Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-52


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ketiga gadis itu masuk kedalam restorant. Begitulah Yura dan Mira, jika ingin tahu masalah Aluna. Maka Aluna harus ditraktir makan dulu, disogok. Baru Aluna akan menceritakan semua hal pribadi nya. Hanya dengan makanan Aluna akan luluh. Bagi Aluna makan adalah cara mengekspresikan diri dan menghargai karya tangan.


"Guee pesan ini. Trus ini. Ini juga. Rampela hatinya. Trus tambah ceker. Trus sambel nya jangan lupa kasih terasi plus tomat nya agak banyakin, kasih goreng bawang merah. Ini juga sup buntutnya jangan lupa. Nasinya tiga ya buat gue semua. Minumnya tea lemon aja". Ucap Aluna sambil menyebut menu makanan yang ingin dia makan.


Sang waiters menggaruk kepalanya dia hampir lupa pesanan Aluna.


"Elu kalau mau buat gue bangkrut kira-kira kali Lun". Protes Yura.


"Iya Lun. Elu pesen kayak mau makan serumah aja". Mira geleng-geleng kepala salut dan Aluna wajib diajungi jempol, sebagai gadis ajaib dan spesies langka, kata Alvaro.


Aluna malah santai sambil tersenyum senang. Dapat makan gratis. Siapa yang tidak mau.


Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang.


Meja makan itu penuh dengan makanan, bahkan Aluna meminta satu meja lagi untuk menampung makanan lainnya. Dia benar-benar lapar. Maklum tadi siang sempat berdebat dengan Alvaro gara-gara dia yang tidak sengaja dekat Andre. Alvaro marah karena dia tidak suka aluna dekat pria lain. Sedangkan Aluna malah mengejek pacarnya itu, jadilah mereka saling perang debat-debatan.


Yura sampai menelan ludahnya melihat meja mereka yang penuh. Bagian Aluna paling banyak sedangkan dia hanya memesan dua menu saja, karena dia sedang diet untuk menjaga postur tubuh rampingnya.


"Gue salut liat cara elu makan Lun". Ucap Mira "Kalau tiap hari gue traktir elu, bisa-bisa gue tinggal dikolong jembatan gara-gara bangkrut Kasih elu makan". Celetuk Mira.


"Emang bisa Mir tinggal dikolong jembatan? Bukannya dibawahnya ada air ya? Elu mau migrasi sama penduduk buaya". Ejek Aluna sambil cekikikan menyantap makanan.


"Elu.......".

__ADS_1


"Sabar Mir". Yura mengelus lengan Mira saat gadis itu


"Iya Mir sabar. Orang sabar tuhh pasti kesel". Seru Aluna sambil makan tak peduli dengan wajah kesal Mira.


Mira memutar bola matanya malas. Lama-lama dia gila jika terus bergaul dengan Aluna. Tapi dia benar-benar tidak bisa hidup tanpa Aluna. Aluna seperti belahan jiwanya.


Mereka bertiga makan. Yura dan Mira makan dengan pelan, dan memilih makanan yang tidak mengandung kalori tinggi. Tapi tidak dengan gadis bernama Aluna. Gadis itu makan dengan lahap, sambil mulut yang mengunyah dan mengoceh.


"Makan tuhh jangan sambil ngomong Lun. Ntar elu keselek". Tegur Yura.


"Umfffttt". Suara Aluna tidak bisa keluar karena mulutnya penuh dengan makanan.


Mereka lanjut makan. Sesekali ditemani dengan obrolan hangat. Celetukan Aluna membuat Mira dan Yura gemes sendiri. Pantas saja banyak yang menyukai Aluna, mereka saja yang sama-sama perempuan sangat menyukai gadis itu. Selain cantik dan menggemaskan, dia juga lucu dan baik hati. Meski suka buat tensi naik.


"Ahhh kenyangnya". Aluna bersandar sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Bentar Yur, gue minum dulu".


Yura merenggut kesal. Dia sudah tak sabar ingin tahu sejauh mana hubungan Alvaro dan Aluna.


"Sekarang jelasin". Desak Mira.


"Sabar kali Mir". Ketus Aluna "Gue tarik nafas dulu". Gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Gue pacaran sama Pak Al". Jawab Aluna tersenyum hangat saat menyebut nama Alvaro. Ahhh Aluna jadi jadi ingin salto sambil guling-guling dikasur

__ADS_1


"Whatssss???". Pekik Mira dan Yura bersamaan.


"Astaga, Yur, Mir. Pelan-pelan kali, gue kagak mau budek sebelum kawin". Kesal Aluna mengusap telingannya.


"Elu serius Lun jadian sama Pak Al? Kapan elu jadikan sama dia? Kenapa gak kasih tahu kita?". Seru Yura.


"Emang gue keliatan becanda?". Ketus Aluna "Yahhh seminggu yang lalu. Lagian kalian gak nanya ngapain gue harus kasih tahu?". Ucap Aluna heran


"Dodol". Mira menoyor kening Aluna.


"Ihhh elu jahat banget sihh sama gue". Aluna mengusap keningnya


"Gimana sama Kak Ray Lun?". Tanya Yura menatap aluna "Gue denger dia sampe mabuk lho di Bar gara-gara mikirin elu". Sambung Yura lagi.


Aluna menarik nafas dalam "Gue sama Kak Ray kagak mungkin jodoh Yur. Kak Ray pasti bisa bahagia kok tanpa gue. Dia hanya terbiasa aja". Jawab Aluna.


"Elu beneran cinta sama Pak Al?". Sambung Mira.


Aluna mengangguk "Gue gak tahu sejak kapan gue jatuh cinta sama dia? Yang pasti cuma sama si Supir Taksi Online itu aja gue ngerasa nyaman". Aluna kesem-kesem sendiri sambil membayangkan wajah tampan Alvaro "Pacarku Presdir". Lanjut Aluna lagi.


Yura dan Mira saling melihat. Mereka mengembuskan nafas kasar. Sejujurnya mereka lebih suka jika Aluna bersama Rayyan. Karena selain tampan dan cantik, keduanya juga tampak serasi dan selalu kompak.


"Ya udah dehh Lun. Kalau emang Pak Al yang elu pilih, kita berdua cuma berharap elu sama Pak Al langgeng sampe ke pelaminan". Sahut Yura tapi ada kekecewaan diwajah Yura dan aluna bisa melihat nya.


"Iya Lun. Doa kita selalu mengiringi elu, asal elu bahagia kita juga bakal bahagia". Sambung Mira

__ADS_1


Aluna mengangguk dengan senyum. Dia tahu ada kekecewaan diwajah kedua sahabatnya itu. Tapi Aluna tetap memilih Alvaro. Rayyan, pria itu akan tetap menjadi Kakak nya sampai nanti. Mungkin sekarang Aluna benar-benar sudah melupakan Rayyan. Dia ingin memulai hidup dan langkah yang baru bersama Alvaro.


Bersambung....


__ADS_2