
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi menyising tiba. Seperti biasa Aluna bangun pagi, memasak untuk orang rumah dan membawakan bekal untuk pacar Presdir-nya.
Gadis itu meneteng rantang nasinya dengan senyuman mengembang. Ternyata sebahagia ini punya pacar? Pikir Eidra.
"Selamat pagi sayang".
"Pagi juga Pacar". Balas Aluna
"Silahkan masuk Tuan Putri". Alvaro membuka pintu mempersilahkan kekasihnya itu masuk kedalam.
"Makasih Tuan Tampan". Sahut Aluna masuk sambil terkekeh kecil.
Alvaro mengitari mobil dan masuk sambil duduk dibelakang kemudi.
"Pacar ini sarapan pagi untukmu. Jangan lupa dimakan". Ujar Aluna meletakkan rantang nasi itu.
"Makasih sayang. Masakkanmu selalu membuatku candu". Sahut Alvaro sambil menyetir.
"Kak hari ini aku ada peninjauan sama Pak Andre". Ucap Aluna sambil mengotak-atik iPad nya.
"Masalah pembangunan hotel itu?".
Aluna mengangguk "30% lagi hotelnya udah berdiri kokoh". Sahut Aluna.
"Kamu emang hebat sayang. Gak nyangka". Seru Alvaro tersenyum bangga.
"Bukan hebat, tapi dipaksa sama Presdir nya". Ketus Aluna masih ingat ketika Alvaro menyuruhnya menyelesaikan proyek ini hanya dalam waktu tiga bulan.
Alvaro terkekeh. Tangannya terulur mengusap kepala Aluna dengan sayang.
__ADS_1
"Iya maaf sayang. Aku kan ingin kamu berkembang. Ingin kamu punya prestasi". Ujar Alvaro.
Aluna hanya menampilkan rentetan gigi putihnya.
Sampai dipersimpangan seperti biasa, Aluna akan turun dengan mengendap-endap takut jika ada karyawan atau teman-teman nya yang melihat.
Alvaro hanya menggeleng dengan gemes. Dia tersenyum lucu melihat cara Aluna yang berjalan seperti maling yang ingin masuk rumah orang dan mencuri barang.
Aluna masuk dengan senyuman manis. Setiap hari selalu begitu. Dia adalah gadis ceria. Periang dan cerewet. Tidak pernah melihat Aluna galau atau sedih. Jika dia sampai galau atau sedih, artinya dia sedang patah hati luar biasa.
"Pagi Pak Andre". Sapa Aluna
"Pagi juga Lun". Senyum Andre. Pagi-pagi dia sudah menyetor senyum manisnya. Berharap aluna terpukau atau terpesona. Jangankan terpukau melirik saja gadis itu tidak.
"Semua data yang kita butuhin udah siapin Lun?". Tanya Andre sambil membolak-balik dokumennya.
"Udah Pak. Ini". Aluna menyerahkan lagi satu dokumen pada Ander
Andre dan Aluna masuk kedalam lift. Aluna hampir jantungan melihat Alvaro yang sudah memasang wajah datarnya bak tembok.
"Pagi Pak". Sapa Andre.
"Ehem". Hanya disahuti dengan deheman "Mau kemana?". Tanya Alvaro tapi matanya menatap Aluna tajam.
"Ada peninjauan proyek yang kemarin Pak". Sahut Andre.
Aluna merenggut kesal. Padahal sudah dijelaskan tadi pada Alvaro bahwa dia dan Andre akan meninjau proyek hari ini.
"Berdua aja?". Tanya Alvaro memincingkan matanya.
"Iya Pak". Sahut Andre tersenyum. Dia tidak tahu saja jika pertanyaan Alvaro adalah pertanyaan cemburu.
__ADS_1
Aluna enggan menjawab. Dia santai-santai saja sambil menunggu pintu lift terbuka.
"Saya ikut".
"Hah?". Aluna menatap Alvaro "Bukannya tadi kamu bilang ada meeting bareng Pak Alex?". Tanya Aluna heran.
"Di cancel". Ketus Alvaro.
sementara Andre heran mendengar pertanyaan Aluna yang menggunakan bahasa kamu dan tidak panggilan Bapak.
"Kenapa kamu keberatan?". Alvaro memincingkan matanya kesal.
"Gak. Cuma aneh aja. Emang gak apa-apa meetingnya di cancel. Bukannya kamu bilang ini meeting penting?". Ujar Aluna dia tidak tahu sama sekali pada tatapan Alvaro. Sudah biasa menghadapi sifat Alvaro yang cemburuan.
Alvaro malah kesal. Dia tidak akan membiarkan Aluna hanya berduaan dengan Andre. Apalagi Alvaro tahu bahwa Andre masih menyukai Aluna dan hubungan Aluna dan Alvaro juga belum ada yang tahu, selain teman dekat dan keluarga.
"Emang salah kalau saya ingin ikut?". Tatap Alvaro.
"Gak ada yang salah sayang. Kan kamu Boss nya".
Alvaro menatap Aluna tak percaya saat Aluna memanggilnya sayang. Sedangkan Andre juga hanya melonggo, apa dia salah dengar?
"Kamu....".
"Ya udah ayo ikut. Kita gak punya waktu banyak".
Aluna keluar dari lift. Malas berdebat dengan Alvaro. Ujung-ujungnya nanti berantem lagi, apalagi ada Andre. Pernah sekali mereka bertengkar gara-gara Andre dan Aluna tidak mood untuk makan.
Alvaro hanya tersenyum. Dia senang Aluna memanggil nya sayang. Rasanya Alvaro ingin melompat saking bahagianya.
Bersambung....
__ADS_1