
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Aluna masuk kedalam kamar tempat MUA itu mendandani Yura. Gadis itu membuka pintu dengan menampilkan wajah polos nya.
"Loe kemana aja sihhh Lun?". Gerutu Mira "Yura mau diapain tuh, kok dipaksa make up?". Mira yang dari tadi penasaran terlihat bingung begitu juga dengan Yura.
"Mau dinikahin". Sahut Aluna santai sambil mengeluarkan gaun dalam paper bag yang dia bawa.
"Apa?". Pekik Mira
"Astaga, kalau mau teriak tuhh dihutan Mir. Gue masih terlalu cakep buat jadi budeg". Gerutu Aluna sambil mengusap telinganya.
"Serius loe mau nikah sama siapa?". Tanya Mira. Dia menatap Yura yang masih di make up oleh kedua MUA itu.
"Yahhh sama Bang Yuyu lah. Emang sama siapa lagi?". Ketus Aluna berjalan menghampiri Yura dan kedua MUA itu "Gimana Kak, udah kelar?". Tanya Aluna.
"Bentar lagi Dek". Sahut sang MUA tersenyum manis.
Aluna menatap Yura dengan senyum manja. Yura sangat cantik dengan dandanan MUA itu. Tak sia-sia Aluna mengatur rencana liciknya.
"Sudah Dek". MUA itu tersenyum hangat.
"Kak tolong bantuin dia pake gaun ini".
Sang MUA membantu Yura mengenakan gaun pengantin itu. Gaun itu terlihat pas ditubuh Yura. Tubuhnya yang tinggi dan langsing. Karena dia memang menjaga pola makannya, tidak seperti Aluna yang sembarangan masuk makanan.
"Lun sebenernya gue mau diapain sihh? Kok pake gaun pengantin segala? Siapa yang mau nikah sihh?". Gerutu Yura.
"Kagak usah ngomel mulu Yur". Sergah Aluna "Ya ampun Yur, loe cakep banget. Gue sampai lupa kali loe sahabat gue". Ujar Aluna menampilkan wajah imutnya.
"Iya Yur. Loe cakep banget, gue jadi kepengen nikah juga". Celetuk Mira.
"Wahhh juga tuhh Mir, ntar gue bilang Bang Yayan aja. Lumayan kan ada makanan gratis". Seru Aluna.
"Sembarangan loe Lun. Masa loe yang harus bilang. Biarin dia sendiri yang ngelamar gue". Mira melipat kedua tangannya di dada.
Yura masih menatap pantulan dirinya didepan cermin. Dalam hati bertanya-tanya dia mau menikah dengan siapa? Dan ini baju pengantin siapa? Kenapa dia didandani seperti orang ingin menikah saja.
"Lun........".
"Kagak usah protes Lun". Potong Aluna "Kakak MUA dan Adek MUA makasih ya udah bantu. Tolong tulis nomor rekening kalian, biar ntar aku transfer aja biayanya". Ujar Aluna sok kaya, padahal ujung-ujungnya yang bayar pacar Presdir nya
"Gak usah Dek. Kakak ikhlas bantuin. Semoga pelakor itu gak ganggu hubungan teman kamu lagi yaaa". Ujar sang MUA memasukkan kembali alat make up nya.
Yura dan Mira saling melihat, siapa yang dimaksud Aluna Pelakor?
__ADS_1
"Wahhh beneran Kak. Kalau gitu makasih banyak Kak, sehat selalu ya Kak dan sering-sering hehhe". Aluna Cenggegesan.
Sang MUA membalas dengan anggukan sambil tersenyum gemes.
"Ya udah Kakak pamit yaaa. Makasih udah pake jasa Kakak".
"Sama-sama Kak". Sahut Mira dan Yura.
"Ehhh Kak tunggu bentar". Cegah Aluna. Aluna meronggoh tasnya mengambil buku nya yang baru saja terbit "Ini buat Kakak dari aku yaa Kak. Ingat Kak, nama aku Aluna. Ini buku karya ku, kalau Kakak ada waktu boleh mampir ke toko buku ya Kak. Sekalian promosi". Celetuk aluna sambil memberikan sebuah buku pada sang MUA itu.
"Iya Dek. Kebetulan Kakak suka baca. Thanks yaaa".
