Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-100


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Tamu undangan masih terus berdatangan. Dari berbagai kalangan. Bahkan acara pernikahan itu digelar live disebuah televisi swasta. Pernikahan putra kolongmerat yang menduduki raja Asia bisnis ternama


Yura dan Bayu tampak ada disana. Kandungan Yura yang semakin besar membuat Bayu harus siaga menjaga istrinya. Yandi dan Mira juga terlihat disana. Mereka berempat bersiap-siap menuju pelaminan, bergantian dengan tamu yang lainnya.


Tampak Rayyan dan Alya. Wajah Rayyan datar dan dingin. Dari mulai pemberkatan sampai ke resepsi wajahnya tak bersahabat. Terlihat sekali bahwa pria itu patah hati.


Ada Dicky dan juga Junika disana. Keduanya juga akan segera melangsungkan pernikahan setelah ini. Playboy dua belas musim itu akhirnya tobat, dia sudah menemukan wanita yang tepat dan tidak mau lagi menjelajah buana mencari sesuatu yang salah.


Leon dan Ranny juga tampak ada disana. Kedua dokter itu memakai baju dengan warna yang sama. Ranny sengaja membeli baju Couple untuk mereka berdua. Dan akhirnya Leon melabuhkan hatinya pada Ranny.


Andre dan Rara juga turut hadir. Dan kantor Alvaro dihebohkan dengan berita pernikahan Aluna. Mereka memang belum tahu jika selama ini Alvaro dan Aluna menjalin hubungan. Karena yang selalu mereka lihat setiap hari kedua orang beda jenis kelamin itu selalu berdebat dan membuat orang pusing dengan perdebatan keduanya.


Ada Anggara dan juga Levita disana. Anggara mencoba berdamai dengan masa lalunya. Kanti adalah mantan pacar yang dulu dia tinggalkan. Meski sedikit janggal tapi Anggara menerima kenyataan. Apalagi Aluna sudah menjadi putri angkatnya jadi dia tidak mau membahas masa lalu.


"Selamat ya putri Bunda". Kanti memberikan pelukan hangat pada putri gresek nya itu.


"Hiks Bunda. Jangan kangen-kangenan sama Aluna lagi yaaa. Karena Aluna udah gak tinggal dirumah sama Bunda, ntar Bunda ajakkin Ayah aja berantem diranjang".


"Awwwwwwww". Rintih Aluna saat Arya mencubit lengannya


"Kamu itu ngomong disaring dikit. Bara sama Brayn ntar dengar". Omel Arya


"Emang Aluna saringan udara apa? Kan emang benar". Gadis itu mengelus tangannya bekas cubitan Arya.


"Selamat ya Nak Al. Bunda titip Kelinci Kecil itu". Ujar Kanti menyalimi menantunya.


"Iya Bunda pasti". Aluna mencebik kesal. Ini gara-gara Mira dan Yura yang suka memanggilnya Kelinci Kecil.


"Selamat ya sayang". Santoso juga memberikan pelukan hangat pada putrinya itu.


Santoso melepaskan pelukannya lalu menatap Alvaro yang tersenyum hangat padanya


"Nak Al, Ayah titip putri Ayah padamu ya Nak. Jaga dia dengan baik. Jika dia salah bimbing dia ke jalan yang benar. Jika dia membuat kesal bantu dia agar dewasa. Kamu sayangi dia seperti kamu menyayangi Ibumu dan jika suatu saat kamu udah bosan sama dia, tolong jangan buang dia kembalikan dia pada Ayah. Ayah menyanyangi nya. Ayah yang akan menjaganya".


Alvaro berkaca-kaca. Ini adalah pesan seorang Ayah kepada menantunya agar menjaga putrinya. Suatu saat nanti Alvaro juga akan berada diposisi itu.


"Ayah hiksss". Rasanya Aluna tidak mampu lagi menahan tangisnya. Biarlah makeup nya luntur, tohh dia akan tetap cantik.


Kanti juga ikut terharu. Sejujurnya dia juga tidak sanggup berpisah dari Aluna. Tapi bagaimana pun Aluna harus mengikuti suaminya. Sekarang Aluna sudah memiliki kehidupan sendiri.


Arya dan Lia juga menatap sendu. Pasti tanpa Aluna rumah terasa mati. Selama ini celotehan dan keberisikkan Aluna lah yang membuat suasana rumah hidup. Meski sering membuat kesal dan darah tinggi, tapi Aluna bagai pelita dikehidupan mereka.


"Selamat ya Dek. Al". Lia juga memberikan pelukan hangat pada Aluna.

__ADS_1


"Makasih Kak Lia".


"Selamat ya adik Kakak paling menyebalkan". Arya menarik hidung Aluna dengan gemes


"Ishhh Kakak berkurang kan jadi kecantikan Aluna". Gerutu gadis itu.


"Sini peluk Kakak". Aluna masuk kedalam pelukan Kakaknya. Usia mereka terpaut cukup jauh namun saling menyanyangi.


