Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-61


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Yura memarkirkan mobilnya didepan sebuah hotel Bintang lima. Aluna gadis itu seperti detektif yang tengah melakukan penyelidikan.


"Kita mau ngapain sihh Lun kesini?". Tanya Yura keluar dari mobil. Dikuti oleh Mira dan Aluna.


"Ngintip". Sahut Aluna ketus "Loe berdua ikut gue aja". Ajak Aluna dia berjalan pelan sambil memperhatikan sekitarnya.


Drt drt drt drt drt


Tiba-tiba ponsel Aluna berbunyi. Segera gadis itu membuka resleting tas munggilnya dan mencari benda pipih itu. Senyum terbit diwajahnya.


"Selamat siang Pacar....". Sapa Aluna lembut. Wajahnya berseri cerah. Sedangkan Mira dan Yura mencebik kesal.


"Selamat siang juga sayang. Sayang, aku udah balik, tapi mau keacara nikahan teman dulu. Ntar jam pulang aku jemput dikantor ya. Tenang aja aku tunggu disimpang kok seperti biasa". Ujar suara lembut diseberang sana


"Iya Pacar. Sampai ketemu nanti sore".


"Aku tutup telponnya yaaa".


Aluna tersenyum malu menatap ponselnya. Ahhh kenapa dia jadi ingin bertemu dengan pacar Presdir nya itu.


"Sampai kapan loe senyam-senyum kagak jelas gitu Lun? Kita udah mau jemuran". Gerutu Mira


"Ehhh iya gue lupa". Aluna nyengir kuda sambil menyimpan kembali ponselnya


"Yuk masuk". Ketig gadis itu masuk.


Mira dan Yura terheran-heran, apalagi melihat dekorasi yang seperti ingin mengadakan resepsi pernikahan.


"Lun ini nikahan Siapa? Loe jangan ngadi-ngadi dehhhh". Bisik Yura.


"Kagak usah banyak tanya Yur. Ikutin aja gue". Ketus Aluna.


Bukan apa, dulu sewaktu mereka masih kuliah sering mereka pergi ke acara pernikahan seperti ini, padahal tidak kenal dengan mempelai nya. Semua ide Aluna, agar dapat makan gratis. Karena prinsip gadis itu dimana ada makanan gratis disitu ada dia. Jadi Yura dan Mira sedikit trauma. Tak kala mereka dikejar oleh pengawal gara-gara ketahuan, nyolong ayam bakar, semua ide Aluna


"Loe jangan aneh-aneh dehh Lun. Gue udah tobat nyelip ke acara orang". Mira ikut mengerutu.


Aluna mencebik kesal "Gue juga udah tobat keles. Cuma bentar lagi kumat". Aluna cekikikan sendiri sambil menutup mulutnya menahan tawa.

__ADS_1


"Loe yang benar aja kali Lun?". Yura menyonor kening Aluna dengan gemes


"Ihhhh bisa gak sihh, gak usah bikin gue naik bulu". Gerutu Aluna mengelus keningnya


"Darah Aluna, darah. Bukan bulu". Ralat Mira


"Loe berdua kagak usah protes mulu. ikutin aja gue, ntar juga loe berdua tahu". Ucap Aluna.


Ketiga gadis itu masuk kedalam lift. Aluna mengikuti arah GPS ponselnya. Gadis itu sedikit bingung, apa sebenarnya yang dilakukan Bayu dihotel dan pernikahan tadi? Aluna sedikit ambigu memikirkan semua itu.


Mereka keluar dari lift. Tampak orang berlalu lalang, memang seperti sedang menghadiri pesta pernikahan. Yang menjadi tanda tanya dikepala Aluna, kenapa Bayu bisa ada disini? Mencurigakan, batin gadis itu.


Hingga langkah kaki Aluna terhenti pada sebuah kamar sesuai dengan petunjuk GPS diponselnya.


"Paa, pokoknya aku gak mau nikah sama Dini Paa. Aku cinta sama Yura. Aku gak mau Pa, aku mohon jangan paksa aku Pa. Aku mohon".


Ketiga gadis itu mematung didepan pintu. Aluna terkejut bukan main. Sementara Yura seluruh tubuhnya terasa melemas.


"Yur". Mira mengusap bahu Yura.


