
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Aluna bernafas lega. Tiga hari dirawat dirumah sakit membuatnya bosan. Apalagi selama tiga hari harus bersama Presdir menyebalkan itu membuat hidup Aluna terasa berada diujung tanduk. Entah lah, mungkin Aluna satu-satunya gadis yang sama sekali tidak tertarik dengan pesona Alvaro. Meski tampan tujuh turunan, delapan tikungan, sembilan tanjakkan dan sepuluh belok-belok hati Aluna belum juga bisa berlabuh pada Presdir yang dia juluki Supir Taksi Online.
"Ahhhh enaknya". Gadis itu menghempaskan tubunya diatas kasur "Gue kangen banget sama si Jolly". Aluna memeluk bonek kesayangan nya yang dia beri nama Jolly "Elu kangen gue juga Ly?". Dia tersenyum sumringah tampak sekali jika gadis itu tengah bahagia.
"Tiga hari berasa tiga bulan. Kalau setiap hari mungkin serasa bertahun-tahun". Gumam Aluna.
Gadis itu terduduk saat mengingat Alvaro yang mengungkapkan perasaan nya pada Aluna.
"Gue gak percaya kalau Pak Al suka sama gue". Gumam Aluna menggeleng "Impossible banget, Upik kayu bersanding dengan Pangeran Api". Celetuknya "Tapi kenapa gue deg-degan tiap kali liat muka dia? Apa sebenarnya gue juga suka ya sama si Supir Taksi Online?". Aluna tampak berpikir bahkan gadis itu itu mengerhab-ngerjabkan matanya keatas "Tapi masa iya gue suka sama Pak Al? Gue sama sekali kagak tertarik. Ganteng sihh tapi nyebelin". Ujar Aluna "Ahh sebaiknya gue tidur aja lah".
Tok tok tok tok
Baru saja Aluna ingin membaringkan tubuhnya. Suara pintu membatalkan niat gadis itu.
"Siapa sihh?". Gerutu nya turun dari ranjang dan tak lupa memasang alas kaki.
Aluna membuka pintu kamarnya dengan mengerutu.
"Kak Leon?". Aluna mendesah "Ada apa Kak?". Ketus Aluna.
Aluna masih kesal pada Leon yang mengatakan siapa Alvaro sebenarnya. Dan akhirnya dia diserang dengan berbagai pertanyaan oleh Arya.
"Boleh Kakak masuk?". Ucap Leon yang tahu jika Aluna masih kesal padanya.
"Masuk aja". Ketus Aluna. Berjalan duluan lalu melempar tubuhnya diranjang.
__ADS_1
Leon terkekeh melihat wajah kesal Aluna. Dia menutup pintu dan masuk kedalam, lalu berbaring disamping gadis itu.
"Masih marah sama Kakak?". Leon melirik Aluna yang komat-kamit seperti sedang baca doa.
"Gak". Jawab Aluna ketus dia memalingkan wajahnya dengan bibir mengerucut kesal.
Leon mendudukan tubuhnya dan menatap Aluna.
"Bangun". Leon menarik tangan Aluna agar duduk.
"Iiih apaan sihhh Kak, pake tarik-tarik segala emang tangan aku karet?". Gerutu Aluna.
"Makanya orang nyuruh tuh diikutin". Ujar Leon terkekeh.
"Emang Kakak mau apa?". Aluna menatap Alvaro tajam.
"Gak usah liat Kakak sampai segitunya juga kali Lun". Leon bergidik ngeri melihat tatapan Aluna.
"Ya gimana Kakak gak bilang yang sebenarnya, kan Al emang Presdir". Leon membela diri "Lagian kamu tuh aneh masa orang kek Al di bilang Supir Taksi Online". Leon menggeleng gemes sambil tersimpul.
"Kan dia emang mirip Supir Taksi Online". Seru Aluna tak mau kalah.
"Lun dengarin Kakak". Leon memperbaiki posisi Aluna agar melihat kearah nya.
