Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-42


__ADS_3

Happy Reading 🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sampai digedung pencakar langit. Ketiga gadis itu langsung turun dari mobil dengan bercanda satu sama lain. Yura dan Mira gemes dengan ucapan Aluna mengacak rambut Aluna hingga berantakan.


"Ihhhh, Mira. Elu jahat banget sihh sama gueee". Gerutu Aluna memperbaiki rambut nya.


"Hahha. Habis nya Elu kalau ngomong kek gak ada remnya". Mira menggeleng


"Emang mulut gue mobil yang harus pake rem". Gerutu Aluna.


"Ehem".


Suara itu membuyarkan obrolan ketiga gadis itu. Namun Aluna terlihat cuek-cuek saja.


"Pagi Pak". Sapa Yura dan Mira bersamaan.


"Ehem". Sahut Alvaro.


"Kamu, ikut saya". Tunjuk Alvaro pada Aluna.


"Saya pak?". Aluna menujuk dirinya.


"Siapa lagi?". Ketus Alvaro "Ayo capat". Alvaro menarik tangan Aluna.


"Ihhh Pak. Bisa gak sihh gak usah pegang-pegang". Protes Aluna. Dia rasanya ingin bersembunyi dibawah bumi ketika melihat tatapan para karyawan.


Yura dan Mira tercenggang melihat Alvaro yang menarik Aluna, apalagi didepan semua karyawan dan staff kantor.


Sonny mengekor dari belakang sambil membawa tas kerja Alvaro yang diyakini isinya laptop dan beberapa berkas lainnya.


"Ihhhh Pak lepasin".


Namun Alvaro tak peduli dia malah menarik Aluna dengan cepat. Mereka masuk kedalam lift bersama Sonny dibelakang mereka.


"Lepasin". Aluna menepis tangan Alvaro.


Alvaro terkejut ketika melihat kening Aluna mereka "Kenapa kening kamu?". Tanya Alvaro sedikit panik, dia menyentuh kening Aluna.


"Awww, Pak sakit". Rintih Aluna.


"Kening kamu kenapa? Kenapa bisa gini? Kamu jatuh?". Cecar Alvaro.


"kebentur dasboard mobil Pak". Sahut Aluna "Pak gak usah".


"Diam". Alvaro meniup kening Aluna dengan pelan.


Jangan tanya bagaimana berdebar nya jantung Aluna. Wajah gadis itu memerah dan merona. Entah kenapa sentuhan Alvaro begitu nyaman ditubuh Aluna. Apakah dia juga menyukai Presdir nya? Namun cepat-cepat Aluna menepis perasaannya.

__ADS_1


"Kamu tuhh selalu aja ceroboh. Kamu tuhh cewek, kenapa sih gak bisa teliti dikit aja ama diri sendiri?". Omel Alvaro.


"Yang bilang saya cewek siapa Pak?". Ucap Aluna heran memutar bola matanya malas.


Sedangkan Sonny hanya menghela nafas saja. Kemana pun dua orang itu berada, selalu saja berdebat dan berantem. Herannya, Boss nya itu akan banyak bicara jika bersama Aluna dan bersama orang lain. Dia akan menjadi pria dingin yang tak tersentuh.


Ting


"Ayo". Ajak Alvaro.


"Bapak duluan aja, saya mau ke ruangan". Tolak Aluna.


"Ikut saya Aluna. Jangan buat saya narik kamu kayak tadi". Ancam Alvaro geram. Gadis ini selalu saja membuatnya naik darah.


"Iya dehh Pak". Aluna mengalah.


Mereka masuk kedalam ruangan. Sedangkan Sonny langsung menuju meja kerjanya yang berada diluar ruangan Alvaro.


"Duduk". Tintah Alvaro.


"Mau ngapain sihh Pak?". Oceh Aluna kesal.


"Bisa gak sih Na, kamu tuhh gak usah banyak tanya?". Kesal Alvaro. Aluna hanya mencibir kesal.


Alvaro mengambil kotak P3K didalam lemari. Lalu mengobati memar dikening Aluna.


"Awww, Pak bisa pelan-pelan dikit gak sihh. Sakit tahu". Renggek Aluna.


"Makanya diam. Gak usah ngomong mulu". Seketika Aluna terdiam.


Aluna menatap Alvaro yang mengobati keningnya dengan sabar. Alvaro benar-benar tampan. Campuran Indonesia-Inggris. Terlihat jelas diwajah kebuleannya.


"Pak Al emang ganteng sihh. Sempurna banget malah. Tapi guee sadar dia sama gue jauh banget. Mana pantas Upik Kayu kek guee bersanding dengan Pangeran Api". Batin Aluna


"Saya tahu, saya emang ganteng. Gak usah diliatin kayak gitu juga kali. Apa udah mulai suka sama saya?". Goda Alvaro sambil menaik turunkan alisnya dia tahu jika Aluna sedang menatap wajahnya


Aluna mencebik "Bapak gak usah ge-er". Aluna memalingkan wajahnya. Menahan malu.


