah ditutup duluan oleh gadis itu.
"Apa salah dan dosa ku Tuhan, kok bisa punya adek yang suka bikin tensi naik".
"Apa salah dan dosaku sayang, cintaku kau buang-buang".
Aluna membuka pintu dan melanjutkan ucapan Leon dengan lirik lagu dangdut.
"Astaga". Leon mengelus dadanya terkejut melihat kepala Aluna yang memuncul dibalik pintu.
"Kamu_".
Cupppppp
"Selamat malam Kak Leon. Selamat patah hati. Silahkan menangis semalaman".
Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Leon menghela nafas panjang. Beberapa kali pria itu menghembuskan nafasnya menahan emosi didadanya. Namun seketika bibir tertarik setidaknya Aluna bisa membuatnya sedikit lupa dengan patah hatinya.
"Cie cie cie.. Yang senyum-senyum kagak jelas.... Hati-hati yang Kak ntar kesambek geledek ehhh salah maksudnya kesambek petir ehh salah". Aluna menepuk mulutnya dua kali "Kesambek angin maksudnya". Kepala Aluna kembali muncul dibalik pintu.
"Astaga Tuhan".
Leon mengelus dadanya berulang kali. Lama-lama dia bisa gila jika meladeni si gresek aluna.
__ADS_1
Bersambung.....