Dengan malas Aluna mengikuti ucapan Leon.
"Al itu cowok baik-baik. Apa salah nya coba kamu kasih dia kesempatan buat jadi orang spesial dihati kamu?". Ucap Leon. Aluna mendengarkan malas "Kamu tahu gak seumur hidup Al itu gak pernah kejar-kejar cewek, kamu cewek pertama yang buat Al tertarik. Jadi kamu tuhh spesial Lun". Timpal Leon.
__ADS_1
"Aku kayak martabak aja Kak pake spesial segala". Celetuk Aluna. Leon mengacak rambut Aluna dengan gemes "Lagian ya Kak aku sama apa Pak Al itu jauh banget bedanya. Dia tinggi, aku pendek ehh bukan pendek tapi munggil dan imut". Seru Aluna sambil memperbaiki rambutnya yang diacak oleh Leon "Trus dia kurang ganteng, aku cantik pake tambah". Celetuk Aluna lagi "Dia Presdir, aku cuma staff doang, hiks miris". Aluna pura-pura menangis "Dia horang kaya lah aku cuma penulis novel. Jadi ya Kak, intinya aku sama Pak Al itu bagaikan lautan dan danau".
"Bukannya air dan api".
"Ihhh dengarin dulu Kak". Gerutu Aluna "Dia lautan sangat besar dalam dan tak terukur. Sedangkan aku danau yang jangkal. Bisa dijangkau siapa aja, trus semua orang bisa mengukurnya dan berenang didalam nya". Ucap Aluna.
"Kakak gak ngerti sama bahasa perumpamaan kamu Lun". Leon menggeleng
"Makanya dengarin dulu". Ujar Aluna "Intinya ya Kak, aku dan Pak Al itu jauh banget bedanya. Kita gak mungkin bisa bersama. Aku gak mau ntar dituduh deketin dia hanya karena dia kaya, aku gak suka hartanya. Tapi Kakak juga tahu kan kalau netizen itu selalu punya cara buat bikin aku jadi artis dadakan". Ujar Aluna lagi
Leon terkekeh gemes. Pantas saja Alvaro menyukai Aluna gadis itu selalu bisa membuat orang tersenyum dengan ucapannya yang terkesan blak-blakkan.
"Udah gak usah ngoceh mulu". Ucap Leon "Kakak cuma pengen kamu kasih Al kesempatan sekali aja buat buktiin sama kamu bahwa kamu dan dia pantas bersama". Sambung Leon "Kakak yakin jika kamu bisa terima Al, kamu akan jadi cewek paling bahagia didunia karena jadi yang pertama dihidup Al. Pokoknya gak bakal kecewa dehhh". Ucap Leon menyakinkan Aluna "Apa nya yang kurang lagi dari Al? Ganteng pake tambah, udah oke. Kaya, jangan ditanya. Tajir, udah pasti. Dijamin Lun, masa depan kamu bakal terjamin dehh sama dia". Imbuh Leon.
"Kakak udah mengomongnya?". Tanya Aluna sinis dan juga tidak mau mendengar ucapan Leon yang memuja Alvaro seperti dewa.
"Bel.......".
"Udah Kakak keluar dehhh dari kamar Aluna. Aluna mau istirahat. Capek besok kerja". Usir Aluna sambil menarik Leon berdiri dan mendorong tubuh pria itu dengan kuat.
"Lun, Kakak belum selesai bicara". Ujar Leon berusaha menahan. Namun Aluna tetap mendorong.
"Gak usah bahas dia lagi. Gak tertarik".
Brakkkkkkkkkkk
"Astaga". Leon mengelus dadanya "Gak sia-sia dia makan banyak. Tenaganya kuat banget". Celetuk Leon menggeleng saja. Lalu dia melengang pergi dari sana dan masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Leon memutuskan tinggal bersama keluarga Aluna sesuai dengan permintaan Arya karena Bryan dan Bara tidak mau jauh darinya.
Bersambung.....