"Kamu gak perlu malu. Saya malah senang kalau kamu udah mulai suka sama saya". Ucap Alvaro serius. Kali ini dia benar-benar ingin Aluna menerimanya.


"Gak usah bahas itu Pak".


Seketika wajah Alvaro berubah kesal. Aluna ini benar-benar, harus diberi pelajaran.


"Kamu.........".


"Pak dengerin saya ya Pak. Kalau Bapak emang serius mau saya terima cinta Bapak. Bapak harus perjuangin saya, ingat Pak cowok itu harus buka komitmen duluan karena dia yang bakal jadi kepala rumah tangga nantinya. Perasaan saya tergantung cara Bapak bagaimana buat luluhin hati saya. Saya ini beda Pak dari yang lainnya. Saya gak ngarepin uang Bapak sama sekali, saya juga gak tertarik sama wajah ganteng Bapak. Oleh sebab itu jika Bapak sungguh sayang dan cinta sama saya, Bapak harus berjuang lebih keras lagi dan saya gak ngelarang kok kalau Bapak mau nyerah". Aluna berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Saya permisi kembali keruangan Pak. Makasih obat gratisnya".


Setelah berkata Aluna langsung keluar dari ruangan Alvaro.


Sedangkan Alvaro mematung setelah mendengar ucapan Aluna. Kenapa hatinya sedikit merasa tenang? Apa artinya Aluna memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa dia serius dengan gadis itu dan ingin Aluna bukan hanya menjadi pacarnya tapi juga menjadi pendamping hidup selamanya.


Aluna keluar dari ruangan Alvaro. Dia menghela nafas panjang setelah mengucapkan isi hatinya. Aluna tidak mau salah pilih pasangan. Diusianya yang sudah matang tentu dia juga ingin mencari pacar. Dia ingin bertemu lelaki yang tepat. Aluna tidak mau nanti menyesal dengan plihannya sendiri. Dia ingin Alvaro membuktikan padanya bahwa Alvaro benar-benar mencintai Aluna


.


.


.


.


"Heii Bro".


Dicky masuk kedalam ruangan Alvaro. Seperti biasa setiap kali makan siang pria itu selalu mengajak sahabatnya.


"Kenapa wajah elu?". Tanya Dicky heran melihat wajah Alvaro kusut.


Alvaro berdiri dari kursi kebesarannya lalu duduk disoffa samping Dicky.


"Menurut elu, cewek yang selalu nolak kita dengan berbagai alasan itu, gimana sihh?". Tanya Alvaro ingin tahu.


"Maksud elu?". Tanya Dicky sedikit tidak mengerti dengan arah pertanyaan Alvaro.


Alvaro menghela nafas pelan. Lalu dia mulai menceritakan pertemuannya dengan Aluna. Hingga perasaan nya tumbuh besar pada gadis itu. Alvaro juga menceritakan bahwa dia sudah mengungkapkan perasaannya pada Aluna.


Mata Dicky membulat saat mendengar penjelasan Alvaro. Rasanya dia ingin tertawa saat Alvaro menceritakan Aluna menyewanya sebagai pacarnya. Lalu menolaknya berkali-kali.


"Truss perasaan elu ke dia gimana?". Tanya Dicky menyelidik.


"Gue sayang sama dia Ky. Gue juga cinta sama dia". Sahut Alvaro menyenderkan punggungnya "Sebenarnya kurang gue apa coba? Cewek-cewek diluar sana pada ngantri buat jadi pacar gue, dia malah kayak menghindar". Imbuh Alvaro.


"Elu cuma kurang satu". Dicky menepuk dada Alvaro "Hati. Hatinya Aluna masih dihuni oleh cowok lain, oleh karena itu dia gak bisa buka hatinya buat elu". Jelas Dicky.


"Cowok lain siapa? Aluna gak pernah dekat cowok lain?". Tanya Alvaro heran.


"Elu bilang tadi cowok yang namanya Rayyan dekat sama aluna". Ujar Dicky.


"Tapi mereka sahabatan, udah lama malah". Sahut Alvaro.


"Al, Al. Gak ada persahabatan yang murni antara cowok dan cewek. Mustahil kalau gak ada rasa dihati salah satunya. Percaya sama gue. Gue yakin kalau Aluna punya rasa sama dia. Dan kalau elu beneran sayang sama Aluna, elu harus buat dia jatuh cinta sama elu. Tapi kalau elu gak yakin, elu boleh nyerah. Seperti yang dibilang Aluna dia gak maksa elu buat perjuangin dia". Ucap Dicky "Aluna itu cewek langka Al. Gak semua cewek mudah didapatin. Cewek yang sulit didapat akan sulit juga dilepas".


**Bersambung........

__ADS_1


Dapat salam dari Double Al. Jangan lupa kasih dukungan buat mereka berdua**.


__ADS_2