Sekarang ketiga gadis itu tampak bingung. Apa yang akan mereka lakukan sekarang? Dan untuk apa Yura berdandan seperti orang ingin menikah?
"Lun......".
"Tunggu bentar".
Tok tok tok tok tok
"Nahhh itu udah ada yang jemput". Ujar Aluna. Aluna menatap Yura "Yur dengarin gue, tadi gue udah sekap mempelai wanita nya jadi loe jadi pengganti oke. Dan gue harap loe sama Bang Yuyu bahagia sampe ke langit ehh salah maksudnya sampe Kakek Nenek".
Yura dan Mira tercenggang mendengar ucapan Aluna. Disekap, siapa yang disekap?
"Buang pikiran bingung kalian. Dan loe Mir, loe temanin Yuyur yaaa. Gue nyusul ntar, gue masih ada urusan".
Tok tok tok tok tok
"Udah cepetan sana". Aluna mendorong tubuh kedua sahabatnya nya itu dengan pelan.
Dengan wajah bingungnya Mira membuka pintu. Lagi-lagi dia terkejut saat melihat seorang pria berjas hitam berdiri didepan pintu sambil menyambut nya dengan senyum.
"Apakah anda sudah siap Nona? Tuan sudah menunggu". Pria itu mengulurkan tangan kearah Yura.
"Mir.....".
"Udah sambut aja". Mira menyenggol lengan Yura.
Yura menyambut uluran tangan pria itu. Masih dalam keterkejutan nya, dia bingung. Sebenarnya apa yang terjadi.
Mira mengekor Yura dan pria yang berjas itu dari belakang.
Aluna keluar dari kamar dengan mengendap-endap. Dia berjalan kearah kamar Bayu, Aluna yakin jika Bayu masih disana.
Tok tok tok tok tok
__ADS_1
Cekreekkkkkkkkkkk
"Aluna". Gumam Bayu.
Aluna menyelonong masuk dan segera menutup pintu.
"Kenapa wajah loe Bang?". Aluna mendelik melihat mata Bayu yang sembab.
"Gimana loe bisa tahu gue ada disini?". Kening Bayu berkerut.
"Udah kagak usah banyak tanya". Seru Aluna "Loe mau kawin kagak?". Ujar Aluna lagi.
Bayu duduk disofa sambil menghela nafas panjang.
"Gue mau aja kawin Lun. Tapi maunya sama Yura bukan sama Dini". Bayu mengusar wajahnya frustasi "Ehhh kenapa loe bisa ada disini? Dan loe dari mana tahu kalau gue mau nikah?". Tanya Bayu menyelidik.
"Kagak perlu liatin gue kayak gitu Bang. Gue disini disuruh sama Ayah angkat buat jemput Bang Yuyu".
Kening Bayu berkerut "Ayah angkat siapa?". Tanya Bayu penasaran.
"Papa nya Bang Yuyu lah. Emang siapa lagi?". Ketus Aluna.
"Sejak kapan?". Perasaan Ayah nya tidak pernah mengangkat Aluna, bahkan Ayah nya saja tidak kenal Aluna.
"Sejak dalam kandungan". Ketus Aluna "Udah ayo Bang". Aluna menarik tangan Bayu agar pria itu berdiri
"Tapi........".
Tok tok tok tok tok.
"Tuh udah dijemput. Yuk cepatan, Si Dini pasti udah nungguin". Aluna cekikikan
"Gak mau". Bayu berusaha melepaskan cengkraman tangan Aluna.
"Maaf Tuan Muda, kamu disuruh Tuan Besar untuk menjemput anda". Ujar seorang pria berjas hitam
"Tuh kan apa gue bilangin". Aluna tersenyum meledek "Om, biarin aku aja yang ngaterin Bang Yuyu. Aku adek angkatnya".
Kening pria berjas itu berkerut. Dia tidak pernah melihat Aluna, sejak kapan Tuan-nya itu mengangkat Aluna menjadi anaknya.
"Tapi........".
"Minggir Om, aku mau lewat. Ayo Bang". Aluna menyenggol pria berjas itu sambil menggandeng tangan Bayu.
Bayu berusaha memberontak tapi kalah dengan si kecil Aluna.
__ADS_1
Bersambung......