Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-44


__ADS_3

Happy Reading ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Aluna berjalan dengan sumringah menuju parkiran. Sedangkan Yura dan Mira sudah pulang duluan karena ada beberapa urusan yang harus mereka kerjakan.


Aluna sampai diparkiran. Gadis itu tampak memperhatikan sekitar nya seolah sedang menunggu seseorang. Kantor sudah sepi karena semua karyawan sudah meninggalkan kantor jam lima tadi. Sedangkan Aluna tertidur hingga tidak tahu jika dia tertinggal sendirian.


"Kak Leon mana ya?". Aluna melirik arloji yang melingkar ditangan nya.


Aluna duduk sambil menghembuskan nafas nya kasar. Entah kenapa dia sedikit terganggu dengan sikap Alvaro hari ini.


Alvaro berubah menjadi dingin padanya. Tidak seperti biasanya yang selalu suka membuat Aluna kesal.


"Kenapa gue sedih ya?". Aluna tersenyum kecut "Sadar Lun, dia gak benar-benar sayang sama elu. Harusnya elu tuhh nyadar dari awal, kalau dia cuma pengen elu ge-er aja. Elu sendiri yang bodoh malah kebawa perasaan". Aluna mengetuk keningnya beberapa kali merutuki kebodohan nya.


"Ahhhh kenapa mata gue panas sihh?". Aluna menahan air matanya yang seakan ingin jatuh "Elu gak boleh nangis Lun. Pokoknya gak ada air mata buat cowok kek dia. Elu harus bisa lupain dia". Aluna menyeka air matanya dan terus bergumam sendiri.


Tidak lama kemudian Leon datang. Pancaran lampu mobil Leon menyinari wajah Aluna. Membuat gadis itu merenggut kesal.


"Kak Leon". Gerutu Aluna


Leon turun dari mobil. Dia terkekeh melihat wajah kesal gadis itu.


"Sorry udah lama nungguin Kakak?". Tanya Leon terkekeh melihat wajah Aluna.


"Gak usah datang sekalian aja Kak". Ketus Aluna "Udah ayo, Aluna udah lapar". Aluna melengang masuk kedalam mobil. Sedangkan Leon meneggeleng sambil tersenyum.


Didalam mobil Aluna hanya menatap kosong keluar jendela. Entah kenapa hatinya begitu hampa? Kosong dan terasa sepi.


"Kamu kenapa Lun?". Tanya Leon heran tak seperti biasanya Aluna terdiam begitu.


"Lagi mager". Aluna menyenderkan kan punggungnya di jok mobil sambil melihat keluar jendela.


"Lagi putus cinta?". Tebak Leon.


"Kagak. Putus urat nadi". Sahut Aluna asal sekaligus ketus.


"Kamu ini....". Leon hanya menggeleng gemes "Gimana hubungan kamu sama si Al?". Tanya Leon kepo.


"Hubungan apa?". Tanya Aluna ketus.


"Hubungan asmara Aluna". Ucap Leon penuh penekanan.


"Kagak gimana-gimana". Sahut Aluna. Tapi hatinya ingin berteriak, kenapa?


"Yakin?". Aluna hanya mengangguk saja "Singgah dulu, kita makan. Orang rumah pada makan". Ujar Leon.

__ADS_1


"Tumben, biasanya Bunda sama Ayah selalu nungguin Aluna. Kenapa gak ditunggu?". Tanya Aluna heran.


"Biasalah mereka kan udah laper". Sahut Leon


"Ya udah singgah aja".


Leon memarkirkan mobilnya direstourant cepat saji. Mereka berdua langsung turun dari sana. Aluna turun dengan tak sabar. Dia jika lagi galau atau terganggu hatinya, biasanya dengan makan banyak maka suasana hatinya akan membaik.


Mereka memilih meja paling pojok. Menjelang makan malam, suasana restorant cukup padat. Jadi semua kursi penuh terisi.


"Kamu pesan apa Lun?". Tanya Leon sambil membuka buku menu.


"Seperti biasa Kak nasi nya Double plus minumnya juga. Jangan lupa dessert sama buat cuci mulut juga. Trus itu, ayamnya harus mateng Kak". Seru Aluna.


Leon menggeleng saja mendengar ocehan Aluna. Bicara saja tidak ada titik komanya.


Sambil menunggu pesanan datang. Aluna dan Leon mengobrol dengan bercanda. Leon yang sedikit dingin itu bisa mencair jika bersama Aluna.