"Bunda. Ayah". Bara dan Brayn juga ikut memeluk Aluna dan Alvaro.


Bayu dan Yura. Mira dan Yandi. Juga ikut naik ke atas pelaminan. Dekorasi indah itu tampak seperti negeri dongeng


"Selamat Kelinci Kecil". Ucap Mira dan Yura bersamaan.


"Gak sekalian tikus kecil aja". Sindir Aluna.


"Kali ini gak usah protes. Loe lagi bahagia. Semoga loe jadi istri yang baik buat Pak Al. Jangan sering-sering buat suami loe kesal Lun, ntar dikutuk loe jadi durhaka". Ancam Mira memeluk sahabatnya.


"Yeee mana berani gue buat Kak Al kesal. Dia kan jantung hati guee". Goda Aluna menatap suaminya jahil


"Lun selamat ya. Akhir loe laku juga. Gak turun pasaran kan Lun?". Goda Yandi sambil memeluk gadis itu.


"Yo wess pasti laku lah Bang. Siapa coba yang berani nolak pesona Aluna. Udah cakep. Pintar. Jenius. Kaya. Apa yang kurang coba".


"No protes no debat. Gue emang paling cakep sejagat raya". Celetuk Aluna saat Mira dan Yura ingin protes.


"Selamat adek angkat Abang. Baik-baik jadi istri orang. Tidur gak boleh kesiangan. Cerobohnya dikurangi. Makannya bagi-bagi sama suami. Jangan rakus". Ujar Bayu sambil tertawa kecil.


"Mkasih Abang angkat ucapannya. Semoga panjang umur sehat selalu. Jangan lupa ntar kalau lahiran bikin acara syukuran, biar Aluna bagian konsumsi nya". Sahut Aluna. Mereka hanya geleng-geleng kepala.


"Selamat Pak Al". Ucap Mira dan Yura.


"Makasih Mira. Yura".


"Selamat ya Bro. Gue titip Ceguguk imut itu. Jangan lupa lahap aja dia ntar malam gak usah kasih ampun". Goda Bayu melihat kearah Aluna yang santai-santai saja. Alvaro wajahnya memerah menahan malu.


"Makasih Bay".


"Selamat Al". Yandi juga memberikan pelukan hangat pada Alvaro


Sebelum turun dari pelaminan. Mereka mengambil foto berenam. Foto yang akan menjadi kenangan nantinya.


Tanpa ada yang menyadari jika dari jauh Rayyan menatap mereka dengan sendu. Harusnya Rayyan yang berada disana tapi malah orang lain. Dulu mereka juga sahabat dan cinta tapi sekarang telah berubah.


Leon dan Ranny. Dicky dan Junika. Andre dan Rara. Rayyan dan Alya juga naik ke atas pelaminan memberikan selamat kepada pengantin baru itu. Jika yang lain tersenyum bahagia dan sumringah maka tidak dengan Rayyan. Melihat senyum Aluna, wajahnya semakin dingin tapi hatinya Panas.

__ADS_1


"Selamat ya Lun. Selamat ya Al".


"Makasih".


"Na". Rayyan mendekat "Selamat ya semoga kamu bahagia". Ucap Rayyan serak menahan tangis.


"Iya Kak makasih".


Alvaro melingkar kan tangannya dipinggang Aluna. Bagaimana pun Rayyan adalah orang yang pernah mencintai istrinya. Dia tidak mau memberi Rayyan celah untuk dekat-dekat Aluna.


Zein dan Jane juga naik ke pelaminan. Robert dan Maria mengikuti. Sonny dan Emma mengekor dari belakang.


"Dad. Mom".


"Selamat ya Son". Zein memeluk putranya "Jadilah suami yang baik untuk istrimu". Ucapnya lagi.


"Makasih Dad".


"Aluna". Zein tersenyum pada menantunya itu "Selamat ya Nak".


"Makasih Dad".


"Menantu Mommy".


"Mommy".


Jane dan Aluna saling memeluk heboh. Jane menghujani wajah menantunya dengan banyak ciuman. Akhirnya Aluna jadi menantunya juga.


"Selamat ya sayang. Selamat datang dikeluarga besar kamu". Ucap Jane.


"Al".


"Mom". Alvaro juga memeluk Jane dan berterima kasih pada wanita ini karena sudah membesarkan nya dengan penuh kasih sayang


"Aluna. Alvaro. Kalian melupakan kami". Sindir Maria.


"Grandfa. Grandma".


"Aluna. Selamat ya Nak. Kamu wanita hebat. Dan makasih udah mau ikutin ujian dari Grandma. Sebenarnya dari awal Grandma gak pernah nolak kamu, Grandma cuma pengen liat setulus mana cinta kamu sama Alvaro. Dan terbukti, seperti katamu kamu berhasil menggeser perusahaan Grandfa dalam waktu enam bulan". Maria memberikan pelukan hangat pada cuci menantunya itu


"Grandma". Aluna juga memeluk Maria.


Alvaro dan Robert tersenyum. Akhirya Maria menerima Aluna.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2