"Sttttttttttt". Aluna meletakkan jarinya dibibir.


"Kalau kamu gak nurutin ucapan Papa jangan salahkan Papa, kalau Papa berbuat nekad buat nyelekaian gadis haram itu".


Air mata Yura luruh begitu saja. Gadis itu hanya bisa terdiam menahan sakit didadanya. Dari dulu orang tua Bayu memang tidak menyukainya. Alasannya karena orangtua Yura yang bercerai dan asal usulnya tidak diketahui.


Mira mengusap bahu Yura, dia memeluk sahabatnya itu berusaha memberi kekuatan pada sahabat nya. Mereka bertiga masih mengintip didepan pintu.


"Aku gak mau Pa. Aku gak peduli siapa Yura. Aku cinta sama dia Pa, aku mohon jangan paksa aku menikahi wanita yang aku gak cinta sama sekali". Bayu bersujud dikaki sang Ayah.


"Papa gak mau tahu, persiapkan dirimu. Sebentar lagi acara dimulai. Dan jangan coba-coba mempermalukan Papa".


"Ngumpet-ngumpet". Ketiga gadis itu segera mengumpat saat mendengar derap kaki Ayah Bayu yang akan keluar dari kamar.


Benar dugaan Aluna ada yang tidak beres dan janggal.


Yura sudah menangis segugukan dipelukkan Mira. Sedangkan Aluna, gadis itu tampak berpikir keras hal apa yang akan dilakukan untuk membatalkan pernikahan Bayu dengan wanita yang akan dijodohkan dengannya. Maunya Aluna Bayu harus menikah dengan Yura.


"Aha, gue punya ide". Gadis itu tersenyum smirk.

__ADS_1


"Loe jangan aneh-aneh Lun. Yura lagi gak pengen diajak bercanda". Seru Mira, tangannya mengelus punggung sahabat nya.


"Astaga, loe pikirannya jelek mulu sihh sama gue Mir. Gini-gini gue tuhhh punya banyak ide".


"Iya punya banyak ide bikin orang naik tensi". Potong Mira.


"Loe berdua ikut gue". Aluna menarik tangan kedua sahabatnya itu. Aluna mengomel saat Yura berjalan lambat maklum gadis itu sambil segugukan.


"Loe kagak capek Yur nangis mulu ntar kalau air mata loe kering gue kagak mau nyumbangin air mata gue". Singgung Aluna sambil berjalan.


Bukannya mereda tangis Yura malah semakin keras. Mira berusaha menenangkan sedangkan Aluna semakin membuat Yura menangis.


Aluna mencebik kesal "Yur bisa kagak tangis loe dihemat dulu. Ntar lagi nangisnya, loe rehat dulu bentar ngapa?". Gerutu Aluna.


"Dodol". Mira mengacak rambut Aluna dengan gemes. Saat genting seperti ini saja, Aluna masih sempat-sempatnya bercanda.


"Ihhhh loe keterlaluan banget sihh Mir. Berantakan kan jadi nya rambut bidadari ini".


"Loe_".


"No debat. No protes. Gue emang jelmaan bidadari". Potong Aluna dengan percaya dirinya.


Yura semakin segugukan. Celotehan Aluna membuat tangisnya semakin keras.


.


.


.


.


Bayu terduduk lemas dibibir ranjang nya. Polisi yang biasanya terlihat tegas itu, kini benar-benar rapuh. Dia tidak mau menikahi wanita yang tidak dia cintai sama sekali. Dia hanya mencintai Yura. Bayu tidak peduli siapa Yura dan masa lalu Yura.


"Yura, maafkan aku sayang. Maaf, aku gak mau Papa nyakitin kamu". Bayu terisak.


Satu Minggu menghilang, tiba-tiba kedua orangtuanya datang ke apartement dan langsung membawa nya pulang agar menikah dengan wanita pilihan kedua orangtuanya.


Bayu menolak keras, tapi Papa nya selalu mengancam akan mencelakai Yura. Papa Bayu seorang pengusaha ternama, dia mantan Mafia pada zamannya. Anak Mafia jadi polisi, sungguh aneh tapi nyata. Bayu tak bisa menolak, karena dia tahu Papa nya itu adalah orang yang berambisi dan selalu melakukan apa saja yang dia mau lakukan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2