Hingga obrolan Aluna terhenti, ketika melihat seseorang dimeja yang tidak jauh dari mereka. Seorang pria yang sangat Aluna kenal tengah duduk mengobrol dengan seorang gadis cantik seksi dan bodynya bikin meleleh.


"Kenapa Lun?". Leon mengikuti arah pandang Aluna "Al". Gumam Leon. Ya pria yang mereka lihat adalah Alvaro "Al sama siapa ya?". Gumam Alvaro yang masih bisa didengar Aluna.


Aluna secepatnya memalingkan wajahnya. Kenapa hatinya panas ya? Tidak, tidak. Dia tidak sedang jatuh cinta kan pada Supir Taksi Online itu?


"Itu siapa nya Al, Lun?". Tanya Leon menatap Aluna


Pesanan mereka datang. Aluna makan dengan lahap. Lebih tepatnya dia melampiaskan emosi nya dan menahan panas didalam dadanya.


"Tahan Lun. Tahan. Elu kagak boleh nangis. Ingat barang malah itu hanya dibeli oleh mereka yang banyak duit. Supir Taksi Online itu kagak cocok jadi pasangan elu. Elu harus move on dan lepasin dia". Batin Aluna berteriak dalam hatinya


Leon tak menyadari perubahan wajah Aluna dan juga malah asyik menyantap makanannya. Aluna memang selalu bisa menyembunyikan perasaan sakitnya. Dia tidak pernah menunjukkan pada orang lain sisi sedihnya. Dia memang gadis periang dan cerewet tapi dibalik itu dia tetaplah perempuan rapuh dan hatinya mudah sekali sensitif.


"Ahhhh kenyangnya". Aluna mengelus perutnya.


Leon menggeleng saja melihat Aluna yang mampu menghabiskan makanan sebanyak itu.


"Kakak samperin Al sebentar yaaa?". Aluna mengangguk dia tidak tertarik "Kamu gak ikut sekali?". Tawar Leon.


"Gak. Aluna nunggu disini aja. Jangan lama, soalnya Aluna mau nyelesain naskah Aluna yang kemarin".


"Iya Lun". Leon mengacak rambut Aluna membuat gadis itu merenggut kesal.


Leon menghampiri meja Alvaro bersama seorang gadis yang memang sangat asing dimata Leon.


"Al".

__ADS_1


Alvaro mengangkat pandangan nya.


"Leon". Balas Al "Kamu sama siapa?". Tanya Alvaro heran.


"Tuhh bareng ceguguk imut". Tunjuk Leon pada Aluna yang asyik dengan ponselnya sambil tertawa seperti orang gila.


Alvaro melirik Aluna. Tampak gadis itu tengah asyik dengan ponsel ditangannya.


"Kamu sama siapa?". Tanya Leon melirik gadis yang duduk bersama Alvaro.


"Dia Keysha". Ucap Alvaro memperkenalkan gadis itu.


"Leon".


"Keysha". Mereka berdua saling berkenalan.


"Ohh ya Al. Sorry ya aku gak bisa lama. Takut ntar dicariin maklum bawa anak perawan orang". Leon cenggegesan sambil tersenyum.


"Iya hati-hati". Tapi matanya tak beralih pada Aluna.


"Aku duluan ya?". Alvaro mengangguk.


Leon kembali ke mejanya dan menghampiri Aluna.


"Udah?". Tanya Aluna saat Leon sudah duduk kembali.


"Udah. Ayo".


Aluna menyambar tas munggilnya. Dia sama sekali tidak melirik Alvaro dan gadis yang duduk bersama Alvaro.


Sedangkan Alvaro matanya tak beralih menatap Aluna. Hari ini mereka seperti dua orang asing yang tidak saling kenal.


Alvaro menghela nafas panjang. Hatinya seperti tertekan.


"Kamu baik-baik aja Al?". Tanya Keysha.


"Iya". Sahut Alvaro singkat.


"Itu yang namanya Aluna?". Alvaro mengangguk "Dia cantik banget". Puji Kesyha. Aluna memang cantik dan dia tidak berbohong.


"Jadikan bantuin aku?".


"Jadi donkk. Apa sihh yang gak buat saudara aku ini?". Goda Keysha.


**Bersambung.....

__ADS_1


Cieeee Aluna cemburu nieeee. Makanya lun gak usah digantungin Mulu hati si Al, sakit kan๐Ÿคญ


Ikutin terus yooo jangan lupa like nya....Komennya... Vote ya**.....


__ADS_2